Mau Langsing Malah Stres, Ternyata Diet juga Bisa Ganggu Mental Health Kamu

buah

Tak semua diet membawa dampak positif, beberapa justru bisa merusak keseimbangan mental dan emosional, membuatmu merasa stres, cemas, bahkan tertekan dalam usaha mencapai tubuh ideal.

Diet sering dianggap sebagai solusi untuk mencapai berat badan ideal dan hidup lebih sehat. Namun, tidak semua pola diet berdampak positif, terutama jika dilakukan secara ekstrem atau tanpa pemahaman yang cukup. Beberapa jenis diet justru bisa mengganggu kesehatan mental dan keseimbangan nutrisi tubuh. Lalu, diet seperti apa yang bisa berdampak buruk bagi kondisi psikologismu?

1. Diet yang Terlalu Ketat dan Rendah Kalori

Mengurangi asupan kalori secara drastis mungkin efektif dalam menurunkan berat badan dalam waktu singkat, tetapi bisa menyebabkan defisit energi yang berpengaruh pada suasana hati. Kekurangan kalori dapat menurunkan kadar serotonin, hormon yang berperan dalam mengatur perasaan bahagia dan stabilitas emosi. Akibatnya, kamu bisa lebih mudah merasa stres, cemas, bahkan mengalami depresi.

2. Diet yang Membatasi Karbohidrat Secara Berlebihan

Karbohidrat sering dianggap sebagai musuh dalam dunia diet, terutama dalam pola makan rendah karbohidrat seperti keto atau carnivore. Padahal, karbohidrat kompleks berperan penting dalam produksi serotonin. Ketika kamu menghindari karbohidrat sepenuhnya, tubuh bisa mengalami perubahan mood yang drastis, merasa lemas, sulit berkonsentrasi, hingga mudah marah.

3. Diet yang Terlalu Fokus pada Makanan “Clean Eating”

Menerapkan pola makan sehat tentu penting, tetapi jika kamu terlalu terobsesi dengan hanya makan makanan yang dianggap “bersih” atau sehat (orthorexia), ini bisa memicu gangguan mental. Obsesi berlebihan terhadap pola makan tertentu dapat menyebabkan kecemasan, rasa bersalah saat makan sesuatu yang “kurang sehat,” serta isolasi sosial karena takut makan di luar atau makan bersama orang lain yang makanannya kamu anggap tidak bersih.

Clean eating berlebihan juga bisa memicu stres (Foto: Pexels)

4. Diet dengan Pola Makan yang Tidak Seimbang

Beberapa diet ekstrem hanya berfokus pada satu jenis makanan, seperti diet tinggi protein atau diet buah-buahan saja. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan kekurangan nutrisi esensial, seperti vitamin B kompleks, zat besi, dan omega-3 yang berperan penting dalam fungsi otak dan keseimbangan hormon. Kekurangan nutrisi ini bisa menyebabkan kelelahan mental, kesulitan berpikir jernih, hingga meningkatkan risiko depresi.

5. Diet yang Berubah Menjadi Pola Makan Tidak Sehat (Eating Disorder)

Diet ketat yang tidak realistis bisa berkembang menjadi gangguan makan seperti anoreksia, bulimia, atau binge eating disorder. Gangguan ini sering kali muncul karena tekanan sosial, standar kecantikan yang tidak sehat, atau rasa takut berlebihan terhadap makanan tertentu. Jika diet membuatmu merasa bersalah, stres, atau cemas setiap kali makan, bisa jadi itu tanda awal gangguan makan yang perlu diwaspadai.

Sponsored Links

Bagaimana Diet yang Sehat untuk Kesehatan Mental?

Agar diet tidak berdampak buruk bagi kesehatan mental, kamu bisa menerapkan beberapa prinsip berikut:
– Pilih pola makan yang seimbang dan beragam, tidak hanya fokus pada satu jenis makanan.
– Jangan terlalu ketat membatasi makanan favoritmu, sesekali menikmati makanan yang kamu suka itu tidak masalah.
– Dengarkan tubuhmu. Makan saat lapar dan berhenti saat kenyang, bukan karena aturan diet tertentu.
– Konsultasikan dengan ahli gizi atau psikolog jika merasa diet membuat stres atau menimbulkan kecemasan berlebih.

Diet seharusnya bukan hanya tentang menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga keseimbangan tubuh dan pikiran. Jika diet membuatmu merasa tertekan atau justru memperburuk kondisi mental, mungkin saatnya mengevaluasi kembali pola makanmu. Sehat bukan hanya soal angka di timbangan, tetapi juga tentang bagaimana kamu merasa dalam menjalani hidup sehari-hari.