14

AUG 19

Tim writer GoodLife

5 Kafe Jamu Seru Buat Hangout Asyik

Nongkrong asik, nongkrong sehat.

Apa yang tebersit di benak saat bicara jamu? Ya, pahit dan kuno, itu yang biasa orang katakan tentang jamu. Tapi sekarang beda, kamu bisa minum jamu di kafe kekinian yang instragamable, lho.

 

Acaraki

Lokasinya sesuai dengan konotasi minuman jamu, yakni tua. Ya, di kawasan Kota Tua, tepatnya di Gedung Kertaniaga 3, kamu bisa menemukan kafe yang satu ini. Selain kekinian, kafe Acaraki juga menawarkan tempat untuk nongkrong sambil menikmati beragam racikan jamu berkhasiat. Di Acaraki, minuman tradisional khas Jawa ini dihadirkan dengan konsep modern tanpa menghilangkan komposisi dan khasiat aslinya

(Image: Instagram/@acaraki.jamu)

Kafe ini memilih konsep modern vintage yang memberi pengunjung pengalaman minum jamu yang berbeda dari biasanya. Jamu diseduh dengan teknik dan alat yang biasa digunakan untuk membuat kopi manual brew. 

Sebagai teman minum jamu, Acaraki menyediakan berbagai kudapan degan harga terjangkau. Acaraki juga menyediakan Dutch Jamu atau cold brew-nya jamu. Cara membuatnya, jamu diseduh dengan air dingin menggunakan teknik tetes selama 8 jam, persis seperti membuat kopi cold brew. 

Sentra Jamu Indonesia

Dari namanya saja sudah ketahuan apa yang ditawarkan di tempat ini, yaitu jamu. Sentra Jamu Indonesia (SJI) berlokasi di Jalan Panjang, Arteri Kelapa Dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Meski kental dengan aroma tradisional jamu, kafe milik PT Sido Muncul ini tetap menghadirkan suasana kekinian, lengkap dengan bar dimana para ‘barista’ sibuk meramu jamu.

(Image: Instagram/@sentrajamuindonesia)

Berbagai jenis jamu bisa dipesan dan dinikmati di kafe ini, mulai Jamu Pegel Linu, Tolak Angin, dan sebagainya. Tak hanya jamu hangat yang bisa dipesan, pengujung juga bisa menikmati jamu dingin. Seperti lazimnya kafe, SJI juga menyediakan beragam menu makan, mulai lontong cap gomeh, tahu petis, babat gongso, dan lain-lain.

 

Jamu Bukti Mentjos

Penampilan kedainya sederhana. Beragam jenis jamu ditempatkan dalam wadah toples kuno, lengkap dengan meja dan kursi kayu yang mempertegas kesan vintage kedai yang berlokasi di bilangan Jalan Saema Raya, Jakarta Pusat.

(Image: Intagram/@jamubuktimentjos)

Kedai Jamu Bukti Mentjos (JBM) mengambil bahan untuk meracik jamu dari para pemasok bahan-bahan jamu di Solo. Kedai yang satu ini memang didirikan di Solo puluhan tahun lalu, kemudian berkembang dan buka di Jakarta.

Pembeli di Kedai JBM ini berasal dari berbagai usia dan status sosial. Mereka menikmati khasiat jamu dengan ambience suasana tempo dulu. Banyak juga pengunjung yang datang membeli jamu kemasan untuk dibawa pulang. Kedai JBM juga menyediakan aneka jajanan pasar dan menu pendukung lain seperti bubur kacang hijau, bubur ketan hitam, dan sebagainya.

 

Suwe Ora Jamu

Rasanya tak ada penikmat jamu, di Jakarta khususnya, yang tak kenal nama kafe yang satu ini. Berbagai racikan jamu, baik yang pahitan, godhogan, maupun dalam kemasan botol bisa ditemukan dan diminum di kafe Suwe Ora Jamu (SOJ) yang didirikan Nova Dewi Setiabudi dan sang suami, Uwi Mathovani.  Dan jangan salah, pelanggannya pun bukan lagi orangtua, melainkan anak-anak muda kekinian. Ya, mereka kini tak lagi malu-malu minum jamu.

(Image: Instagram @suweorajamu28)

SOJ didirikan setelah Nova, yang dibesarkan di keluarga yang doyan jamu, kesulitan mencari tempat minum jamu yang representatif di Jakarta. Dari situ, timbul semangatnya untuk memperkenalkan kembali jamu sekaligus berbagi pengetahuan tentang jamu. Itu sebab, kafe ini diberi nama Suwe Ora Jamu, karena memang kafe yang berlokasi di bilangan Petogogan, Jakarta Selatan, ini menjadi tempat untuk berbagi cerita dan kangen-kangenan minum jamu.

Awalnya Nova membuat standar dan meracik sendiri jamu-jamunya, juga belajar tentang nutrisi, teknologi pangan, dan lain-lain. Selain minum di tempat, SOJ juga membuat jamu kemasan dalam botol kaca yang lebih higienis. Desainnya pun dibuat kekinian sehingga bisa diterima anak-anak muda, sementara khasiat jamunya tetap dipertahankan.

 

Miss B. Djadjanan-Djamoe-Djoes

(Image: Instagram/@cafemissb)

Dari luar, kafe ini terlihat segar dengan dinding yang didominasi warna hijau-kuning. Interior kafenya didominasi motif batik klasik, menambah kental kesan tradisional yang dibangun. Sepertinya ini merupakan upaya Kafe Miss B. Djadjanan Djamoe Djoes untuk merangkul anak-anak generasi sekarang agar mau mencintai jamu, minuman asli Indonesia.

Berbagai jenis jamu ditawarkan di kafe yang berada di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan, ini. Nama-nama yang sudah akrab di telinga seperti jamu Kunyit Asam, Beras Kencur, juga Wedang Jahe bisa dinikmati di kafe Miss B. Djadjanan Djamoe Djoes ini.

Jamu-jamu yang diracik di sini menggunakan rempah-rempah alami, tanpa tambahan bahan pengawet.

 

JAMU TRADISIONAL KAFE JAMU

Recommended Articles