18

AUG 19

Tim writer GoodLife

Terlalu Posesif, Pacar atau Satpam ?

But... I'm not possessive, i'm caring.

Mau ke mana-mana harus didampingi dia, diantar jemput, bahkan dilarang ngafe lama-lama bareng teman, smartphone selalu dicek. Kamu tuh pacar atau satpam, sih?

Pasangan kamu menunjukkan ciri-ciri tersebut? Bisa jadi pasangan kamu posesif. 

Menurut Denrich Suryadi, M.Psi., Psikolog posesif berasal dari kata ‘poses’ yang artinya rasa kepemilikan, “Ada orang yang dalam hubungan bukan hanya belonging tetapi poses. Dia merasa pacarnya adalah hak milik dia. Maka di level itu ada rasa takut kehilangan yang berlebihan.” 

Posesif berbeda dengan cemburu. Dalam hubungan, cemburu itu wajar saja selama masih bisa diterima akal sehat. 

 

“Tetapi kalau sampai harus mendampingi ke mana pun pacarnya pergi, antar jemput, reaksinya berlebihan sekali, melarang pacarnya berteman, membatasi pergaulannya, membatasi aktivitas pacarnya, kadang tidak suka pacarnya punya kegiatan dengan keluarga karena merasa dia lebih berhak punya waktu dengan pacarnya, itu sudah berlebihan dan mematikan fungsi sosial pasangannya. Hubungan yang posesif ini tidak sehat dan termasuk toxic relationship,” papar Denrich.

Lalu bagaimana jika memiliki pasangan yang posesif?

Saran Denrich, jika sudah dikomunikasikan pada pasangan tetapi tidak terjadi perubahan akan lebih baik kita segera menghindari orang-orang seperti itu. Biasanya pasangan akan memberi alasan semuanya dia lakukan ‘atas nama cinta’, tetapi kamu harus bisa bersikap tegas. 

“Baru pacaran saja sudah begitu, apalagi sudah menikah. Kita bisa terjerumus pada hubungan yang tidak sehat dan kita tidak berkembang sebagai manusia. Seharusnya kan hubungan membuat kita semakin bahagia, bukan membatasi. Jadi mendingan you and I end!” tegas Denrich.

Recommended Articles