14

AUG 19

Tim writer GoodLife

Berapa Sih Biaya Hidup di Apartemen Buat Lajang?

Dengan pertimbangan akses yang mudah dan kepraktisan, banyak orang di kota besar memilih tinggal di apartemen.

Tinggal di apartemen memang memberi banyak keuntungan. Mulai dari letaknya yang strategis, fasilitas umum yang lengkap, hingga keamanan yang terjamin.

Untuk kamu yang mulai berpikir untuk pindah ke apartemen, Aulia Akbar, financial planner dari Money Smart memberi gambaran hitung-hitungan biaya hidup di apartemen buat lajang.

“Pada prinsipnya agar keuangan sehat kita harus pakai sistem, 50-30-20. Di sini 50% dialokasikan untuk kebutuhan pokok mulai dari makan, transport, termasuk untuk sewa apartemen. Sedangkan 30% untuk dana darurat dan investasi, dan 20% untuk lifestyle,” jelas Aulia.

Yang perlu kamu perhitungkan, selain membayar sewa, kamu juga akan dikenakan biaya iuran pengelolaan apartemen, air, listrik, dan parkir.

“Kalau sewa apartemennya harus dibayar per 6 bulan atau per tahun, maka kamu harus kumpulin harga sewanya di awal. Istilahnya ada budget besar yang harus dikeluarkan dulu, sumbernya bisa dari tabungan. Tapi setelah sewa berjalan, setiap gajian kamu harus tetap menyisihkan untuk harga sewa aparetemen per bulannya. Jangan diganggu gugat sehingga ketika jatuh tempo masa perpanjangan sewa, kamu sudah punya dananya,” jelas Aulia.

Aulia juga menyarankan agar hitung-hitungan 50% dari gaji untuk biaya hidup dan sewa apartemen jangan sampai memberatkan diri sendiri. “Misalnya kita jadi kekurangan untuk biaya makan atau transport demi hidup di apartemen.”

Alternatif lainnya, kamu bisa sharing apartemen dengan seorang teman sehingga biaya sewanya pun bisa lebih ringan karena ditanggung berdua.

 

Nah sebagai penutup, biaya pengeluaran tetap harus disesuaikan dengan kemampuan kita yah.

 

Recommended Articles