14

AUG 19

Tim writer GoodLife

Cinta Tapi Terjebak Friend Zone, Jadi Harus Bagaimana?

Dear crush....

Pernahkah kamu bersahabat dengan lawan jenis, tetapi kemudian perasaan kamu berubah menjadi perasaan cinta pada sahabatmu itu? Apa yang harus dilakukan? 

Naksir sahabat sendiri memang bisa membuat situasi jadi rumit. Tetapi, ada baiknya rasa ini disampaikan langsung. “Kebutuhan komunikasi menjadi penting. Kalau memang mengharapkan ada perubahan kondisi dari sahabat menjadi kekasih, ya utarakan saja terus terang kepada yang bersangkutan,” kata psikolog Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi

Akan tetapi, lanjut psikolog yang akrab dipanggil Nina ini, untuk mengutarakannya tentu butuh strategi, tidak asal bilang dan polos-polosan begitu saja. “Soalnya akan selalu ada kemungkinan ditolak atau hubungan menjadi tidak baik, atau si sahabat tadi malah menjauh,” imbuhnya. 

Awalnya, mungkin bisa dengan mengubah ekspresi setiap kali bertemu, dari yang tadinya biasa-biasa saja seperti layaknya bertemu sahabat, menjadi ekspresi yang sedikit mesra. Misalnya melalui tatapan mata. Kalau sebelumnya tatapan biasa, sekarang coba untuk memberi tatapan mata yang lebih penuh arti. 

“Beri tatapan yang lebih mesra. Ya, semacam kode untuk melihat reaksinya seperti apa,” lanjut Nina sambil menyarankan melakukan ini beberapa kali untuk melihat reaksi atau respons yang muncul.

Selain tatapan mata, bisa juga dengan memberikan perhatian khusus, misalnya memberikan komentar tentang penampilannya seperti, “Kamu hari ini cantik, lho.” Atau jika yang naksir pihak perempuan, bisa memuji potongan rambut si dia yang keren.

Perubahan-perubahan gaya berkomunikasi ini, baik verbal maupun lewat gestur tubuh,  tujuannya untuk sedikit demi sedikit membuka diri. Tentu saja, banyak kemungkinan yang bisa terjadi seperti diterima, ditolak, digantung, merasa diterima tetapi ternyata ditolak, dan yang lain-lain. “Apa pun keputusannya, semuanya punya resiko. Jadi, jangan mundur hanya karena takut resiko yang dihadapi,” saran Nina.

Dari reaksi atau respons yang muncul, kamu akan bisa tahu apakah si dia juga memiliki perasaan yang sama. Misalnya, ketika kamu memberikan kode atau perhatian, ia jadi terlihat lebih nyaman atau bahkan membalas dengan memberikan kode mesra juga. Atau sebaliknya, dia malah pelan-pelan mulai menjauh.

Jika responsnya tak terbaca, tak ada salahnya berkonsultasi dengan orang yang mengenalnya, misalnya sahabatnya yang lain. Minta pendapat temannya, sebetulnya si dia ini cinta juga atau tidak. Bantuan dari teman ini, selain memberi gambaran lain, juga bisa menambah motivasi, apalagi jika ternyata reaksi atau responsnya juga positif alias dia punya perasaan yang sama dengan perasaaan kamu. 

“Atau, ya sudah, terserah reaksinya mau seperti apa, yang penting sudah mengutarakan perasaan. Yang jelas, semua keputusan pasti memiliki resiko,” lanjut Nina yang menganggap menikahi sahabat lebih banyak sisi positifnya.

“Karena kan, sudah saling kenal, jadi lebih bisa menerima perbedaan, lebih terbuka, lebih bisa curhat, dan kalau sudah bersahabat lama, masing-masing sudah tahu bagaimana cara menyelesaikan masalah yang mungkin timbul. Bahkan, bisa jadi sudah sering berantem dan berbaikan lagi. Intinya, jauh lebih banyak sisi positifnya daripada sisi negatifnya,” tutup Nina. 

Recommended Articles