28

AUG 19

Tim writer GoodLife

Keren! 7 Desa Kain Tenun Ini Wajib Dikunjungi Para Traveler

Wah, bisa nambah koleksi kain nih.

Traveling ke pelosok Indonesia memang enggak ada habisnya. Selain bisa menikmati pesona pemadangan alam, kamu juga bisa berwisata sambil mengenal lebih dekat dengan kebudayaan asli dari berbagai daerah di Nusantara.

Salah satunya adalanya mengunjungi desa tenun. Di sini, selain bisa melihat langsung pembuatan kain khas Indonesia, kamu juga bisa berinteraksi dengan penduduk desa yang masih setia mempertahankan kebudayaan turun-temurun dari nenek moyang mereka membuat kain.

 

Berikut ini 7 desa tenun yang bisa kamu kunjungi.

 

1.  Desa Sade, Lombok, NTB

Di desa ini, kaum perempuan dari suku Sasak wajib bisa menenun sejak kecil. Jika kamu ke Desa Sade, kaum perempuan biasanya menenun di teras rumah mereka yang bentuknya masih sangat tradisioal.

Selain bisa melihat langsung para perempuan menenun, kamu juga bisa langsung membelinya dari tangan mereka dengan harga yang jauh lebih murah dibanding di toko souvenir.

 

2.  Desa Wisata Gamplong, Yogyakarta

Puas traveling ke candi, pantai, dan wisata kuliner di jl. Malioboro, mungkin ini saatnya kamu mengunjungi Desa Wisata Gamplong. Di sini kamu bisa melihat para perajin menenun kain menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM).

Kamu juga boleh mencoba belajar menenun di sini dengan perajin langsung. Tapi jangan berharap langsung bisa ya karena diperlukan latihan dan ketelatenan yang terus-menerus.

Puas melihat dan belajar menenun, kamu bisa membeli beragam kerajinan tenun yang dipajang di satu galeri, mulai dari kain, tas, hingga pernak-pernik menggunakan kain tenun.

 

3.  Desa Tenganan, Bali

Kain tradisional khas Desa Tenganan ini disebut gringsing. Jika berkunjung ke desa ini, kamu bisa melihat para perempuan menenun kain gringsing bersama-sama di pendopo yang berjejer.

Kain gringsing sudah terkenal hingga ke mancanegara. Jika ingin membelinya, kamu bisa langsung mendatangi toko di desa tersebut. Harganya dimulai dari Rp300.000an.

 

4.  Desa Sulaa, Baubau, Sulawesi Tenggara

Desa Sulaa juga dikenal dengan nama desa warna-warni. Hal ini karena rumah-rumah desa yang terletak di pinggir pantai ini memang dipenuhi murah dan dicat warna-warni untuk menarik wisatawan.

Jika berkunjung ke sini, kamu bisa melihat langsung para perempuan menenun kain dengan cara yang masih tradisional. Untuk membuat satu lembar kain tenun, rata-rata dibutuhkan waktu 7-12 hari. Selain bisa melihat langsung, kamu juga bisa minta diajari cara menenun kain di sini.

 

5.  Desa Tlingsing, Klaten, Jawa Tengah

Kabupaten Klaten terkenal sebagai daerah penghasil tenun lurik di Jawa Tengah. Salah satu desa yang paling banyak perajin tenun lurik adalah Desa Tlingsing. Hampir di setiap rumah, ibu-ibu menenun dengan ATBM yang mengeluarkan bunyi sangat khas.

Kamu bisa melihat langsung para perajin, yang lebih banyak didominasi perempuan paruh baya ini tekun menyelesaikan kain luriknya.

 

6.  Desa Pajam, Wakatobi, Sulawesi Tenggara

Kain tenun khas Wakatobi, yaitu ragi untuk laki-laki yang ditandai motif kotak-kotak warna gelap dan laga, kain tenun untuk perempuan dengan corak garis-garis berwarna terang.

Hampir semua traveller yang mengunjungi Wakatobi, pasti akan menyempatkan diri untuk mampir ke Desa Pajam untuk melihat pembuatan langsung kain tenun ini. Selain unik karena masih menggunakan cara tradisional, para perajin juga menggunakan pewarna alami, seperti kunyit untuk warna kuning dan nila untuk warna biru.

 

7.  Dusun Sulur Medan, Sambas, Kalimantan Barat

Tak seperti di desa tenun lainnya, di Dusun Sulur Medan, kerajinan menenun juga dilakukan oleh kaum laki-laki dan perempuan. Cara pembuatan kain tenun yang dikenal dengan kain tenun Sambas ini juga masih menggunakan cara tradisional.

Coraknya yang rumit dan memakan waktu cukup lama membuat kain tenun Sambas dijual dengan harga yang lumayan tinggi, yaitu mulai Rp1 jutaan hingga Rp4 jutaan.

 

Gimana, sudah mulai tergerak belum untuk coba melihat langsung ke desa-desa tenun? Karena dengan semakin kita mengenal lebih dekat kekayaan budaya Indonesia, membuat kita makin bersyukur hidup dan tinggal di Indonesia. Sebagai penutup, boleh dong kalau kamu punya budget lebih, gak hanya melihat aja tapi dibeli juga kain tenunnya biar para pengrajin di sana terus semangat membuat karya-karya indah. Bisa untuk koleksi kamu ataupun dijadiin pakaian, setuju?

 

Recommended Articles