20

AUG 19

Tim writer GoodLife

Agar Maksimal, Ini Olahraga yang Sesuai Bentuk Tubuh!

Ternyata, olahraga juga harus disesuaikan dengan bentuk tubuh. Olahraga yang sesuai dengan bentuk tubuh akan memberikan manfaat kesehatan yang maksimal.

Menurut Dr. Hario Tilarso, Sp.KO, secara fisik ada 3 bentuk tubuh manusia, yaitu ectomorph (kurus), mesomorph (sedang), dan endomorph (besar). Bentuk tubuh ecomorph memiliki tubuh yang kurus dan tulangnya kecil karena rangka tubuhnya juga kecil. Contohnya orang Asia termasuk Indonesia. 

Pemilik bentuk tubuh endomorph memiliki tulang yang besar, lemaknya juga banyak. Contohnya orang-orang Eropa. Sementara pemilik bentuk tubuh mesomorph cenderung bertubuh sedang atau ideal. 

Si ecomorph atau si kurus sebaiknya memilih olahraga yang membutuhkan speed seperti berlari atau bersepeda. Dalam dunia olahraga prestasi, misalnya bulutangkis, pemilik bentuk tubuh ecomorph ini mendominasi. Contoh lain orang Afrika kebanyakan jago lari karena tubuhnya yang kurus dan ringan. Apalagi didukung kebiasaan sehari-hari di daerah asal mereka yang memang sering berlari.

Sementara pemilik tubuh endomorph tak dianjurkan berlari karena tubuhnya yang terlalu berat sehingga justru bisa memicu cedera. “Berlari itu benturannya keras. Ketika kaki menapak ke tanah, beban yang harus ditanggung bisa 8 kali berat badan,” kata spesialis Kedokteran Olahraga dari RS Premier Bintaro ini.

“Orang bertubuh besar atau gemuk yang sering lari lama-lama kaki dan lututnya akan rusak. Sebaiknya pilih olahraga yang tanpa weight bearing (tumpuan kaki) seperti berenang atau bersepeda. Pemilik tubuh sedang atau mesomorph boleh melakukan semua jenis olahraga.

Secara umum, olahraga memang sangat penting bagi semua bentuk tubuh. Lakukan 3-5 kali seminggu. “Olahraga teratur akan membantu menjaga berat badan agar tidak berlebih serta memperkuat otot-otot jantung.” 

Itu sebabnya dianjurkan untuk juga melakukan latihan beban supaya otot-otot tubuh kuat. “Kalau otot-ototnya kuat, sendi pun akan kuat sehingga tidak mudah cedera,” tambah Hario. Sementara perempuan seringkali enggan melakukan olahraga beban karena takut ototnya jadi besar. Mereka cenderung memilih olahraga yang lebih banyak menuntut kelenturan tubuh seperti aerobik, senam, yoga.

 

Recommended Articles