25

SEP 19

Tim writer GoodLife

Belajar Yuk! Langkah Menyusun Portofolio Investasi Biar Tambah Paham

Menuju milenial "start young, start strong"

Investasi merupakan salah satu cara mengembangkan harta atau uang lewat imbal hasil yang diperoleh. Belakangan ini iklan-iklan tentang platform investasi online banyak sekali bertebaran di sosial media ataupun di portal berita. Berkat kemajuan teknologi, kamu sudah tidak perlu lagi bersusah payah datang ke tempat penyedia produk investasi.

Berbagai tawaran menarik pun kerap digencarkan oleh mereka, dengan beraneka ragam produk investasi yang bisa kamu pilih melalui online. Yang kamu lakukan adalah cukup mengunjungi website penyedia investasi, lalu kamu sudah dapat memulai berinvestasi.

Namun sebelum kamu masuk ke dunia tersebut gak ada salahnya kamu mengerti lebih dalam lagi bagaimana menyusun portofolio investasi agar imbal hasilnya bisa maksimal.

Kehadiran generasi milenial telah mengubah banyak hal, mulai dari gaya berbelanja hingga gaya makan. Satu lagi, generasi yang lahir antara awal tahun 1980-an hingga akhir tahun 1990-an ini juga memiliki gaya berinvestasi yang unik.

Contoh, mereka tak lagi menempatkan tabungan pensiun pada daftar top of mind investasi mereka. Apalagi, kebanyakan dari mereka juga tak berniat untuk bekerja kantoran sampai uzur. Yang ada, mereka sibuk berkutat dengan tagihan atau “hutang” sebagai konsekuensi gaya hidup mereka.

Hasil Transamerica Retirement Survey menunjukkan bahwa hanya 45% milenial yang menganggap tabungan hari tua atau tabungan pensiun sebagai prioritas. Sebanyak 67% yang lain beranggapan bahwa yang lebih penting adalah bagaimana melunasi tagihan atau hutang-hutang.

Bagaimanapun, investasi merupakan cara mengelola keuangan yang paling tepat. Investasi adalah cara mengembangkan uang dengan menempatkannya pada instrumen-instrumen investasi. Tujuannya untuk mendapatkan imbal hasil atau return yang positif sehingga nilai harta atau uang akan berkembang. Beberapa jenis instrumen investasi antara lain deposito, obligasi, reksadana, saham properti, dan lainnya. 

Kapan bisa mulai berinvestasi? Sedini mungkin, yang penting kondisi keuangan sudah cukup baik dan memiliki dana atau tabungan yang bisa disisihkan untuk berinvestasi. Dana ini sebaiknya merupakan dana menganggur, artinya di luar dana untuk kebutuhan sehari-hari, sehingga jika terjadi kerugian, kondisi keuangan kita tetap aman. 

Tentukan lebih dulu tujuan dan rentang waktu investasi. Misalnya untuk membeli rumah, dana pendidikan anak, dana pensiun, dan sebagainya. Investasi juga tak harus dimulai dengan dana yang besar. Saham misalnya, bisa dibeli dengan modal cukup Rp100 ribu. Setelah dana siap, langkah berikutnya adalah menyusun portofolio investasi. Portofolio investasi merupakan kumpulan instrumen investasi juga merupakan diversifikasi investasi supaya resiko bisa dikelola dan diminimalisir.

Resiko investasi biasanya berhubungan dengan tipe investor. Ada beberapa tipe investor, seperti investor defensif yang cenderung menghindari resiko kerugian, investor konservatif yang lebih memilih investasi yang aman, dan investor tipe agresif yang berani menempatkan dana untuk investasi beresiko tinggi seperti saham. 

Sesuaikan portofolio investasi dengan tipe investor. Misalnya investor tipe konservatif sebaiknya memilih investasi yang kecil resikonya, seperti deposito atau obligasi. Yang harus dipahami, imbal hasil investasi tak selalu bergerak naik, terkadang juga turun sehingga menimbulkan kerugian. Oleh karenanya, lakukan penyesuaian portofolio secara berkala agar portofolio investasi tetap sehat. 

 

Recommended Articles