31

AUG 19

Tim writer GoodLife

Kamu dan Dia Pasangan Konsumtif ?

Ini lho solusinya

Banyak anggapan bahwa yang bisa boros itu hanya perempuan aja. Perempuan sangat konsumtif, terutama untuk beli baju, perlengkapan make up sampai biaya perawatan kecantikan di salon.

Tapi, cowok pun sebenarnya juga banyak yang boros, misalnya untuk beli game, modifikasi mobil atau motor, koleksi sneakers, hingga gonta-ganti jam tangan atau laptop.

Sifat konsumtif masyarakat Indonesia memang sudah sangat tinggi. Apalagi kini kemudahan belanja hanya di ujung jari alias belanja online.

Nah, bagaimana jika kamu orang yang boros, kemudian punya pasangan yang jiwa konsumtifnya juga tinggi?

 

Menurut financial planner Aulia Akbar dari Smart Money, ada beberapa cara yang bisa dilakukan agar keuangan kalian tetap sehat.

 

1.  Menyusun Anggaran Pengeluaran

Banyak yang menganggap sepele soal menyusun anggaran pengeluaran setiap bulannya. Padahal, dengan punya anggaran pengeluaran, kamu dan dia bisa mengetahui kemana saja uang kamu habiskan dan seberapa banyak sisanya.

“Saya punya metode namanya zero budgeting. Jadi setelah mencatat semua pengeluaran, mulai dari kebutuhan pokok hingga biaya lifestyle, ketika ada sisanya, itu langsung dimasukkan ke pos dana darurat atau investasi,” kata Aulia.

Menyusun anggaran ini, lanjut Aulia, harus rutin dilakukan setiap bulan dan secara rinci dituliskan semua pengeluaran. “Kalau tidak ada penyusunan anggaran sama sekali, itu bisa lebih parah lagi borosnya. Kadang sudah diatur aja, masih ‘bocor’ sana-sini.”

 

2.  Joint Income

Trik ini khusus untuk pasangan yang sudah menikah. “Jadi pendapatan suami dan istri disatukan lalu dipergunakan sesuai dengan budgeting yang sudah ditulis di awal bulan.”

Jika pasangan sama-sama suka belanja, anggarkan juga berapa nominal yang bisa mereka gunakan masing-masing selama satu bulan ini, misalnya untuk membeli alat kosmetik atau biaya ngopi di kafe. 

 

3.  Hindari Berutang

“Hindari utang atau kredit, apalagi jika hanya untuk belanja ini-itu yang kurang penting. Kamu boleh ngutang atau kredit hanya untuk beli rumah. Untuk kredit mobil pun, kalau rumah kamu masih ada angkutan umum, sebaiknya gunakan angkutan umum. Jangan mudah berutang atau kredit karena beban bunganya itu sangat besar sekali,” jelas Aulia.

Aulia juga mengingatkan jika harus kredit rumah, pastikan cicilannya tidak lebih dari 30 % dari gaji.

 

4.  Ikut Asuransi Jiwa

Yang namanya orang konsumtif, pasti sangat susah untuk nabung. “Kamu bisa menyiasatinya dengan ikut asuransi jiwa yang manfaat pertanggungannya sampai Rp1 miliar. Jadi kamu punya kewajiban menyisihkan uang untuk bayar premi per bulan. Manfaat lainnya, kalau dia sakit, sudah di-cover asuransi jadi enggak bikin susah keluarga,” jelas Aulia.

Recommended Articles