18

SEP 19

Tim writer GoodLife

Trik Makan Gorengan Tapi Tetap Sehat. Penasaran?

Bakwan goreng di atas meja? Serbuuu~

Hampir semua orang suka makanan yang digoreng. Ayam goreng, tempe goreng, tahu goreng, dan sebagainya bahkan sudah menjadi menu sehari-hari kita. Selain lebih praktis, juga lebih gurih dan kaya cita rasa, meskipun kandungan kalorinya tak bisa dibilang rendah. Makan makanan yang digoreng juga akan memicu kenaikan berat badan, tetapi  semua ini sebenarnya bisa dihindari. Caranya? 

 

1.  Jangan lupa sayuran dan rumput laut yang kaya serat

Untuk menekan penyerapan lemak dari makanan yang digoreng, ada baiknya konsumsi makanan tinggi serat untuk membantu meningkatkan fungsi pencernaan dan menurunkan kadar kolesterol. Misalnya sayuran seperti lettuce dan kol, rumput laut, dan jamur (Eringi, Maitake, Shiitake, dan lain-lain).

 

2.  Makan dengan sup hangat

Tambahkan sup hangat sebagai menu pendamping makanan gorengan. Sup akan membantu meningkatkan fungsi pencernaan sehingga mengurangi resiko makan makanan yang digoreng terlalu banyak. Jadi, jangan lupa sediakan sup hangat setiap kali akan makan makanan yang digoreng.

 

3.  Minum teh oolong

Teh oolong adalah minuman yang paling cocok untuk menemani makanan yang digoreng, ketimbang air biasa atau tee biasa. Ini karena teh oolong mampu menekan penyerapan lemak dan membakar kalori. 

 

4.  Pilih minyak yang tepat

Ada banyak jenis minyak. Ketika minyak teroksidasi saat dipakai mengoreng, saluran pencernaan akan tertekan sehingga memperburuk pencernaan dan penyerapan makanan. Dengan kata lain, lemak pada makanan yang digoreng akan lebih sulit dicerna dan diserap sehingga memicu kegemukan. Pilih minyak yang tidak mudah teroksidasi seperti minyak zaitun, minyak canola, minyak bunga matahari, atau minyak kelapa. 

 

5.  Tambahkan keju

Kamu bisa menambahkan keju parut sebagai bumbu makanan yang akan digoreng. Keju parut mengandung vitamin B2 yang bisa membantu memetabolisme lemak. Aroma keju juga akan menambah enak makanan sehingga tak perlu menambahkan saus, yang berarti menambah jumlah kalori. 

 

6.  Pakai tisu dapur untuk meniriskan makanan

Setelah menggoreng makanan dengan sedikit minyak, bungkus makanan dengan tisu dapur, lalu tiriskan. Tisu dapur akan menyerap minyak sehingga mengurangi jumlah lemak yang dikonsumsi. Bisa juga tisu dapur diletakkan di atas piring lalu taruh makanan tadi di atasnya.

 

7.  Makan segera setelah digoreng

Minyak pada makanan yang digoreng akan teroksidasi jika terlalu lama didiamkan. Jadi, sebaiknya makan makanan yang digoreng segera sehingga belum teroksidasi. Sebaiknya goreng sendiri daripada beli makanan gorengan di luar. Dengan begitu kita tahu seberapa banyak minyak yang dipakai dan seberapa lama makanan tersebut sudah digoreng. 

 

8.  Hindari pakai saus atau mayonais

Makanan yang digoreng deep frying biasanya berminyak dan tinggi kalori. Kalori akan semakin tinggi jika kita menggunakan saus atau mayonais. Jadi, hindari mengonsumsi makanan gorengan dengan saus atau mayonais. Kalau kurang gurih, lebih baik tambahkan sedikit garam.

 

9.  Minum jus lemon

Minum jus lemon sebagai teman makan makanan gorengan sangat disarankan karena jus lemon akan meningkatkan rasa gurih tanpa menambahkan kalori. Asam sitrat yang ada pada lemon akan meningkatkan metabolisme dan membantu membakar karbohidrat serta lemak.

 

10.  Makan di pagi hari

Kapan sebaiknya makan makanan yang digoreng? Sebaiknya makan di pagi hari atau siang hari. Pada waktu-waktu ini, kalori yang terbakar akan diubah menjadi energi untuk melakukan kegiatian sehari. Sementara pada malam hari, kalori pada makanan gorengan tidak akan diubah menjadi energi karena akan tidur. Yang ada kalori akan diubah menjadi lemak sehingga memicu kenaikan berat badan.

 

Nah, ternyata ada kan trik-triknya untuk meminimalisir efek jahat dari gorengan tersebut,  asal jangan terlalu banyak dan sering mengonsumsi gorengan aja yah goodpeeps. 

Recommended Articles