19

SEP 19

Tim writer GoodLife

Keren dan Inspiratif! Ini Sociopreneur Muda Yang Patut Dikagumi

Jika kebanyakan anak muda setelah lulus kuliah berpikir bagaimana bekerja di sebuah perusahaan besar atau menjadi entrepreneur, tidak begitu dengan keempat orang ini.

Mereka sociopreneur muda Indonesia yang anti mainstream, mengembangkan wirausaha yang tidak hanya berfokus pada profit tapi juga bagaimana usaha mereka memberikan manfaat untuk masyarakat.

Semangat dan niat mereka harus diacungi jempol nih.

 

1.  Azalea Ayuningtyas, CEO Du’Anyam

Lulus dari Harvard University, AS, Ayu begitu panggilan akrabnya, justru tertarik untuk membantu para perempuan di Flores, NTT untuk memasarkan hasil kerajinan anyaman mereka ke pasar yang lebih luas.

(image : Azalea Ayuningtyas_www.duanyam.com)

Niat baik Ayu terbetik karena miris melihat ibu dan anak-anak di Flores mengalami malnutrisi karena keterbatasan ekonomi. Ayu dan 6 orang temannya kemudian membantu perempuan dari 15 desa di Flores untuk memproduksi anyaman dari daun lontar untuk dibuat tas, sepatu, dan aneka souvenir lainnya.

Du’Anyam kemudian membantu memasarkan aneka anyaman tadi ke pasar-pasar yang lebih luas, misalnya hotel, pusat perbelanjaan di kota besar, hingga diekspor ke luar negeri.

 

2.  Alfatih Timur, pendiri Kitabisa.com

Kamu pasti sangat familiar dengan situs penggalangan dana Kitabisa.com ini. Alfatih Timur atau Timi ini sudah menangani berbagai proyek sosial. Kemudian ia semakin menseriusi wirausaha sosial ini dengan membuat program urun dana (crowdfunding) Kitabisa.com.

Timi mengaku terinspirasi dari ayahnya yang suka membaktikan dirinya bagi orang lain. Namun ia memilih membuat situs penggalangan dana ini agar bisa bertahan lama dan membantu banyak orang.

 

3.  Agis Nur Aulia, pendiri Jawara Banten Farm

Tidak banyak anak muda yang tertarik pada bidang pertanian. Namun Agis Nur Aulia justru berbeda.

Sarajana muda cumlaude dari Universitas Gajah Mada ini justru kembali ke kampung halamannya dan mendorong program swasembada pangan dengan merintis usaha peternakan sapi perah, kambing etawa, dan domba.

Bukan saja mengajak pemuda lain untuk ikut memajukan ekonomi desa, lewat Jawara Banten Farm, Agis juga sudah membagikan ilmu pertanian dan peternakan kepada lebih dari 500 petani dari berbagai daerah di Indonesia.

 

4.  Nathania B. Zhong, Co-founder The Springwater

Anak dari Basuki Tjahaja Purnama ini bersama teman-temannya mencoba membuat proyek bantuan air bersih. Dibanding sociopreneur yang lain, mungkin para pendiri The Spring Water Indonesia inilah yang paling muda. Di usia mereka yang rata-rata 16 tahun, ketiga remaja ini sudah memikirkan bagaimana cara membantu orang lain.

Nathania menyebutkan bahwa mereka sangat menaruh perhatian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Mereka pun mengerjakan proyek bantuan air bersih ini ke desa-desa karena bagi mereka, air bersih merupakan kebutuhan hak asasi setiap orang. 

Proyek bantuan air bersih ini sudah menjangkau beberapa desa di Indonesia, salah satunya Desa Rancabungur, Bogor, Jawa Barat.

>>>>>

Setelah melihat kegiatan mereka, gimana tanggapanmu goodpeeps? Apa yang sudah kamu lakukan untuk lingkungan di sekitarmu? Well, gak ada kata terlambat kok kamu pun juga bisa bergerak memulai sesuatu dari lingkup yang kecil namun bisa memberikan dampak besar bagi lingkungan dan masyarakat. Bukan cuma profit, tapi kamu juga bisa merasakan kebahagiaan dengan membantu dan berguna bagi orang lain. Setuju?

Recommended Articles