04

OCT 19

Tim writer GoodLife

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Binge Eating Disorder

Emotional eating yang tidak ditangani dengan tepat bisa berkembang menjadi Binge Eating Disorder. Cari tahu lebih lengkap, yuk!

Binge eating disorder (BED) dan emotional eating sama-sama merupakan penyimpangan perilaku makan yang dipicu oleh gangguan psikologis. Apa bedanya? Yuk, ikuti penjelasan dari dokter gizi RS Harapan Bunda dr. Louise Kartika Indah, M.Gizi, Sp.GK

1.  Pada kasus BED orang sulit menahan dorongan makanan apapun dan dalam jumlah yang sangat banyak. Sedangkan pada kasus emotional eating orang cenderung makan junkfood dalam jumlah sedikit hingga banyak.

2.  Kondisi BED lebih parah ketimbang emotional eating. Jika tidak diatasi dengan tuntas, kasus emotional eating bisa berkembang menjadi BED.

3.  BED bukan sekadar gangguan emosi berupa sedih atau kecewa seperti halnya emotional eating, tetapi gangguan psikologisnya mengarah ke gangguan kejiwaan seperti depresi, bipolar, atau trauma emosional yang dia simpan.

4.  Orang yang mengalami BED biasanya akan makan ngumpet-ngumpet. Dia tidak ingin orang melihat karena dia tidak secure dengan body imagenya.

5.  Setelah makan banyak,  biasanya penderita BED merasa menyesal dan merasa benci pada dirinya. “Pasien-pasien BED ini ada yang juga mengidap bulimia. Karena dia merasa bersalah telah banyak makan, dia coba memuntahkan makanan yang sudah ia makan,” terang Louise.

6.  Bedanya lagi, kalau emotional eating hanya terjadi pada saat terpapar emosi negatif, sementara BED bisa terjadi lebih dari sekali seminggu dalam jangka waktu lama.

7.  Emotional eating lebih banyak diderita wanita, sedangkan BED bisa diderita pria maupun wanita.

Kalau kamu atau teman kamu ada yang memperlihatkan ciri-ciri tadi, lebih baik untuk menyegerakan diri untuk mengatasi dengan tepat. 

“Cari bantuan terapi ke psikolog/psikiater karena BED termasuk gangguan psikologis yang berat. Biasanya penderita BED pun tidak fully aware. Malah banyak yang justru orang terdekatnya yang mengamati dan menyarankan dia untuk mendapat pertolongan,” terang Louise.

Efek BED paling parah adalah gangguan kejiwaannya semakin berat. “Sedangkan dari sisi nutrisinya, bisa berat badan berlebih dan penyakit obesitas pun mengancam, seperti hipertensi, diabetes, jantung,” jelas Louise.

Lalu siapa saja sih yang bisa menderita BED? Ternyata bisa dari usia remaja sampai tua lho. Yah remaja sekarang cukup rentan sekali mengidap BED karena masalah body image. “Tapi jangan salah, ibu-ibu muda sekarang juga banyak terkena bisa karena tuntutan sosial dan psikologis.”

Namun, kamu gak perlu khawatir nih goodpeeps, supaya enggak kena BED mulai sekarang cobalah perbanyak kegiatan positif, jauhi toxic people, hindari juga terlalu banyak main medsos. Yang gak kalah penting fokus pada makanan sehat dan sempatkan diri kamu berolahraga seperti yoga serta tidur yang cukup. 

Masih cukup stres? Carilah seseorang yang bisa diajak bicara. Social support system  dianggap cukup membantu untuk mengurangi resiko kebiasaan tidak sehat kita seperti emotional eating

Recommended Articles