25

NOV 19

Tim writer GoodLife

Jadi Anak Emas Bos, Ini Plus Minusnya

Jadi anak emas bos itu jadi dambaan setiap orang.Bayangan akan mendapat berbagai fasilitas dan kemudahan dalam hal pekerjaan pasti ada di dalam benak kamu. Tapi apa benar jadi anak emas bos selalu memberikan keuntungan?

Nah, sebelum membahas plus minus jadi anak emas si bos, Zahrasari Lukita Dewi, S.Psi. Msi, psikolog yang juga dosen di Universitas Unika Atmajaya ini menyebutkan bahwa ada beberapa alasan seseorang jadi anak emas si bos.

“Misalnya karena nepotisme atau titipan dari atasannya lagi, karena kompetensi seseorang yang jauh di atas teman-teman kerjanya yang lain, kecocokan personalities dengan atasan, atau kita tipe karyawan yang gampang diatur n selalu mau mengerjakan apapun yang ditugaskan pada kita,” kata psikolog yang kerap disapa Aya ini.

Kalau kebetulan kamu yang jadi anak emas si bos, kata Aya, sebaiknya ketahui lagi apa yang menyebabkan kamu mendapat posisi seperti itu.

Berikut ini plusnya jadi anak emas bos.

1.  Peluang Ide Kita Diterima atau Didengar

“Biasanya karena faktor kedekatan dengan atasan, membuat kita punya kesempatan lebih besar untuk memberi ide atau ide kita diterima dan didengar,” kata Aya.

2.  Jenjang Karier yang Lebih Terbuka

Bukan rahasia lagi kalau jadi anak emas bos maka jenjang karier kamu akan lebih terjamin. Jika karyawan lain berusaha agak keras untuk mendapatkan jenjang karier, maka anak emas mungkin lebih mudah mendapatkannya.

3.  Fasilitas dan Kemudahan

Kamu enggak perlu minta hingga dua kali untuk mendapat fasilitas tertentu, pasti sudah dikabulkan. Selain itu, untuk mengerjakan pekerjaan, kamu juga bakalan mendapat banyak kemudahan.

 

Tapi selain nilai plus, jadi anak emas bos ternyata juga punya nilai minusnya lo. Seperti yang dijelaskan oleh Aya berikut ini.

1.  Sungkan Melontarkan Kritik

“Lantara kedekatan kita dengan bos, biasanya malah jadi sungkan untuk memberikan kritik pada bos. Padahal kita tahu, misalnya apa yang dilakukan bos salah tapi kita sungkan untuk mengkritik karena menjaga perasaan bos,” kata Aya.

2.  Tidak Subyektif

Karena kedekatan dengan bos, kita jadi sulit untuk bertindak subyektif dalam memberi saran dan masukan. Kebijakan apapun yang dikeluarkan bos, kita menganggapnya baik dan bagus karena sulit untuk menjadi obyektif. “Kita jadi sulit mengeksplor ide-ide di kepala kita karena terbentuk perasaan sungkan tadi.”

3.  Perlu Usaha Lebih Besar Untuk Meyakinkan

“Balik lagi ke alasan kita jadi anak emas si bos. Kalau karena nepotisme, akan timbul pandangan dan keraguan rekan kerja lain pada kemampuan kita. Jadi kita butuh effort lebih besar untuk membuktikan kemampuan kita.”

Setelah tahu plus minusnya, kamu masih berangan-angan jadi anak emas si bos nggak nih?

Namun yang pasti, bekerja dengan hati dan selalu memberikan yang terbaik, itu yang lebih penting. Karena bos dan perusahaan pasti enggak akan menutup mata dengan performa kamu yang bagus.

ANAK EMAS CAREER RELATIONSHIP

Recommended Articles