11

OCT 19

Tim writer GoodLife

Boba (Bubble) Menggoda Selera, Tapi....

Boba for life, i like boba...

Boba kini sedang naik daun. Gerai-gerai minuman yang menawarkan boba dengan berbagai variasi bermunculan di sana-sini, bahkan festivalnya pun digelar. Bentuknya memang menggoda selera, apalagi setelah ditambah gula, sirup, maupun susu. Tapi, bagaimana dengan kandungan nutrisinya?

Tampilannya yang bulat hitam kecokelatan memang cantik. Rasanya kenyal penuh kejutan. Boba atau bubble dibuat dari tepung tapioka. Tepung tapioka dikenal sebagai zat pengental (thickening agent) yang biasa dipakai dalam berbagai jenis makanan. Itulah kenapa boba terasa kenyal saat digigit.

Biasanya, minuman boba dicampur dengan teh, susu, atau sirup sebelum disajikan. Pantas saja jika orang jadi jatuh cita pada minuman yang lahir di Taiwan itu. Konon awalnya, butiran boba dibuat pertama kali pada tahun 1986 di kedai teh Hanlin Teahouse di Taiwan dengan warna asli putih. Kemudian, boba pun dibuat cokelat kehitaman.

“Kandungan nutrisi boba nyaris cuma karbohidrat,” kata dokter spesialis gizi klinik, dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK. “Kandungan karbohidratnya cukup tinggi, dalam satu gelas sekitar 40-70gram. Kalorinya juga lumayan tinggi karena biasanya diberi tambahan gula atau sirup,” tambahnya.

Itu sebabnya, minum boba akan segera menyingkirkan rasa lapar. “Minum boba memang mengenyangkan karena kalorinya sama dengan kalau kita makan, yakni sekitar 300-400 kalori,” lanjut Fia, panggilan akrab dr. Fiastuti. “Tapi kita, kan, tidak hanya butuh kenyang. Kita juga butuh nutrisi lain seperti serat, sayur, buah, yang tidak kita dapatkan dari si boba.”

Sebetulnya, boba sendiri tidak berbahaya, artinya tidak langsung memberikan dampak negatif terhadap kesehatan begitu diminum. “Yang penting kita tahu cara mengonsumsinya. Kalau hanya minum seminggu sekali, ya tidak apa-apa. Kan, kita butuh asupan karbo juga.“

Konsumsi minuman boba sebaiknya tidak berlebihan. Pasalnya, karena kandungan nutrisi pada boba hanya karbohidrat dan tinggi kalori, mereka yang punya riwayat diabetes bisa beresiko mengalami komplikasi. “Kalorinya yang tinggi juga bisa membuat gemuk, padahal kegemukan merupakan faktor resiko dari berbagai penyakit seperti diebetes, stroke, hipertensi, penyakit kardiovaskular, dan sebagainya.” 

Jadi, “Selain hanya menambah kalori, boba tidak menawarkan nutrisi lain yang bermanfaat bagi tubuh,” lanjut Fia yang menyarankan untuk menambahkan buah-buahan pada sajian minuman boba. “Jadi, masih ada nutrisi lain yang kita peroleh selain hanya karbohidrat saja,” imbuhnya.

Recommended Articles