06

AUG 19

Tim writer GoodLife

Perlunya milenial Medical Check Up?

ingat ! Lebih baik mencegah dari pada mengobati

Medical Check Up (MCU) sangat diperlukan, tak terkecuali bagi perempuan milenial. Dengan MCU, kondisi kesehatan bisa diketahui dan segera dilakukan penanganan serta pengobatan. 

Generasi milenial dikenal sebagai generasi yang sangat aware terhadap kesehatan. Tetapi, faktanya tak sedikit dari mereka yang masih mengabaikan langkah-langkah pencegahan penyakit, salah satunya melakukan Medical Check Up atau MCU.

 

Ada banyak pemeriksaan atau screening medis yang mesti dilakukan saat MCU. Bisa jadi, banyak di antara generasi ini yang masih bingung, tes atau pemeriksaan mana saja, sih, yang harus diikuti atau dilakukan? Langkah termudah tentu saja berkonsultasi ke dokter. Tanyakan atau minta asesmen kesehatan yang kemudian diikuti rekomendasi tes atau pemeriksaan apa saja yang harus dilakukan, disesuaikan dengan usia dan riwayat kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan secara berkala atau MCU ini jelas sangat diperlukan untuk mendeteksi gangguan kesehatan secara dini, apalagi sekarang penyakit-penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, diabetes, atau stroke, juga mulai menyerang kaum muda.

 

Dengan MCU, kelainan atau gangguan kesehatan dapat segera terdeteksi dan ditangani. Biaya yang mungkin dikeluarkan untuk pengobatan juga akan jauh lebih kecil seandainya penyakit diketahui lebih dini. Paket standar minimal MCU biasanya meliputi anamnesa dan pemeriksaan fisik, pemeriksaan laboratorium, serta rontgen thorax.  terdapat keluhan lain, pemeriksaann tambahan bisa dilakukan, misalnya USG perut dan tumor marker.

Pemeriksaan fisik meliputi pemeriksaan darah dan pemeriksaan fungsi hati serta fungsi ginjal. Pemeriksaan lainnya adalah pemeriksaan gula darah, pemeriksaan mata (visus) dan EKG atau treadmill. Treadmill merupakan pemeriksaan rekam jantung (EKG) yang dilakukan saat pasien melakukan aktivitas pada treadmill atau ban berjalan. Melalui pemeriksaan ini, diharapkan dapat diketahui ada-tidaknya kelainan jantung yang sulit terdeteksi saat pasien dalam kondisi istirahat.

 

Selain pemeriksaan standar, kadang-kadang perlu dilakukan tumor marker bagi perempuan, misalnya kanker ovarium. Jika muncul kecurigaan, dilakukan USG. Untuk perempuan di atas 40 tahun juga dilakukan mamografi untuk memeriksa kemungkinan ada kanker payudara, apalagi jika muncul benjolan di payudara.

Selain lewat mamografi, dianjurkan agar setiap perempuan melakukan deteksi dini kanker payudara sendiri dengan SADARI (periksa kanker payudara sendiri). SADARI dianjurkan dilakukan setiap bulan. Bila terdapat benjolan, segera lakukan USG payudara atau pemeriksaan mamografi.

Pemeriksaan lain yang juga penting bagi perempuan adalah Pap smear atau Pap test. Pemeriksaan ini dilakukan utuk mendeteksi ada-tidaknya kanker leher rahim. Dengan Pap smear secara teratur, perubahan awal sel tumor menjadi sel ganas dapat bisa diketahui sedini mungkin sehingga bisa dilakukan tindakan.

 

Pemeriksaan ini terutama dilakukan bagi perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual dan berusia lebih dari 18 tahun, setiap tahun atau sesuai petunjuk dokter. Sementara pemeriksaan bagi perempuan usia 30-an biasanya dilakukan jika terdapat faktor resiko penyakit kronis genetik atau keturunan.

Hasil MCU ini kemudian akan dikonsultasikan dengan dokter. Jika dibutuhkan, bisa
diberikan obat-obatan, misalnya obat untuk menurunkan kadar kolesterol. Umumnya, pasien muda tak perlu diberi obat. Cukup berolahraga dan mengatur pola makan.

Recommended Articles