28

JUL 19

Tim writer GoodLife

Bertengkar Sehat Dengan Pasangan? Ini Rambu nya

Don't ruin you relationship

Dengan pertengkaran, kamu bisa mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai oleh pasangan. Dengan begitu, hubungan kamu akan lebih kuat dan saling mengerti. Tapi dengan catatan, pertengkaran tadi dilakukan dengan sehat. 

Menurut psikolog Naomi Ernawati Lestari, M.Psi. pertengkaran sehat tujuannya adalah menyelesaikan masalah, bukan bersifat destruktif. “Kalau destruktif, ujung-ujungnya putus atau musuhan,” jelas Naomi.

Karena itu, sebaiknya latih untuk bertengkar sehat. Naomi pun memberi rambunya agar kamu bisa praktikkan dengan pasangan.

 

  1. Mencari Akar Masalah

Bertengkar artinya ada masalah yang memicunya. “Jadi sebaiknya fokus mencari akar masalah dan menyelesaikannya. Bukan saling menyalahi, saya yang benar kamu yang salah. Karena kalau sudah begitu, pasti bikin hubungan tambah renggang,” kata Naomi.

 

  1. Komunikasi yang Jelas

Saat merasa ada masalah, komunikasikan dengan jelas pada pasangan. Sebutkan apa alasan kita marah atau apa yang kita rasakan. Bukan malah nyuruh pasangan suruh cari tahu sendiri.

 

“Kan banyak pasangan yang marah, ditanya kenapa malah jawab ‘cari tau sendiri aja atau kamu kok nggak peka sih’. Padahal kan nggak semua orang bisa baca pikiran pasangannya,” ucap Naomi.

 

Karena yang paling tahu apa yang kita rasakan ya diri kita sendiri. “Jadi harus diutarakan supaya pasangan jadi tahu next-nya apa yang harus dilakukan.”

 

  1. Atur Intonasi

Ini yang sedikit sulit. Saat ada masalah, pasti langsung emosi dan bicara dengan intonasi tinggi. “Padahal kalau kita pakai intonasi tinggi, justru akan memicu emosi pihak lain. Itu akan menyulut emosi yang lebih besar,” ucap Naomi.

 

Sebaiknya, Naomi menyarankan meski emosi, usahakan untuk bicara dengan nada seperti biasa. “Boleh ada penekanan tapi tidak dengan nada tinggi.”

 

  1. Jangan Ungkit yang Sudah Lalu

Yang sering terjadi, saat bertengkar, semua masalah yang telah lalu kembali dibahas. “Padahal seharusnya selesaikan dulu masalah yang terjadi sekaran. Jangan ungkit-ungkit lagi masalah yang lalu karena pertengkaran akan jadi melebar dan tidak menemukan solusi.”

 

Kalau memang masalah yang lalu belum selesai, bicarakan secara terpisah. Kamu dan pasangan harus fokus pada masalah yang ada di depan mata terlebih dahulu.

 

  1. Kenali Gaya Menyelesaikan Pertengkaran

Saat bertengkar, perhatikan gaya pasangan menghadapinya. Ada yang memilih untuk menyelesaikan dan dibicarakan saat itu juga, ada yang memilih butuh waktu untuk menenangkan diri supaya emosinya turun.

 

“Nah kalau gaya kita berbeda dengan pasangan, misalnya pasangan pilih waktu untuk menenangkan, sementara kita lebih suka diselesaikan saat itu juga, nah kita bisa breathing dulu, nulis soal yang yang bikin kita marah lalu cek, baca lagi apa aja yang harus diselesaian pertama sambil nunggu pasangan lebih tenang,” ucap Naomi yang menyebut saat sama-sama tenang, apa yang dibicarakan akan lebih logis.

 

Bertengkar sehat ini, masih kata Naomi, memang harus dilatih terus-menerus. “Kalau perlu bikin kesepakatan, misalnya kalau saya lagi marah, saya nggak suka didebat, mending dengerin aja, begitu juga pasangan. Jadi begitu nanti ada masalah, masing-masing udah tahu apa yang harus dilakukan.”

Recommended Articles