07

NOV 19

Tim writer GoodLife

Mood Swings, Apa dan Bagaimana Mengatasinya ?

Baru aja tertawa bareng tapi enggak lama kemudian, mukanya udah asem? Pernah punya teman kaya gitu? Atau jangan-jangan kamu sendiri yang seperti itu? Nah lho!

Itu artinya kamu sedang mengalami mood swing. Istilah ini mungkin sudah familiar di telinga kamu, tapi tahu enggak sih arti mood swing sebenarnya?

Menurut Denrich Suryadi, M.Psi, psikolog Senior Morphosa, mood swings biasanya digunakan untuk menyebut kondisi perubahan diri yang cukup drastis dalam jangka waktu yang cukup pendek.

Mood swing biasanya digambarkan untuk salah satu gejala gangguan mental yang muncul dan berengaruh terhadap hasil pemeriksaan psikologis seseorang,” jelas Denrich.

Meski termasuk gejala gangguan mental, namun mood swing masih bisa dibilang wajar jika terjadi tidak dalam jangka waktu lama (lebih dari 1-2 bulan) atau dalam frekuensi naik turun berkali-kali dalam 1 hari.

Jika dibiarkan berlaru-larut, mood swing bisa berdampak pada kehidupan karir dan juga sosialmu loh. Misalnya kamu tidak mendapat promosi jabatan karena pihak kantor menilai kamu tidak bisa menguasai emosimu sendiri. Atau dari lingkungan sosial, kamu dijauhi karena jika emosimu gampang sekali berubah.

Nah, kalau kamu sering mengalami mood swing, sebaiknya belajar untuk mengatasinya. Berikut ini tips mengatasi mood swing dari Denrich.

Cari pemicunya

Apabila kita sadar bahwa sesaat sebelumnya kita masih tertawa bahagia lalu mendadak merasa sedih atau down, cek terlebih dahulu dengan mengingat pemicu apa yang menyebabkan kamu mendadak merasa sedih saat ini.

Pertimbangkan alasan

Pertimbangkan apakah alasan tersebut wajar membuat kamu merasa sedih. Ingat kembali berapa kali dan sejak kapan kamu pernah mengalami kondisi seperti ini.

Alihkan ke hal lain

Langkah berikutnya, coba kenali hal-hal apa yang ada di sekitar kita yang dapat membantu kita untuk merasa lebih baik. Membaca, menonton televisi, mendengarkan musik, chat dengan teman, atau coba rasakan stimulus lingkungan yang dapat kita lihat, dengar, rasakan atau sentuh. Cara ini akan membantu otak kita untuk beralih dari emosi menjadi fokus pada hal-hal yang bersifat sensoris.

Tidak mengasingkan diri

Carilah teman, tidak mengasingkan diri. Kita membutuhkan orang lain untuk memberikan masukan atau hal-hal positif lainnya.

Apa ada masalah yang terpendam?

Cari tahu apakah kita selama ini termasuk orang yang reaktif secara emosi contoh seperti mudah panik, cemas atau gugup. Ada kemungkinan kita mudah beralih rasa/emosi karena kita punya masalah psikologis yang belum terselesaikan atau terpendam.

 

Intinya kamu harus lebih aware lagi dengan diri sendiri, adanya support system dari keluarga atau teman yang mengerti keadaan kamu sangat membantu kamu keluar dari kondisi ini. Jika mood swing kamu sudah cukup mengganggu pikiran dan aktivitas, gak perlu malu untuk menghubungi ahlinya seperti psikolog atau dokter. Tetap semangat ya goodpeeps~

PSIKOLOGI MOOD SWINGS

Recommended Articles