14

NOV 19

Tim writer GoodLife

Normalkah Jika Iri Dengan Teman Sekantor?

Don't be jealous! Get inspired.

Kok dia bisa sih mencapai target penjualan tiap bulan? Kok dia bisa sih gonta-ganti tas branded, kan gajinya sama dengan aku?

Yah yang namanya lagi iri hati, hal apa aja ujung-ujungnya bisa jadi julid. Sebenarnya kenapa ya seseorang bisa iri dan bagaimana cara mengatasinya?  

Menurut psikolog Jovita Maria Ferliana, iri adalah perasaan ingin memperoleh sesuatu yang dimiliki orang lain karena kita belum punya atau belum dapat.

Sebenarnya iri adalah perasaan atau sifat yang normal. Bahkan ternyata kita sebetulnya butuh merasa iri, lho. “Iri itu penting agar hidup kita nggak flat. Iri bisa menjadi motivasi mencapai sesuatu yang lebih dari sekarang, asal kadar irinya masih dalam batas normal,” tutur Jovita.

Contohnya iri pada rekan kerja yang mencapai target. “Dia aja bisa masa gue enggak sih, kenapa ya? Apa yang bisa gue pelajari dari dia sehingga bisa mencapai target? Misalnya, oh ternyata dia cara komunikasinya tepat, bikin presentasi yang menarik, membidik konsumen yang tepat, dan sebagainya. Nah, itu iri yang sifatnya masih positif,” terang Jovita.

Yang harus dihindari adalah iri yang sifatnya negatif. Artinya iri yang merugikan diri sendiri. “Kita pengin kayak orang lain tapi jelas-jelas tidak bisa kita capai. Misalnya, kita iri banget rekan kerja liburan ke luar negeri, gonta ganti tas branded, akhirnya kita maksain diri ngutang dan terlilit cicilan kartu kredit. Ini kan merugikan diri sendiri.”

Bagaimana tipsnya agar kita tidak terjebak merasa iri yang negatif?

1.  Harus Selalu Bersyukur 

Bersyukurlah setiap hari atas apa yang kita bisa lakukan, lihat, atau rasakan. Sebutkan satu per satu dalam doa, sebanyak-banyaknya. Kedengarannya klise, ya Goodpeeps, tapi coba deh lakukan pasti kamu bakal merasa lebih tenang.

 

2.  Ketahui Kelebihan Diri Kita

Dengan tahu kelebihan diri sendiri, kita nggak perlu iri sama talenta orang lain. Intinya, kita bisa lebih percaya diri.

 

3.  Refleksi Diri

Setiap kali merasa iri, lakukan break time untuk merefleksi diri. Cari tahu kenapa kamu merasa iri. “Dengan begitu kita memahami diri kita, fokus pada diri sendiri bukan orang lain.”

 

4.  Teman Curhat

Kita butuh teman yang membuat kita bercerita dan mengungkapkan semua yang membuat kita resah untuk mendapatkan perspektif lain dari pemikiran dia. Misalnya, kita selalu iri karena teman kerja selalu bisa mencapai target, “Teman bisa memberi pandangan bahwa kita juga bisa mencapai target dengan melakukan beberapa strategi. Atau, teman akan membesarkan hati kita, meski tidak mencapai target tetapi rekan satu tim suka dengan cara presentasi kamu misalnya.”

 

Intinya, daripada iri sebaiknya percaya dengan kemampuan diri sendiri. Setelah itu berusaha semaksimal mungkin dengan cara yang cerdas. Kesuksesan pasti bakal mengikuti kamu, Goodpeeps. Semangat! 

Recommended Articles