02

NOV 19

Tim writer GoodLife

Traveler Alert! Aturan Unik Yang Harus Kamu Tahu di Daerah Ini

Kamu masih ingat ga? Ketika wisatawan asing asal Rusia dikenakan hukum adat di Bali karena telah lancang menggunakan air suci dari Pelinggih yang berada di kawasan Monkey Forest Ubud, Bali. Dalam video pendek yang viral belum lama ini, terlihat turis pria menciprati bagian bokong turis wanita dengan air suci tadi.

Mereka nggak menyangka kejadian, yang mungkin mereka anggap sepele itu ternyata berdampak besar dan memicu kemarah masyarakat Bali. Selain mengunggah video permintaan maaf, mereka juga dihukum adat dengan diwajibkan berpartisipasi dan membantu sebagian biaya upacara yang diadakan di salah satu pura.

Penyebab utama peristiwa ini adalah ketidaktahuan mereka tentang hukum adat yang berlaku di sana. Nah, nggak mau kejadian seperti itu terjadi sama kamu ketika traveling, kan? Makanya yuk jadi traveller keren yang mentaati aturan tak tertulis di masing-masing daerah, seperti pepatah bijak, “Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.”

Berikut ini beberapa aturan tak tertulis yang harus kamu ketahui agar tak melanggarnya ketika traveling ke sana.

1.  Jangan Menolak Pinang di Papua

Jika berkunjung ke sebuah rumah di Papua lalu si tuan rumah menyodorkan pinang, terima dan jangan ditolak. Menolak pemberian pinang dianggap tidak sopan karena sama aja nggak mau menerima penghormatan yang diberikan tuan rumah.

Bagi masyarakat Papua, mengunyah pinang bersama-sama adalah salah satu bentuk pembangun silaturahmi dan persaudaraan.

 

2.  Jangan Menyentuh, Apalagi Menginjak Sesajen di Bali

Bentuk penghormatan masyarakat Bali pada dewa adalah mempersembahkan sesajen. Biasanya sesajen ini diletakkan hampir di setiap sudut tempat, misalnya di gerbang, teras rumah, di depan toko, atau sudut penginapan.

Selain kembang, sesajen ini juga biasanya diisi dengan berbagai macam makanan misalnya permen atau biskuit.

Meski sesajen terlihat sudah lama dan layu, tapi jangan sekali-kali menyentuhnya. Kamu dianggap lancang dan bisa mendapat musibah jika berani menyentuh apa yang dipersembahkan untuk dewa.

 

3.  Dilarang Memotret atau Video Suku Baduy di Kawasan Baduy Dalam

Kawasan Baduy Dalam terkenal masih menjunjung tinggi aturan adat dari para leluhurnya. Saat berkunjung ke sini, selain kamu dilarang menggunakan sabun dan bahan kimia lainnya, juga dilarang memotret atau membuat video.

Entah apa alasannya, belum jelas namun sebagai tamu, sepatutnya kita hormati aturan tak tertulis selama berada di daerah tersebut.

 

4.  Meniru Dialek Batak yang Dibuat-Buat di Medan

Mungkin selama ini banyak komedian yang suka meniru dialek Batak sebagai bahan becandaan dan berhasil memancing tawa orang.

Tapi jangan sekali-kali kamu lakukan saat berada di tengah-tengah masyarat Batak. Mungkin niat kamu ingin mengakrabkan diri dengan berdialek Batak yang buat-buat. Tapi percayalah, hal itu justru dianggap tidak sopan.

 

5.  Berjalan Tergesa-gesa dan Menghalangi Jalan di Padang

Selama traveling di Padang, sebaiknya kamu berjalan jangan terburur-buru atau tergesa-gesa dan menghalangi jalan orang lain yang sedang berjalan.

Dalam tata krama Suku Minangkabau, berjalan tergesa-gesa dan menghalangi jalan orang lain disebut sumbang jalan. Jika melakukan hal itu, kamu dianggap kurang sopan dan bisa mendapat kualat.

 

Hal yang mungkin dianggap sepele ternyata sangat penting ya goodpeeps. Dengan kamu mengetahui dan mentaati aturan adat daerah setempat, acara traveling kamu pasti akan berjalan lancar dan nggak akan mengalami hal nggak menyenangkan.  Jangan lupa untuk selalu bersikap ramah dan menghormati orang lain. Don't destroy what you came to enjoy.

 

TRAVEL WISATA DESA ADAT ATURAN ADAT

Recommended Articles