06

NOV 19

Tim writer GoodLife

Konsumsi Lemak Boleh-Boleh Saja, Asal…

Gorengan. Ya, siapa yang tak kenal camilan yang satu ini? Sebagai salah satu street food Indonesia, hampir semua orang suka gorengan. Padahal, gorengan sebetulnya tak sehat karena kandungan lemak transnya yang tinggi.

Mendengar kata ‘lemak’, pikiran kita pasti langsung terbang ke penyakit atau gorengan di kaki lima yang menggoda selera. Lemak memang sering dituding sebagai penyebab berbagai penyakit seperti kolesterol, hipertensi, diabetes, maupun penyakit jantung. Padahal, lemak sebetulnya sangat dibutuhkan tubuh. 

Tubuh membutuhkan lemak untuk menjalankan fungsinya. Ada 2 jenis lemak, yakni lemak baik (lemak tak jenuh) dan lemak jahat (lemak jenuh dan lemak trans). Beberapa manfaat lemak antara lain sebagai sumber energi, membantu penyerapan vitamin, membantu produksi hormon, dan lain-lain. 

Lemak juga membuat cita rasa makanan menjadi lebih enak sehingga mengundang selera makan. Contoh paling mudah adalah gorengan. Padahal, gorengan biasanya dimasak menggunakan lemak jenuh yang tak baik bagi kesehatan. 

“Masalahnya, pada makanan modern sekarang ini kebanyakan memakai lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan, lemak trans hasil gorengan yang memicu penyakit pemyumbatan pembuluh darah,” kata dokter spesialis gizi klinik, dr. Fiastuti Witjaksono, Sp.GK

Lemak baik banyak terdapat pada ikan, minyak zaitun, minyak kanola, alpukat, kacang-kacangan, dan lainnya. Asam lemak baik ini membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida. 

Akan tetapi, kata Fia, “Meskipun lemak baik, minyak zaitun misalnya, tetapi kalau digunakan untuk menggoreng, tetap saja menjadi lemak jenuh yang tidak baik bagi kesehatan. Jadi, lemak baik tak boleh dipakai untuk menggoreng. Paling bisa digunakan untuk menumis atau sebagai dressing salad.” 

Sedangkan lemak jahat (lemak jenuh dan lemak trans) banyak terdapat pada daging, mentega, margarin, produk olahan susu, serta makanan yang digoreng. Lemak trans yang dihasilkan dari makanan yang digoreng akan meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurukan kadar kolesterol baik (HDL). Mengonsumsi terlalu banyak makanan yang digoreng bisa berdampak buruk bagi kesehatan, antara lain hipertensi dan penyakit jantung.

Jadi, lemak tetap merupakan makronutrien penting yang dibutuhkan tubuh dan boleh dikonsumsi. Jumlah konsumsi lemak yang dianjurkan oleh Kementerian Kesehatan adalah 25% dari jumlah kebutuhan kalori per hari (2000kal). Yang harus diperhatikan adalah pilihlah lemak yang baik bagi kesehatan untuk mencukupi kebutuhan tersebut. 

FOOD GORENGAN CULINARY

Recommended Articles