10

NOV 19

Tim writer GoodLife

Bedanya Orang Indonesia dan Jepang Saat Ikuti Program Fitness

Untuk mendapat tubuh yang sehat dan ideal banyak cara yang dilakukan, salah satunya mengikuti program di pusat kebugaran. Untuk kamu yang ingin mencapai target tertentu, misalnya menurunkan berat badan, menaikkan masa otot, atau ingin tubuhnya lebih sehat, bisa mencoba metode hypefit di 121 Fitness Japan, Jl Panglima Polim, Jakarta Selatan.

Di pusat kebugaran yang menerapkan konsep private gym ini, kamu akan didampingi satu trainer yang membantumu mencapai target tadi dengan latihan dan menu diet. Uniknya, untuk satu kali latihan, durasinya lumayan singkat, 30 menit tapi fokus pada bagian tubuh tertentu.

“Konsepnya hypefit jadi satu kali kedatangan, satu muscle bagian tubuh aja yang dilatih,” kata Rica, salah satu instruktur yang mengajar cardio dance class.

Sebelumnya, saat pertama kali datang, member akan dicek dengan alat InBody, yang bisa memberikan gambaran soal komposisi tubuh, misalnya kandungan proteinya, air, lemak, hingga masa otot. Dari hasil pemeriksaan InBody kemudian ditentukan target latihan dan menu diet member.

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Menurut Danang, chef trainer 121 Fitness Japan, hampir semua member di sini bisa mencapai target apa yang diinginkan. Apalagi mereka juga dipantau menu dietnya setiap hari.

“Jadi trainer di sini enggak berhenti setelah member pulang selesai latihan tapi terus dipantau menu dietnya, misalnya diingatkan soal makannya, hari ini sudah makan aja, jangan lupa minum air putih yang banyak, jadi udah seperti pacar,” aku Danang tertawa.

Karena menurut Rica, untuk mencapai target dalam latihan, faktor makanan justru yang paling memegang peranan penting.

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

“Kalau trainingnya cuma 30%, sementara faktor makanan justru efeknya 70%. Sayangnya kebanyakan member orang Indonesia di sini latihannya kuat tapi justru gagalnya karena enggak kuat menahan makanannya,” kata Rica yang biasa memberi kesempatan member-nya untuk cheat meal, bukan cheat day.

Alasannya kalau cheat day, member akan seharian penuh makan makanan yang tidak sehat dan itu akan semakin menyulitkan untuk mencapai target menurunkan berat badan dan lemak tubuh.

“Tapi kalau cheat meal, mereka sudah senang dan puas makan satu kali yang mereka mau. Karena pada prinsipnya kita enggak mau terlalu menahan makanan para member tapi dilatih untuk mengurangi prosinya dan lama-kelamaan mereka akan terbiasa,” jelas Rica.

Meski begitu enggak sedikit juga member orang Indonesia yang berhasil mencapai target menurunkan berat badan.

Seperti saat challenge course yang diadakan belum lama ini, ada member yang berhasil menurunkan berat badannya dalam satu bulan.

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

“Challenge-nya kita tentukan bersama member dan trainer. Waktu itu ada member yang punya target turun berat badan 7 kilogram dalam satu bulan. Kalau target terpenuhi, uangnya akan dikembalikan. Ternyata dalam satu bulan dia bisa turun 7,5 kilogram. Jadi dia senangnya double, berhasil turunin berat badan dan uang kembali,” cerita Danang.

Tapi di luar challenge course pun, sebagian besar member selalu berhasil menurunkan persentase lemak dalam tubuh dan menaikkan masa otot. 

“Moto kita anti rebound karena hampir semua member berhasil menaikkan masa otot. Istilahnya kalau masa otot naik, itu gudang buat makanan lebih banyak. Jadi akan susah buat naik berat badan lagi, paling naik 1-2 kilogram.”

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Meski durasi latihannya hanya 30 menit namun member didorong untuk melebihin limit. Karena di 121 Fitness Japan memakai konsep hypefit, latihannya sampai over limit. “Jadi enggak dihitung 1 sampai 10 tapi kita sampai mencapai 101% kekuatan dia. Jadi benar-benar maksimal.”

Semua metode latihan dan menu diet yang diterapkan di 121 Fitness Japan ini memang diadopasi langsung dari negara asalnya. Makanya enggak heran banyak member orang Jepang yang berhasil melakukannya.

“Orang Indonesia mindset-nya ke tempat gym dan we will do something to their body and simsalabim it works. Sementara kalau orang Jepang itu mindset-nya kalau saya mau berubah ya saya harus disiplin, mereka (para trainer di pusat kebugaran) bantuin saya. Itu bedanyanya,” jelas Rica lagi.

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Image : (Romy Palar/goodlife.id)

Ia pun memberikan tips untuk pembaca Goodlife.id yang ingin mencapai target tertentu saat pergi ke gym. Satu, latihan seminggu 4 kali, durasi latihannya cukup 30 menit tapi fokus pada bagian tubuh tertentu.

“Kedua, harus bersama personal trainer karena kalau latihan sendiri enggak akan bisa mencapai 101%, susah karena enggak ada yang bantuin, support untuk mencapai target. Di 121 Fitness Japan, trainer punya cara menyemangati member untuk nge-push to the limit dengan mancing adrenalin, yaitu dengan mengeluarkan suara nanti kekuatan akan keluar dengan sendirinya. Makanya di sini kalau latihan enggak boleh ditahan, harus teriak-teriak supaya bisa mencapai target latihan. Habis latihan, mereka juga lega semua karena emosi tersalurkan,” tutup Rica.

Recommended Articles