14

FEB 20

Tim writer GoodLife

Keren, Inspirasi 3 Desainer Bergaya Etnik Kekinian

Sebagai desainer, bentuk cinta Indonesia mereka tuangkan lewat busana yang bergaya etnik namun tetap modern dan modis. Nggak heran karya mereka disukai anak muda! Kenalan yuk sama 3 desainer yang sangan inspiratif ini.

1.  Lulu Lutfi Labibi, Inspirasi Filosofi Wabi-Sabi

Sudah delapan tahun Lulu berkarya di dunia fashion Indonesia. Karya rancangannya konsisten memakai kain-kain tradisional dari para perajin terbaik, di antaranya batik, lurik, dan tenun yang dikerjakan tangan. Pria kelahiran Banyumas ini membuktikan kain tradisional bisa disulap menjadi high fashion yang disukai di dalam negeri hingga mancanegara.

(image :  @lululutfilabibi_instagram )

Rancangan Lulu cukup unik dengan kesan potongan yang rumit namun sangat indah dan ready to wear. Konon, lulusan D3 Jurusan Kriya Tekstil Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini terinspirasi dari filosofi Jepang, wabi-sabi, yang artinya teori keindahan dari ketidakteraturan. Baginya, yang estetis tidak harus sempurna. 

Merayakan sewindu kariernya di dunia fashion, Lulu belum lama menggelar fashion show Sewindu Bercerita di Jogja National Museum, Yogyakarta. Nama-nama motif kain karyanya pun sangat indah dan penuh cerita, seperti Duka Luruh, Langit Senja, Baur Rupa, dan sebagainya.

 

2.  Didiet Maulana, Berawal Dari Garasi Rumah

Mengusung label IKAT Indonesia sejak tahun 2011. Bagi Didiet, IKAT adalah dedikasinya untuk mengikat Indonesia dalam seni tenun aneka daerah, fashion dan perkembangan budaya. 

Busana karyanya sangat beragam sehingga disukai berbagai kalangan sampai ke mancanegara. Mulai dari blus, baju kuraung, gaun, tunik hingga kebaya. Belum lama Didiet juga merancang seragam untuk pramugari dan pramugara Garuda Indonesia.

(image : @didietmaulana_instagram)

Kesuksesan diperoleh Didiet nggak semudah membalik telapak tangan, Goodpeeps. Didiet memulai IKAT Indonesia di garasi rumahnya. Karena keunikan racangannya yang bernuansa etnik namun tetap modern, produknya mulai digemari. 

Dengan bantuan beberapa teman influencer dan artis, karya Didiet semakin dikenal luas hingga kini. Public figur yang gemar memakai busananya antara lain Dian Sastro, Andien, Krisdayanti. Bahkan Menteri Keuangan, Sri Mulyani menggunakan bolero tenun merah karya Didiet ketika dinobatkan sebagai Menteri Keuangan terbaik Asia Pasifik Timur versi majalah Global Markets.

 

3.  Nonita Respati, Sejak Kecil Hobi Jahit

Kesuksesan Nonita menciptakan label Purana Indonesia sejak 2008 diawali kecintaan dirinya terhadap kain batik. Ia besar di lingkungan keluarga Jawa yang kental. Ibunya seorang kolektor batik, sedang eyangnya memiliki pabrik batik di Solo, Jawa Tengah. Nonita kecil sudah hobi menjahit dan memerhatikan desain batik.

Maka selepas kuliahnya di Fakultas Hubungan Internasional, Universitas Parahyangan, Bandung kelar Nonita banting stir menjadi desainer. Bermodal pengalaman otodidak, Nonita mengutak-atik batik.

Kekhasan desain Nonita terletak pada motif batik yang unik, potongan geometris yang kuat, serta gabungan warna atraktif. Menghasilkan busana batik kekinian yang bisa dipakai sehari-hari dan digandrungi anak muda. 

(image : nonitarespati_instagram )

Nonita tidak mau berhenti bereksplorasi, kini ia mulai melirik tenun. Ia juga sangat concern terhadap kelestarian lingkungan sehingga lebih memilih pewarnaan alami dan pemanfaatan kain perca. 

Tiga kisah desainer muda ini bisa jadi inspirasi kita dalam mengejar mimpi, berani bereksplorasi, dan terus berkarya demi negeri tercinta. Setuju, kan, Goodpeeps?

Recommended Articles