15

NOV 19

Tim writer GoodLife

Sudah Diet tapi Berat Badan Tak Kunjung Turun? Mungkin Ini Penyebabnya

Biasanya, orang merasa sudah berupaya maksimal saat menerapkan diet untuk menurunkan berat badan. Padahal, bukan cuma mengatur pola makan agar berat badan bisa turun, tetapi juga olahraga. Berikut ini 5 kesalahan umum yang sering dilakukan saat diet. Hasilnya, bukannya turun, berat badan malah tambah naik. 

 

1.  Hanya fokus pada makan sehat

Jika tujuan utamanya adalah menurunkan berat badan, makan makanan sehat tak selalu menjadi jalan keluar. Makan makanan sehat seperti buah, sayur, atau biji-bijian utuh memang akan membuat kita sehat dan memperoleh tambahan nutrisi. Tetapi, jika tujuannya adalah berat badan turun, sebenarnya yang paling penting adalah jumlah asupan kalori.

Contoh, jumlah kalori dua potong roti tawar gandum ternyata lebih tinggi dibandingkan kalori pada 2 potong roti tawar putih. Coba lihat lagi yang lain, misalnya alpukat ukuran sedang yang mengandung 250 kalori. Avokad jelas sehat, tapi meski sehat, kandungan kalorinya tetap tinggi sehingga diet menurunkan berat badan seringkali tak berhasil. 

Intinya, tak peduli seberapa sehatnya pola makan, selama kalori yang masuk ke tubuh tinggi, rencana menurunkan berat badan pasti tak akan berhasil.

 

2.  Malas melihat kandungan kalori

Menghitung jumlah kalori yang masuk dan memilih makanan yang tepat adalah 2 kunci agar jumlah asupan kalori selalu terpantau. Ini juga akan membuat diet lebih efektif menurunkan berat badan. Jadi, jangan malas menghitung berapa jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Kalau perlu, pakai timbangan. Untuk memperoleh hasil maksimal memang dibutuhkan upaya yang juga maksimal, bukan?

 

3.  Awas kekurangan kalori

Tak hanya kelebihan kalori, kekurangan kalori juga bisa membuat diet menurunkan berat badan gagal. Pengin berat badan turun bukan berarti tubuh harus jadi kurus kering. Penurunan berat badan yang tiba-tiba dan ekstrem bisa jadi merupakan tanda kurang gizi atau kelaparan. 

Kurang gizi akibat kurangnya asupan makanan bisa menyebabkan otot-otot tubuh kehilangan massanya atau kekuatannya. Jadi, diet tak harus dilakukan setiap hari. Pada akhir pekan  misalnya, konsumsi menu sehari-hari biasa, bahkan boleh nambah 500-700 kalori. 

 

4.  Terlalu fokus pada olahraga kardio

Studi menunjukkan, olahraga kardio atau aerobik ternyata tak efektif untuk menurunkan berat badan. Olahraga kardio untuk memperkuat otot jantung dan pembuluh darah, seperti jalan kaki atau bersepeda, ternyata membakar kalori dalam jumlah lebih sedikit dibanding yang dibayangkan. Akibatnya, tak sedikit orang mengganti kalori yang terbakar dengan menjadi sering makan atau kurang istirahat. Olahraga kardio memang bisa membantu membakar kalori, tetapi bukan solusi untuk menurunkan berat badan.

 

5. Tidak pernah olahraga

Tidak pernah berolahraga atau bergerak justru akan membuat metabolisme tubuhnya melambat. Olahraga memang bukan cara yang paling tepat untuk menurunkan berat badan, tetapi olahraga akan membantu mengontrol berat badan. Diet tanpa olahraga akan membuat kita kehilangan massa otot.

Recommended Articles