21

JUL 19

Tim writer GoodLife

Tips Bijak Transaksi Cashless Lewat E-Wallet

"We don't take cash" future money?

Melakukan transaksi cashless lewat e-wallet makin jadi primadona.

Hampir semua gerai makanan, minuman, supermarket, bahkan laundry kini menawarkan transaksi lewat cashless lewat e-wallet.

Bagi milenial yang ogah ribet, cashless lewat e-wallet bisa jadi salah satu alternatif menarik dibanding transaksi pakai debit atau kartu kredit.

Menurut financial planner Tejasari Asad, kelebihan transkasi lewat e-wallet lainnya adalah menawarkan banyak promosi.

“Misalnya cashback, diskon, dapat point yang bisa digunakan kembali. Itu yang membedakan transaksi cashless pakai e-wallet dengan debit atau kartu kredit,” kata Teja.

Meski begitu, ada juga kekurangan dari transaksi cashless ini. “Dari sisi teknis lebih ribet karena kamu harus mindahin dulu uang dari rekening bank ke e-wallet ini. Belum lagi ada biaya tambahan saat memindahkan uang tersebut. Kekurangan lainnya, perusahaan penyedia e-wallet terbilang baru, jadi kredibilitasnya jauh dibanding bank,” terang owner Tatadan Consulting ini.

Kekurangan lainnya, lanjut Teja, adalah tidak adanya bunga seperti di bank.

“Tapi ya dengan semua promo menarik tadi, kekurangan ini (tidak ada bunga) diabaikan generasi milenial.”

Teja pun memberi tips agar tetap bijak saat transaksi cashless menggunakan e-wallet.

 

1.   Transfer Kalau Dibutuhkan

“Seperti saya jelaskan tadi kalau e-wallet ini enggak ada bunga. Jadi buat apa menyimpan uang di sana. Sebaiknya transfer ke e-wallet kalau dibutuhkan aja. Misalnya aja promo atau cashback, baru deh kamu pindahkan uang dari rekening bank ke e-wallet,” kata Teja.

 

2.  Simpan Uang Seperlunya

Selain soal enggak ada bunganya, menyimpan uang dengan jumlah banyak di e-wallet juga memicu kita untuk jadi konsumtif.

“Kita merasa ‘oh masih ada saldonya nih. Belanja ini itu ah’. Padahal barang yang mau kita beli sebenarnya enggak kita butuhkan. Kita terdorong belanja karena punya saldo da nada promo menari.”

 

3.   Kritis Terhadap Harga

Jangan mentang-mentang banyak promo menggiurkan, kamu langsung belanja cashless. Karena terkadang meski sudah promo atau diskon, transaksi cashless malah lebih mahal.

“Makanya kita juga harus kritis membandingkan harga. Karena terkadang transaksi cashless ini masih lebih mahal harganya dibanding kita jalan sendiri dan beli langsung. Transaksi cashless kan juga dihitung ada biaya kirim kurirnya atau biasanya merchant naikin harganya dulu. Jadi memang benar-benar harus kritis terhadap harga,” tutup Teja.

 

Recommended Articles