18

MAY 20

Tim writer GoodLife

10 Jenis Fobia, Cek Siapa Tahu Kamu Penderita Juga

Fobia merupakan reaksi dari rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional. Orang yang mengalami fobia akan merasakan panik dan ketakutan yang sangat setiap kali menemui sumber fobia. Bisa takut pada tempat, situasi, atau obyek tertentu. 

Dampak fobia bisa bermacam-macam dari sekedar tak nyaman sampai pingsan (misalnya pada hemophobia atau takut melihat darah). Seringkali, orang yang fobia sadar bahwa apa yang mereka rasakan itu nggak rasional, tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa. Akibatnya, fobia bisa mengganggu pekerjaan, sekolah, atau iteraksi dengan orang lain.

Faktor genetik dan faktor lingkungan bisa menjadi penyebab fobia. Anak-anak yang cenderung mengalami gangguan kecemasan berpotensi mengalami fobia. Kejadian yang bikin stres atau traumatis juga bisa memicu fobia, misalnya nyaris tenggelam. Bahkan gigitan serangga pun bisa membuat orang fobia pada serangga. Apa saja jenis fobia, berikut 10 di antaranya:

 

1.  Agoraphobia

Merupakan fobia terhadap tempat terbuka dimana seseorang merasa terjebak dan tak bisa menghindar atau melarikan diri. Kata agoraphobia mengacu pada “takut di tempat terbuka.” Biasanya, rasa takut ini muncul saat berada di keramaian, naik angkutan massal, dan lain-lain.

 

2.  Social phobia

Fobia yang juga disebut sebagai gangguan kecemasan sosial ini merupakan kecemasan ekstrem terhadap situasi sosial tertentu, misalnya takut dipermalukan di depan umum, malu jadi pusat perhatian di keramaian, dan sebagainya. Fobia ini bisa beujung pada isolasi diri. 

 

3.  Glassophobia

Berasal dari bahasa Yunani “glossa” yang berarti lidah, dan “phobos” yang berarti takut, glassophobia merupakan ketakutan berbicara di depan umum. Biasanya ditandai dengan perasaan gugup, keluar keringat, dan bahkan kehilangan kata-kata saat harus berbicara di depan umum.

 

4.  Acrophobia

Orang yang menderita acrophobia akan takut pada ketinggian. Mereka akan berusaha menghindari tempat-tempat tinggi seperti gedung bertingkat, jembatan, atau gunung. Gejalanya meliputi vertigo, pusing, berkeringat, dan perasaan mau pingsan saat berada di ketinggian.

 

5.  Claustrophobia

Merupakan rasa takut yang tidak beralasan saat berada di ruang sempit atau ruang tertutup. Biasanya mereka akan panik karena takut tidak bisa bernapas, kehabisan oksigen, dan lain-lain. Gejalanya antara lain berkeringat, tak bisa bernapas, pusing, dan lain-lain. 

 

6.  Dentophobia

Ketakutan pada dokter gigi atau proses perawatan gigi. Biasanya muncul setelah mengalamai pengalaman tak mengenakkan saat pergi ke dokter gigi. 

 

7.  Hemophobia

Ketakutan pada darah atau luka yang mengeluarkan darah. Seseorang yang mengalami hemophobia bahkan bisa pingsan saat mereka melihat atau menyentuh darah sendiri maupun darah orang lain. 

 

8.  Cynophobia

Kamu takut pada anjing? Bisa jadi kamu mengalami cynophobia. Sama seperti fobia pada bianatang atau fobia lainnya, cynophobia biasanya dipicu pengalaman tak mengenakkan saat berinteraksi dengan anjing. Fobia lain yang berhubungan dengan binatang antara lain ophidiophobia (takut pada ular) dan arachnophobia (takut pada laba-laba).  

 

9.  Nyctophobia

Berbeda dengan claustrophobia yang merupakan ketakutan pada tempat sempit, nyctophobia merupakan ketakutan pada kegelapan atau takut keluar malam hari. Penyebabnya kebanyakan pengalaman mencekam saat kanak-kanak yang kemudian berlanjut hingga deawsa. 

 

10.  Aviophobia

Dikenal juga dengan sebutan aerophobia alias takut terbang. Alasannya bisa beragam, mulai takut jatuh, pesawat meledak di udara, hingga pusing saat terbang. Fobia ini bisa sangat mengganggu, khususnya bagi mereka yang aktivitas sehari-harinya tak bisa lepas dari transportasi udara. Dampak fobia ini menjadikan penderitanya tidak mau berlibur atau bepergian dengan pesawat terbang. 

Recommended Articles