01

DEC 19

Tim writer GoodLife

Makan Enak Tapi Tetap Sehat! Pakai Rumus PPTF, Apa itu?

Kabar gembira untuk foodies!

Jangan salahkan makanannya, tetapi koreksi cara kita makan. Ya, cara makan dengan benar akan membuat kita tetap bisa menikmati makanan favorit, sekaligus menjaga kesehatan. Melansir dari bonhappetee.com, nutrisionist asal India Visutha Biyani menjelaskan salah satu cara tetap bisa menikmati makanan favorite tapi tetap sehat adalah dengan rumus PPTF atau pairing (kombinasi), portion (porsi), timing (waktu makan), dan frequency (atau seberapa sering). Masih bingung itu apa? Coba kita bahas satu-satu yuk.

Pairing (Kombinasi)

Yang pertama adalah pairing atau kombinasi makanan. Banyak kombinasi menu makan yang lezat tetapi secara nutrisi ternyata tak baik bagi tubuh. Misalnya, makanan yang kaya kalori dikombinasikan lagi dengan makanan yang kaya kalori juga. Kenapa tak mencoba misalnya kombinasi sereal yang kaya karbohidrat dengan makanan yang kaya protein seperti daging, telur, atau produk olahan susu. Ini adalah pilihan tepat karena bisa mencegah kenaikan gula darah dan lemak. 

Portion (Porsi)

Bagaimana dengan porsinya? Kuncinya, makanan apa saja sehat asalkan dalam porsi kecil atau sedikit. Dan jangan lupa, makan apa saja boleh asalkan tidak punya riwayat penyakit tertentu seperti diabetes, hipertensi, dan sebagainya. Bahkan, porsi tetap penting sekalipun kita makan makanan sehat, oat misalnya. Sarapan dengan 2 mangkuk oat tentu tak baik juga. Makan makanan kesukaan dalam jumlah kecil lebih baik dibandingkan makan makanan yang diklaim sehat dalam jumlah berlebihan.

Timing (Waktu Makan)

Setelah porsi makan, yang harus diperhatikan adalah kapan waktu makan. Waktu makan ini penting. Contoh, kamu jalan-jalan di bawah terik matahari lalu mampir ke kedai es krim. Setelah menikmati satu skop  es krim, kamu lalu membeli 2 skop lagi untuk hidangan penutup saat makan malam di rumah.

Padahal, makan es krim setelah makan malam bukanlah pilihan waktu yang baik. Es krim yang dikonsumsi setelah mengitari pertokoan di siang yang panas akan menjadi energi bagi tubuh. Tetapi, makan es krim setelah makan malam berbeda, karena akan meningkatkan kadar gua darah dan, karena tubuh tak banyak bergerak di malam hari, kalori dari es krim akan diubah menjadi lemak.

Frequency (Seberapa sering)

Rumus terakhir yang harus diingat adalah seberapa sering kita makan makanan tertentu. Pada masa kakek nenek kita, es krim mungkin belum banyak dijual dan tidak dikonsumsi setiap saat. Tetapi, saat sekarang, hampir di setiap mal terdapat kedai es krim dengan berbagai varian rasa dan harga. Dampaknya terhadap tubuh tentu juga berbeda. Tak heran, sekarang ini makin banyak anak dan remaja yang mengalami obesitas, salah satunya karena konsumsi gula yang tinggi kalori.

 

Source

 

POLA MAKAN MAKAN SEHAT MAKAN SEHAT RUMUS PPTF

Recommended Articles