30

NOV 19

Tim writer GoodLife

Bukan Kopi Susu, Ini Sajian Kopi Tradisional Indonesia

Indonesia kaya akan kuliner tradisional, salah satunya kopi. Banyak sajian kopi tradisional di berbagai daerah yang unik dan menawarkan cita rasa berbeda. Bukan kopi susu gula aren aja lho, nih GoodLife kasih daftarnya kopi-kopi unik dari Indonesia!

 

Kopi Joss

Jogjakarta memiliki banyak kuliner tradisional unik, salah satunya Kopi Joss. Keunikan Kopi Joss adalah cara penyajiannya, yakni dengan mencelupkan arang yang masih membara ke dalam gelas kopi pelanggan. 

(image : @jogja_today_instagram)

Arang diambil dari tungku, yang juga menjadi ciri lain Kopi Joss, dalam keadaan masih membara. Setelah diangkat, kemudian diketuk-ketukkan agar debu sisa arang yang terbakar hilang, baru kemudian dicelupkan ke dalam gelas kopi yang masih panas. 

Saat dicelupkan itu muncul bunyi mendesis akibat sentuhan bara api arang dan air. Ternyata tak hanya kopinya yang nikmat dicicipi, arang yang dicelupkan ke dalam kopi pun memiliki khasiat kesehatan, yakni sebagai pengikat racun di dalam tubuh. 

 

Kopi Telanjang

Selain Aceh, daerah lain yang juga terkenal akan kedai kopinya adalah Pontianak. Salah satu yang cukup dikenal adalah Warung Kopi Engkoh Asiang atau lebih dikenal dengan Warung Kopi Telanjang. 

Tak ada yang istimewa dari kedai kecil di Jl. Merapi, Pontianak, yang sudah berdiri sejak lebih dari 50 tahun lalu. Lantas, apa yang membuat kedai ini sangat dikenal orang, khususnya para pencinta kopi? Tak lain adalah cara penyajiannya dan, tentu saja, sang ‘barista’ atau peracik kopinya yang juga pemilik warung. 

Yohanes Efendi atau Asiang, nama sang pemilik, memiliki kebiasaan atau ciri khas saat menyajikan kopi pelanggan, yakni tanpa memakai baju alias telanjang dada. Proses saat meracik kopi dari cerek panjang ke dalam cangkir kecil juga menjadi atraksi tersendiri. Soal rasa pasti terjamin, buktinya antrean pembeli tak pernah habis di kedai kopi yang sederhana ini.

 

Kupi Khop

Salah satu tujuan ngopi jika kita pergi ke wilayah Aceh adalah warung Kupi Khop khas Meulaboh, Aceh Barat. Selain rasa kopinya yang memang enak, cara menyajikan kopi juga sangat unik, yakni disajikan dengan gelas terbalik di atas piring kecil. Untuk meminum kopinya, pelanggan harus meniup dan membuka sedikit gelas yang terbalik itu agar kopi merembes keluar dari gelas.

Ternyata tak hanya soal ‘gaya’ yang menjadi alasan kenapa pemilik kedai menyajikan kopi dalam keadaan gelas terbalik, tetapi agar suhu kopi tetap terjaga dan tak cepat dingin. Minum kopi memang lebih afdol dan nikmat dalam kondisi panas. 

Menurut sejarahnya, kupi khop merupakan teman para nelayan saat berada di laut. Kopi dibuat di daratan dan dibawa ke perahu, sehingga untuk menjaga agar kopi tetap panas sesampai di perahu, dibaliklah gelas kopi untuk menjaga suhunya.

 

Kopi Durian

Sebagai daerah penghasil kopi robusta dan durian, Lampung juga memiliki cara unik menyajikan kopi, yakni dengan mencampurkan durian ke dalam seduhan kopi. Minuman ini seolah menjadi minuman wajib, khususnya di masa panen durian. Cara meraciknya pun tak sulit, cukup memasukkan daging durian ke dalam gelas berisi kopi panas. 

(image :Kopi_Durian__Kompas.com_ )

Tak seperti cara minum kopi lainnya, minum kopi durian lebih pas dengan menggunakan sendok. Pasalnya, daging durian yang telah dicampur dengan kopi panas akan lebih mudah diambil dengan sendok, meskipun bisa juga dengan menyeruputnya secara langsung. 

Kini, tak perlu repot-repot mencari durian untuk menikmati kopi khas Lampung ini karena sudah banyak dijual kopi durian dalam bentuk sachet. Pembeli tinggal menyeduh kopi durian dalam sachet dan sensasi kopi durian pun bisa dinikmati. 

 

Kopi Daun Kawa 

Di daerah Sumetara Barat, kedai kopi daun kawa banyak bermunculan, mulai dari kota Padang hingga ke Bukittinggi yang berhawa sejuk. Selain cita rasanya yang berbeda dari kopi hitam biasa, kopi daun kawa juga unik karena tidak menggunakan biji kopi melainkan daun kopi. Warnanya pun cenderung seperti teh, yakni cokelat tua.

(image : Kopi_Kawa__Dongengkopi.id)

Sejarah terciptanya minuman kopi yang sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda ini tenyata juga menarik untuk diketahui. Di masa tanam paksa, rakyat yang ingin mencicipi minuman kopi terpaksa harus rela hanya menyeduh daun kopi, bukan biji kopi, karena biji kopi harus dijual ke Belanda. 

Untuk mendapatkan cita rasa kopi daun kawa yang enak, yang dipilih adalah daun kopi tua yang hampir gugur ke tanah. Setelah dipetik, daun dijemur lebih dulu di bawah sinar matahari selama sekitar satu jam, baru kemudian di jerang dengan air panas hingga mendidih. 

 

Gak kalah kerenk an, racikan para ‘barista’ tradisional kita? Bahkan, kopi-kopi tadi sudah dikenal hingga ke mancanegara, lho. Kamu sudah pernah cicip belum?

KOPI TRADISIONAL KULINER KOPI JOSS KOPI TELANJANG KUPI KHOP KOPI DURIAN KOPI DAUN KAWA

Recommended Articles