31

JUL 19

Tim writer GoodLife

Investasi Peer to Peer Lending, Apa sih Kelebihannya?

Alternatif Investasi di Peer to Peer Lending

 

Ada banyak instrumen yang bisa dipilih untuk berinvestasi, salah satunya Per to Peer Lending. Selain bisa meminjam dana, kita juga bisa menjadi investor di platform digital kekinian ini.

Peer to Peer (P2P) Lending pada dasarnya merupakan marketplace pinjam-meminjam dana yang mempertemukan peminjam dan pemberi pinjaman melalui platform yang disediakan oleh penyelenggara fintech P2P Lending. P2P Lending sudah resmi diatur dan diawasi oleh OJK melalui Peraturan OJK No 77/POJK.01/2016.

Platform digital ini memungkinkan setiap orang mendapat imbal hasil investasi dengan menjadi investor pemberi pinjaman. P2P Lending menjadi alternatif investasi yang mudah dan tak butuh banyak modal atau dana. Bahkan dengan modal Rp100 ribu sudah bisa menjadi investor. Yang harus diperhatikan adalah memilih penyelenggara fintech P2P Lending yang resmi terdaftar/berizin dari OJK.

Untuk mengajukan pinjaman, peminjam hanya perlu mengunggah dokumen yang dibutuhkan secara online. Permohonan peminjaman bisa diterima atau ditolak tergantung banyak faktor. Jika permohonan ditolak, calon peminjam harus memperbaiki hal- hal yang menjadi alasan penolakan. Sementara jika permohonan diterima, suku bunga pinjaman akan diterapkan dan pengajuan pinjaman akan dimasukkan ke dalam marketplace yang tersedia dimana investor atau pemberi pinjaman bisa melihat pengajuan pinjaman.

Dikutip dari laman koinworks.com, beberapa kelebihan P2P Lending bagi peminjam antara lain suku bunga lebih rendah dibandingkan suku bunga bank, proses pengajuan pnjaman lebih sederhana dan cepat, dan tidak dibutuhkan agunan apapun. Sementara kekurangannya antara lain jika telat atau gagal membayar pinjaman, jumlah yang harus dibayar akan melejit. Selain itu kemungkinan jumlah pengajuan pinjaman tidak terpenuhi sehingga pengajuan pinjaman dibatalkan. Misalnya jumlah pinjaman Rp100 juta tetapi hanya terkumpul Rp50 juta. Maka dana akan dikembalikan ke investor.

Bagi investor, P2P Lending menjadi salah satu alternatif investasi yang cukup menjanjikan karena suku bunga yang ditawakan kepada investor lebih tinggi. Namun, P2P Lending juga memiliki kelemahan bagi investor, misalnya tidak bisa menarik uang yang sudah diinvestasikan setiap saat, juga resiko peminjam gagal mengembalikan uang pinjaman sehingga dana investor bisa lenyap.

Sebelum memutuskan menempatkan dana pada sebuah proposal pinjaman, investor atau pemberi pinjaman diberikan akses untuk menelusuri data-data pengajuan pinjaman di dashboard yang telah disediakan. Investor bisa melihat semua data tentang setiap pengajuan pinjaman, lengkap dengan data si peminjam termasuk pendapatan, riwayat keuangan, tujuan peminjaman (bisnis, kesehatan, atau pendidikan), dan sebagainya.

Peminjam akan mencicil dana pinjamannya setiap bulan dan investor akan mendapatkan keuntungan berupa pokok dan bunga. Besaran bunga akan tergantung pada suku bunga pinjaman yang diinvestasikan.

 

Jadi, mulai berinvestasi, yuk...

Recommended Articles