08

DEC 19

Tim writer GoodLife

Mengeluh Bikin Ganggu Kesehatan, Ini Kata Psikolog

Rasanya, enggak ada orang yang enggak pernah mengeluh. Setiap orang pasti pernah mengeluh. Mengeluh adalah hal yang wajar karena merupakan ungkapan ketidakpuasan terhadap sesuatu, apakah terhadap suatu kondisi, perilaku seseorang, masa lalu, harapan, atau megeluh tentang kesulitan ekonomi. Meski hal yang wajar, namun jika dilakukan terus-menerus tentu akan memberikan dampak negative terhadap diri sendiri.

Menurut psikolog dra. Darjanti Kalpita R., M.Psi, selama keluhan tersebut tidak diucapkan berulang-ulang, maka masih termasuk hal yang wajar. “Karena pada dasarnya semua orang pasti punya keluhan sebagai respon rasa tidak nyaman,” kata psikolog yang biasa disapa Yanti ini. Lebih jauh Yanti menjelaskan jika keluhan selalu diucapkan berulang-ulang dan mendalam tentu melibatkan cara berpikir yang negatif. Cara berpikir negatif yang terus-menerus ini yang menganggu kesehatan, fisik dan psikis.

“Kesehatan fisik dan psikis terganggu karena menjadi tidak seimbang atau orang menjadi tidak sejahtera karena merasa dalam hidupnya ‘kurang’ terus.” Mudah mengeluh juga membuat seseorang rentan terkena stress karena selalu dihinggapi perasaan kurang, resah, dan tertekan dengan pikiran-pikiran negatifnya sendiri.

Saat stres, tubuh melepaskan hormon kortisol atau lebih sering disebut hormone stres. Produksi hormon kartisol ini yang akan melemahkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan tekanan darah, risiko penyakit jantung, obesitas, dan diabetes. Karenanya, sebaiknya kurangi frekuensi mengeluh terhadap hal apapun. Kamu bisa mencoba tips yang diberikan oleh Yanti agar tidak menjadi orang yang mudah mengeluh.

1.  Berpikir Positif Tentang Diri Sendiri

Apapun yang terjadi, cobalah untuk selalu berusaha berpikir positif tentang diri kita. Jangan biarkan orang lain atau faktor eksternal mempengaruhi cara berpikir terhadap diri kita.

Bila perlu, buatlah daftar tentang kelebihan diri kita dan kemampuan yang kita miliki. Lalu, jadikan hal itu sebagai penguat agar kita menjadi lebih bersemangat menghadapi persoalan apapun.

2.  Identifikasi Hal Baik yang Kita Miliki/Alami

Coba pikirkan lagi hal baik yang kita miliki atau alami sehingga membuat kita patut bersyukur. Bukan hanya hal besar tetapi juga bisa dari sesuatu yang kecil misalnya kita masih bisa menolong orang lain, bisa makan makanan sehat dan lezat, atau dikelilingi teman dan sahabat yang selalu menceriakan hari-harimu.

“Dengan demikian kita jadi lebih bersyukur bukan mengeluh,” ucap Yanti.

Mulai sekarang, yuk coba selalu berpikir positif supaya kita juga tidak mengalami gangguan kesehatan akibat terlalu sering mengeluh.

Recommended Articles