10

DEC 19

Tim writer GoodLife

Mengenal Sindrom Imposter, Gak Pede Dengan Prestasi Sendiri

Siapa sih yang enggak kenal dengan Michelle Obama?

Mantan Ibu Negara Amerika Serikat ini punya segudang prestasi dan aksi sosial yang luar biasa. Namun istri Barack Obama ini mengaku masih sering dilanda tidak percaya diri. Michelle mengaku mengidap imposter syndrome atau rasa tidak percaya diri.

Menurut psikolog dra. Darjanti Kalpita R., M.Psi, sindrom imposter adalah suatu keadaan dalam diri seseorang di mana ia merasa bahwa pencapaian prestasi yang diraihnya tidak sehebat yang dipersepsikan orang lain kepadanya. “Keadaan ini bukan tergolong gangguan mental,” kata psikolog yang biasa disapa Yanti ini.

Biasanya pengidap sindrom imposter ini sering merasa tidak pantas meraih kesuksesan. Biasanya mereka jadi kerap dilanda rasa khawatir orang akan mengetahui bahwa ia adalah penipu yang tidak berhak mengakui prestasi dan keberhasilan yang sudah ia capai.

Ciri-ciri seseorang mengalami sindrom imposter, lanjut Yanti antara lain “Memiliki persepsi bahwa prestasi yang diraihnya belum sebanding dengan orang lain, memiliki persepsi bahwa prestasi yang diraihkan karena faktor eksternal seperti misalnya keberuntungan, bantuan orang lain, biasanya pengidap sindrom imposter lebih sering takut gagal,” jelas psikolog yang berpraktrik di RS Azra Bogor ini.

Bukan hanya Michelle Obama dan orang-orang terkenal aja yang bisa mengalami sindrom imposter ini. kamu pun, bisa jadi enggak sadar mengalami sindrom ini.

Nah, kalau kamu sering merasa tidak pantas meraih posisi pekerjaan di kantor seperti saat ini atau merasa tidak cukup pantas mendapat jenjang karier atau penghargaan seperti yang sudah kamu terima, bisa jadi kamu juga mengalami sindrom imposter.

Jika merasa ciri-ciri tadi sering kamu rasakan, kamu bisa melakukan hal-hal berikut ini seperti yang disarankan oleh Yanti.

1.  Identifikasi Potensi dan Kemampuan Diri

Kenali potensi dan kemampuan diri serta upaya apa saja yang selama ini kamu lakukan sehingga mencapai prestasi atau posisi karier seperti saat ini. 

Hal ini agar membuat kamu lebih percaya akan kemampuan diri sendiri dan menyadari bahwa kamu berprestasi memang karena kualitas diri sendiri.

2.  Bangun Penghargaan Pada Diri Sendiri

Merendah boleh agar tidak dinilai sombong tapi jangan menilai diri rendah. Kita harus membangun penghargaan kepada diri sendiri, potensi, dan kemampuan yang kita miliki.

3.  Target yang Realistis

Buat target pretasi yang realistis sesuai dengan kemampuan. Dengan begitu, kemungkinan target tercapai akan lebih besar dan hal itu bisa menambah kepercayaan diri.

Mulai sekarang, yuk percaya akan potesi diri dan jangan berhenti untuk terus belajar dan menambah kemampuan diri. 

Recommended Articles