15

DEC 19

Tim writer GoodLife

Melawan Emotional Eating, Yuk Mulai Dengan Kenali Tandanya

Terkadang keinginan untuk makan sesuatu bukan hanya berdasarkan rasa lapar. Suasana hati dan emosi juga bisa mempengaruhi timbulnya keinginan makanan. Itulah yang disebut emotional eating atau makan emosional.

Biasanya emotional eating karena dipengaruhi emosi negatif seperti perasaan sedih, stress, tertekan, depresi, atau kesepian. Biasanya orang banyak yang tidak sadar sedang melakukan emotional eating. Mereka menganggap makan sebagai pengalih perhatian, mencari kenyamanan, atau ingin bahagia.

Sayangnya, emotional eating ini biasanya berdampak kurang baik pada kesehatan karena makan di luar kendali dan bisa menambah kenaikan berat badan secara signifikan. Kabar baiknya, emotional eating bisa kamu kontrol asal tahu caranya. Kamu bisa ikuti beberapa langkah berikut ini.

1.  Tulis Apa yang Kamu Makan

Dalam sebuah jurnal, tulis apa saja yang kamu makan, berapa banyak, seberapa lapar ketika kamu mulai memakannya, dan bagaimana perasaan kamu ketika makan. Catatan ini akan memberikan kamu pola atau gambaran soal hubungan antara suasana hati kamu dan makan. Misalnya, saat sstres, porsi makan kamu akan meningkat atau menurun.

 

2.  Redakan Stres

Dari catatan pola makan tadi, jika kamu merasa stres bisa memicu emotional eating maka sebaiknya redakan stress. Kamu bisa coba teknik manajemen stress seperti yoga, meditasi, atau memanjakan diri sendiri seperti melakukan massage dan perawatan kecantikan di salon.

 

3.  Kenali Rasa Lapar Fisik atau Emosional

Kamu bisa membedakannya dengan mudah. Jika kamu ingin makan sesuatu padahal kamu baru saja makan besar atau perutmu tidak keroncongan, sudah pasti itu hanya emotional eating.

Biarkan perasaan ingin makan itu hingga berlalu dengan sendirinya. Kamu bisa sibukkan diri dengan kegiatan lain seperti baca buku, nonton tv, atau sekadar berjalan-jalan santai di seputar ruangan.

 

4.  Cari Dukungan

Cerita pada lingkungan sekitar tentang emotional eating yang sering kamu alami. Minta dukungan dari teman, sahabat, atau keluarga agar kamu bisa melawan emotional eating.

 

5.  Singkirkan Godaan

Dorongan untuk makan emosional bisa reda dengan sendirinya asalkan kamu juga harus menyingkirkan godaan. Misalnya jangan menyimpan makanan di dekatmu seperti di laci atau di kulkas. Karena begitu emotional eating datang dan kamu mudah menemukan makanan, maka dorongan untuk makan kalap akan mudah terjadi.

 

6.  Sediakan Cemilan Sehat

Misalnya buah dan sayuran. Sehingga ketika keinginan makan emosional itu datang, kamu bisa menyantap makanan yang lebih sehat.

 

7.  Belajar dari Kesalahan

Jangan merasa bersalah ketika kamu ‘kalah’ dengan dorongan emotional eating. Perasaan bersalah itu justru akan semakin membuat emotional eating lebih sering datang. Jika hari ini belum berhasil mengalahkan emotional beating, belajar dari kesalahan itu kemudian terus berusaha di kesempatan berikutnya.

Yuk, mulai sekarang makan bijak. Ingat lho di luar sana masih banyak orang yang kekurangan makan. Jadi kamu jangan mubazir dengan makanan ya.

 

BACA JUGA: Lagi Sedih Inginnya Junk Food. Awas Kena Emotional Eating

Recommended Articles