25

FEB 20

Tim writer GoodLife

Jalani Diet Vegan? Ini 8 Pilihan Sumber Probiotik Terbaik Buat Kamu

Sumber probiotik yang baik ternyata nggak cuma yoghurt, lho. Buat yang sedang menjalani diet vegan, beberapa sumber probiotik berikut ini aman dikonsumsi.

Probiotik merupakan bakteri baik di dalam tubuh yang bermanfaat bagi kesehatan. Probiotik juga terkandung dalam makanan-makanan tertentu. Manfaat probiotik antara lain meningkatkan pencernaan, menurunkan risiko kanker, menjaga kesehatan vagina, menurunkan stres dan kecemasan, serta menjaga kesehatan liver.

Sumber probiotik paling populer tentu saja yoghurt. Namun sayangnya tidak bisa dikonsumsi mereka yang menjalani diet vegan. Tapi tidak perlu khawatir lagi, ternyata ada beberapa sumber probiotik yang aman dikonsumsi orang-orang yang sedang menjalani plant-based diet. 

 

1.Tempe

Makanan khas Indonesia berbahan dasar kacang kedelai ini diproses secara fermentasi sehingga menghasilkan probiotik yang tinggi serta protein nabati yang baik untuk tubuh. Kamu bisa mengonsumsi tempe sebagai campuran salad, tumis, patty burger, isian sandwich, dan sebagainya.

 

2.Water Kefir

Vegan bisa mengonsumsi kefir, namun bukan milk kefir atau milk kefir grains yang berbahan dasar susu. Sebagai gantinya, orang yang berdiet vegan bisa mengonsumsi water kefir yang juga minuman kaya probiotik.

Water kefir terbuat dari ekstrak biji-bijian, air kelapa atau air biasa, yang difermentasi dengan bakteri Lactobacillus brevis, Streptococcus lactis serta Accharomyces cerevisae. Rasanya konon seperti air sirop. Kamu bisa mencampurnya dengan buah-buahan kering. 

Dibanding milk kefir, kalori water kefir lebih rendah. Selain itu kaya protein, potasium, kalsium serta Vitamin A, Vitamin B.

 

3.Sauerkraut

Sejenis kubis yang diiris tipis, direndam larutan garam, dan difermentasi berbagai bakteri asam laktat, seperti Lactobacillus dan Pediococcus. Populer di negara-negara Eropa, terutama Jerman negara asalnya.

Sauerkraut sangat kaya probiotik, potasium, Vitamin C, dan Vitamin K.  Teksturnya garing dan rasanya asam, biasa digunakan sebagai campuran sandwich, salad atau dimakan langsung.

Pilih sauerkraut tanpa pasterisasi karena proses pasterisasi justru menghilangkan banyak bakteri bermanfaat.

 

4.Kimchi

Makanan asal Korea ini banyak disukai karena rasanya unik dan manfaatnya banyak. Terbuat dari fermentasi irisan kubis yang rasanya pedas. Mengandung probiotik, vitamin, dan antioksidan. 

Proses pembuatan kimchi sama dengan sauerkraut, tetapi ditambahkan beberapa sayuran dan rempah. Bagi para vegan, bisa memilih kimchi tanpa kandungan seafood.

 

5.Roti Sourdough 

Roti ini mulai banyak dijual dan jadi incaran mereka yang menjalani pola hidup sehat. Selain karena rasanya asam khas dan teksturnya empuk, roti sourdough juga sehat dan mudah dicerna. Enak dimakan langsung, untuk sandwich, atau dipanggang dengan toping sesuai selera.

Sourdough terbuat dari fermentasi adonan tepung gandum, air, dan ragi alami. Ragi alami inilah yang menciptakan rasa asam yang unik dan kandungan probiotik. Tapi kamu wajib hati-hati memilih sourdough yang mengandung probiotik karena sekarang banyak penjual memakai ragi instan.

 

6.Miso Soup

Makanan tradisional Jepang ini tinggi probiotik yang cocok untuk yang menjalani diet vegan. Kaya antioksidan, kelompok vitamin B, serta vitamin A. Kamu juga bisa memakai pasta miso untuk dressing salad, saus tumis serta bumbu marinade.

Tipsnya, gunakan air hangat ketika membuat miso soup karena air yang terlalu panas bisa menghancurkan bakteri probiotik. 

 

7.Acar Sayuran

Acar sayuran yang direndam dalam air garam dan difermentasi menciptakan rasa yang unik, kaya probiotik, dan cocok untuk vegan. 

Beberapa pilihan sayuran yang cocok, antara lain mentimun, wortel, kembang kol, red bell peppers, lobak. Tambahkan bumbu dan rempah, seperti bawang putih, bay leaves, merica hitam, biji coriander. Gunakan takaran garam tidak terlalu banyak untuk menghindari meningkatnya tekanan darah.

 

8.Kombucha

Kombucha atau teh jamur adalah minuman tradisional yang berasal dari Asia Timur. Terbuat dari hasil fermentasi larutan teh, gula, dan starter mikroba kombucha (bakteri Acetobacter xylinum dan ragi) selama 8-12 hari. 

Proses ini menjadikan teh kombucha mengandung asam folat, asam amino esensial, Viamin B, Vitamin C serta alkohol kadar rendah. Dalam 400 ml teh kombucha terkandung 60 kalori.

Manfaatnya antara lain untuk detoksifikasi, tinggi antioksidan, antibakteri, meningkatkan pencernaan, menurunkan tekanan darah, meningkatkan imunitas, tinggi probiotik. Agar lebih aman mengonsumsi teh kombucha, pilih yang telah melewati proses pasteurisasi atau pemanasan untuk menghilangkan bakteri jahat.

Wah, begitu banyak manfaatnya buat kesehatan, rugi kalau nggak dicoba, Goodpeeps!

Recommended Articles