31

JAN 20

Tim writer GoodLife

Dongkrak Metabolisme Tubuhmu Dengan Makanan Ini

Kalau kamu merasa berat badan mu tak kunjung turun padahal sudah rutin lakukan workout mungkin pertanda sistem metabolisme kamu tidak bekerja dengan baik. Nah, salah satu yang bisa meningkatkan metabolisme tubuh adalah makanan. Semakin tinggi metabolisme, maka akan semakin banyak kalori yang terbakar sehingga akan lebih mudah mengelola berat badan dan membuang lemak jahat yang tak diperlukan tubuh. 

Lalu, makanan apa saja sih yang bisa membantu meningkatkan metabolisme? 

1.  Makanan yang kaya protein

Daging merah, ikan, telur, produk olahan susu, legume, kacang dan biji-bijian bisa meningkatkan metabolisme selama beberapa jam. Caranya, tubuh akan mengeluarkan energi yang lebih banyak untuk mencerna makanan-makanan tersebut. 

Ini yang disebut dengan thermic effect of food (TEF), yang mengacu pada jumlah kalori yang dibutuhkan tubuh untuk mencerna, menyerap, dan memproses nutrisi-nutrisi yang terkandung di dalam makanan yang kita asup.

Riset menunjukkan, makanan-makanan yang kaya protein ini paling banyak meningkatkan nilai TEF. Misal, mereka akan meningkatkan nilai metabolik 15-30% dibandingkan karbohidrat (5-10%) dan lemak (0-3%). Makanan-makanan yang kaya protein juga mengurangi penurunan metabolisme yang sering terjadi ketika berat badan turun.

 

2.  Makanan yang kaya zat besi, seng, dan seenium

Zat besi, seng, dan selenium memiliki fungsi yang berbeda-beda tetapi sama-sama berperan menjaga organ-organ tubuh berfungsi secara normal. Salah satunya menjalankan fungsi kelenjar tiroid yang mengatur metabolisme tubuh. 

Riset menunjukkan, diet yang kurang asupan zat besi, seng maupun selenium akan mengurangi kemampuan kelenjar tiroid untuk memproduksi jumlah hormon yang dibutuhkan tubuh, sehingga bisa memperlambat metabolisme. 

 

3.  Cabe

Capsaicin, zat kimia yang terkandung di dalam cabe ternyata juga membantu meningkatkan metabolisme tubuh dengan meningkatkan jumlah kalori dan lemak yang terbakar. Beberapa hasil studi menunjukkan bahwa capsaicin bisa membantu tubuh membakar hingga 50 kalori per hari. 

Yang juga menarik, capsaicin ternyata juga memiliki komponen yang membantu mengurangi nafsu makan. Menurut studi, konsumsi 2 mg capsaicin sebelum makan bisa mengurangi jumlah kalori yang dikonsumsi, khususnya yang berasal dari karbohidrat.

 

4.  Kopi

Kafein yang terdapat pada kopi bisa membantu meningkatkan nilai metabolisme tubuh hingga 11%, begitu menurut hasil studi. Konsumsi sedikitnya 270 mg kafein setiap hari, atau setara dengan 3 cangkir kopi, akan membakar 100 kalori tambahan per hari. 

 

5.  Teh

Kombinasi kafein pada kopi dan katekin pada teh ternyata juga mampu meningkatkan metabolisme tubuh. Khusus teh, oolong dan teh hijau akan meningkatkan metabolisme tubuh sebesar 4-10%, serta membakar 100 kalori ekstra per hari. Oolong dan teh hijau juga membantu tubuh menggunakan lemak cadangan lebih efektif, sehingga mampu meningkatkan kemampuan membakar lemak hingga 17%.

 

6.  Minyak kelapa

Coconut oil atau minyak kelapa, khususnya minyak kelapa murni atau virgin coconut oil, kaya kandungan trigliserida rantai sedang (medium-chain trigliseride/MCT), berbeda dengan jenis lemak lain yang biasanya mengandung asam lemak rantai panjang, MCT akan langsung diserap liver untuk diubah menjadi energi sehingga lebih sedikit yang disimpan sebagai lemak. 

MCT, menurut hasil studi, juga bisa meningkatkan nilai metabolisme lebih besar daripada lemak rantai panjang. Selain itu, konsumsi 30 ml minyak kelapa setiap hari ternyata bisa secara signifikan membantu mengurangi ukuran lingkar pinggang mereka yang mengalami obesitas. 

 

7.  Air

Minum cukup air adalah salah satu cara untuk mencegah hidrasi. Tapi tak hanya itu, minum air juga bisa meningkatkan metabolisme tubuh 24-30%, meskipun hanya sementara (60-90 menit setelah minum). Peneliti mencatat, 40% peningkatan itu berasal dari jumlah kalori tambahan yang dibutuhkan untuk memanaskan cairan ke suhu tubuh. 

Recommended Articles