16

JUL 19

Tim writer GoodLife

Ikut Open Trip, Perhatikan Dulu Hal Ini

Berhati-hati dahulu, senang kemudian.

Open trip jadi salah satu cara supaya liburan enggak perlu repot cari akomodasi.

Traveling sudah seperti salah satu kebutuhan pokok manusia. Enggak heran kalau bisnis jasa di bidang traveling juga semakin menjamur. Salah satunya jasa open trip. 

Para traveller tentu saja banyak yang merasa terbantu dengan adanya jasa open trip. Selain terima beres, alias semua akomodasi hingga itinerary sudah disiapkan pihak open trip, kamu juga enggak usah pusing-pusing cari teman bepergian.

Kamu tinggal mendaftar pada paket yang ditawarkan penyedia jasa open trip, lalu angkat koper atau ransel.

Tapi di balik kelebihan yang ditawarkan jasa open trip, kamu juga punya risiko yang harus ditanggung. Risiko kerugian yang paling sering dialami adalah ketipu jasa open trip fiktif. Setelah kamu setorkan sejumlah uang, pihak open trip enggak bisa dihubungi.

Kalau sudah begitu, bayangan untuk liburan langsung hilang.

Nah supaya enggak terjadi pada diri kamu, sebaiknya harus teliti saat memilih jasa open trip. Berikut yang bisa kamu lakukan agar terhindar dari open trip abal-abal.

 

1. Nama Besar Jadi Jaminan

Seperti sudah disebutkan tadi, bisnis open trip sudah sangat menjamur. Semua orang bisa buka jasa open trip. Untuk memilih jasa open trip yang memuaskan, sebaiknya pilih yang sudah punya nama.

Atau kamu juga bisa memilih jasa open trip yang direkomendasikan para traveller blogger atau bahkan milik si traveller blogger. Beberapa jasa open trip yang pernah direkomendasikan traveller blogger antara lain Go-Vakansi, id.traveller, nusantaratrip, ngetripmulu, jalan2terus, atau kartupostrip.

 

2. Website Resmi

Jasa open trip yang besar dan bisa dipercaya biasanya, selain punya akun di media sosial, juga punya website. Sebaiknya pilih website komersil seperti .com dibanding yang menggunakan blog.

Cek juga nomor rekening yang mereka cantumkan di website. Open trip yang profesional biasanya mencantumkan lebih dari satu nomor rekening dan tak lupa mencantumkan nama pemilik rekening.

 

3. Spesialis Satu Destinasi

Kamu juga bisa pilih jasa open trip yang menyediakan spesialisasi suatu daerah wisata. Misalnya jika kamu ingin traveling ke Raja Ampat, Malang, atau Derawan, kamu bisa pilih jasa open trip yang memang punya spesialisasi jadi agen perjalanan ke daerah wisata tadi.

 

4. Jangan Tergiur Harga Murah

Untuk menarik pelanggan, beberapa open trip biasanya akan menggunakan kata-kata murah, diskon, atau potongan harga.

Justru open trip yang berkualitas biasanya hanya akan mencantumkan harganya aja. Mereka ‘percaya diri’ menawarkan harga tertentu tanpa ada embel-embel harga murah dan lain-lain karena berani memberikan jaminan kepuasan pelanggan.

 

5. Stalking di Media Sosial

Saat sudah menemukan 1-2 jasa open trip yang akan kamu pilih, sebaiknya langsung stalking akun media sosialnya. Baca semua komentar dan testimoni dari follower dan pelanggannya. 

Perhatikan juga bagaimana respon mereka terhadap kritik atau keluhan pelanggan.

 

6. Bandingkan Dengan Budget Normal

Kelebihan menggunakan open trip adalah biaya yang lumayan miring. Namun bukan berarti kamu langsung menerima biaya yang ditawarkan. Coba bandingkan dengan budget normal jika kamu jalan sendiri.

Misalnya open trip ke Banda Neira untuk 2 orang dengan minimal jumlah peserta 4 orang Rp 2 juta, coba kamu browsing biaya perjalanan yang dibutuhkan untuk ke sana jika dilakukan sendiri.

 

7. Bersikap Kritis

Sebelum memberikan tanda jadi, sebaiknya kamu harus bersikap kritis tentang itinerary dan budget. Misalnya aja, soal nama hotel, kondisi bis yang akan dipakai, hingga foto-foto akomodasi yang akan kamu pakai.

 

Dengan teliti sebelum memilih jasa open trip, liburan kamu bisa aman dan nyaman.

Recommended Articles