08

FEB 20

Tim writer GoodLife

Pengin Pipis Tapi Enggak Bisa? 

Pernah enggak sih kamu ngerasa pengen pipis tapi enggak keluar? Atau yang keluar sedikit dan masih ada perasaan belum tuntas?

Masyarakat biasanya menyebut gelaja ini sebagai anyang-anyangan. Menurut dokter Yesi Jatmika, anyang-anyangan ini bukanlah suatu penyakit tetapi gejala adanya suatu peyakit.

“Perasaan pengin pipis tapi kemudian yang keluar sedikit atau ada perasaan enggak tuntas, masih ada yang sisa. Nah biasanya itu adalah gejala dari penyakit tertentu, biasanya dikaitkan dengan penyakit infeksi saluran kencing,” jelas Yesi.

Penyebab anyang-anyangan ini bermacam-macam, bisa karena kebiasaan jelek atau karena adanya penyakit. Anyang-anyangan karena kebiasaan jelek misalnya suka nahan buang air kecil (BAK) dan kurang minum. 

“Semakin banyak kita minum, semakin banyak pula air kencing yang keluar. Kalau kurang minum, air kencing juga sedikit. Padahal air kencing ini fungsinya untuk mengeluarkan kuman,” kata Yesi. Jika kurang minum, konsentrasi bakteri atau kuman semakin pekat dan banyak yang menempel di saluran kencing.

“Akibatnya pengen pipis tapi enggak bisa, paling parah sampai merasa sakit dan perih. Nah kalau sudah begitu, artinya sudah mengalami infeksi saluran kencing,” jelas Yesi sambil menjelaskan tanda kurang minum sangat mudah dilihat, yaitu dari warna air kencing. Semakin keruh, tandanya semakin kurang minum.

Menurut Yesi, jika anyang-anyangan karena kebiasaan buruk maka hal yang harus kamu lakukan adalah memperbanyak minum.  “Usahakan setiap jam harus pipis. Jadi kalau banyak bakteri dan kuman yang menempel di saluran kencing, akan dibilas dan dicuci dengan air minum. Lakukan perbanyak minum ini sampai nanti patokannya sudah tidak ada keluhan lagi dan warna air kencing jadi bening.”

Sementara anyang-anyangan yang disebabkan oleh karena ada indikasi penyakit, dokter Yesi menjelaskan perbedaannya.  “Yaitu, tetap merasa anyang-anyangan meski sudah memperbanyak minum, warna air kencing semakin keruh bahkan sampai ada bintik darah atau disertai dengan demam. Jika seperti itu, sebaiknya segera dibawa ke dokter untuk diperiksa dengan lebih jelas,” saran Yesi.

Recommended Articles