26

JAN 20

Tim writer GoodLife

Tips Gaya Hidup Sehat Untuk Turunkan Kolesterol

Kolesterol tinggi bisa disebabkan banyak faktor, antara lain faktor genetik, gaya hidup sedentary, atau bisa juga ikutan dari penyakit metabolik lain seperti diabetes, hipertensi, dan lainnya. Bagaimana mencegah dan menurunkannya?

Kolesterol dibagi menjadi kolesterol total, HDL atau High Density Lipoprotein (lemak baik), LDL atau Low Density Lipoprotein (sering disebut lemak jahat), dan trigliserida. “Kalau sebelumnya yang menjadi perhatian adalah angka trigliserida tinggi karena bisa meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler (cardiovascular event), penelitian-penelitian sekarang yang ditakutkan adalah angka LDL,” kata dr. Apriliana Adyaksari, Sp.PD, M.Kes., spesialis penyakit dalam dari RS Medika Permata Hijau, Jakarta. “Pasalnya, LDL inilah yang meningkatkan resiko penyakit kardiovaskuler seperti serangan jantung atau stroke.”

  Kadar trigliserida tinggi memang bisa meningkatkan resiko pankreatitis atau radang pankreas. Jika angka trigliserida di atas 500mg/dL, maka resiko pasien untuk menderita pankreatitis akan lebih besar. “Apalagi pada pasien diabetes yang memiliki riwayat penyakit hipertensi, maka yang harus dilakukan adalah menurunkan angka LDL hingga di bawah 100mg/dL.”

Langkah utama yang bisa dilakukan untuk mencegah kolesterol tinggi adalah pola hidup sehat. “Pencegahan lini pertama untuk semua penyakit metabolik adalah menjalani pola hidup sehat,” kata April. “Diet rendah lemak, rendah garam, kurangi kafein dan nikotin, karena semua ini berpengaruh terhadap peningkatan kadar kolesterol dalam tubuh.” 

Selain itu olahraga serta makan dengan pola makan seimbang sesuai piramida makanan ‘Tumpeng Sehat’ atau “Piring Gizi’. Piramida makanan Piring Gizi membagi makanan di dalam piring menjadi 2 bagian, setengah bagian atas diperbanyak protein, buah, dan sayur, sementara setangah bagian bawah karbohidrat dan lemak.

Jika dengan pola hidup sehat kadar kolesetrol masih belum bisa diturunkan, baru diberikan obat. “Tapi sebaiknya perbaiki pola hidupnya dulu, jangan langsung obat, karena obat pun punya efek samping,” kata April. “Mengonsumsi obat pun sebaiknya tidak dalam jangka panjang, kecuali yang memang memiliki riwayat penyakit metabolik yang memang harus selalu minum obat.”

Recommended Articles