03

MAR 20

Tim writer GoodLife

Tokyo Marathon Batal. Ini Kisah Kenangan Seru Mantan Pesertanya

Hai Goodpeeps, tahukah kamu bahwa Tokyo Marathon 2020 yang sedianya diselenggarakan pada 1 Maret 2020 dibatalkan oleh panitia penyelenggara ajang tersebut? Keputusan pembatalan diambil setelah adanya dampak virus COVID-19 di Negeri Sakura. Mereka putuskan bahwa lomba lari untuk “elite runners” saja. Tidak jadi untuk peserta umum. Padahal, yang ambil bagian kebanyakan justru peserta umum. Pembatalan yang cukup tragis.

Mengapa pembatalan ini termasuk kategori tragis? Terbayangkah kamu bagaimana kesibukan berbagai pihak dalam menyiapkan acara ini? Baik yang dilakukan panitia, beberapa elemen dalam negara Jepang dan kota Tokyo, serta para peserta.

Ketahuilah bahwa setiap negara yang menyelenggarakan lomba lari marathon tingkat internasional, ingin selalu menjadi yang terbaik. Dalam hal ini dari segi jumlah peserta dan jumlah negara asal peserta tersebut. Mereka berlomba-lomba menciptakan kenyamanan para peserta untuk berlari di ajang ini, dan ikut lagi ikut lagi di tahun berikutnya, atau menceritakan kepada orang lain di negaranya tentang kehebatan negara ini menyelenggarakan lomba lari marathon tersebut.

Pembatalan terhadap acara yang sudah diniatkan sedemikian rupa, tentu saja patut disayangkan. Tokyo Marathon 2020 Batal, Pelari Indonesia Kecewa.

orang Indonesia penggemar lari termasuk yang senang ikut Tokyo Marathon. Tahun 2017 misalnya, peserta dari Indonesia adalah 164 orang. Artikel berikut ini adalah kisah dua orang Indonesia saat mengikuti Tokyo Marathon 2017.

Tokyo Marathon populer di kalangan orang Indonesia, sepertinya. Tahun ini, event tersebut diadakan pada tanggal 26 Februari dan diikuti 164 orang Indonesia. Bagaimana pandangan orang Indonesia terhadap Tokyo Marathon? Berikut ini kisah 2 orang Indonesia yang ikut serta di "Tokyo Marathon 2017".

 

Masyarakat Tokyo Menyemangati Saya

tokyo marathon shandra

(image: Shandra)

Shandra (36), owner restoran, ibu 2 anak. Mulai aktif berlari sejak Mei 2016, "Tokyo Marathon 2017" adalah marathon pertamanya. Waktu finish 5:17:28, urutan 23.396.

 

Saat saya daftar Tokyo Marathon 2017, saya hanya berharap menang undian. Yang saya dengar dari orang yang pernah ikut Tokyo Marathon di sebuah grup lari, kemungkinan dapat undian Tokyo Marathon sangat kecil.

Ternyata saya menang undian! Rasanya campur aduk antara senang dan khawatir. Tapi, suami dan anak saya mendukung saya. Itulah yang menyemangati saya.

Saya serius berlatih hingga 5 kali dalam seminggu, selama 6 bulan sebelum marathon. Lama kelamaan saya jadi terlatih dan menjadi percaya diri, "sepertinya nanti saya bisa finish".

Hari berlangsungnya marathon tiba, 26 Februari 2017. Start dimulai pukul 9:10, berawal dari Tokyo Metropolitan Government Building, dengan rute selanjutnya, Iidabashi, Nihonbashi, Asakusa, Kaminarimon, Ryogoku, Monzen-Nakacho, Ginza, Takanawa, Hibiya, lalu akhirnya finish di Gyoko-dori depan Tokyo Station. Saya melewati rute-rute tersebut, memandangi keindahan Tokyo sambil berlari.

Menurut saya, Tokyo Marathon, lebih tepat disebut festival daripada marathon biasa. Di setiap beberapa kilometer, para relawan menampilkan sesuatu, seperti musik dan tari tradisional Jepang.

Di titik km 10, ada pembagian makanan dan minuman. Saya minum ocha panas, makan soba, stroberi, dan coklat. Selain itu ada jeruk juga mochi. Jadinya saya kenyang saat finish.

tokyo marathon shandra

(image: Shandra)

Titik rehidrasi diletakkan setiap 2,5 km setelah km ke-5. Area di titik-titik tersebut sangat panjang. Toilet juga disediakan cukup banyak.

Yel penyemangat "Gambatte, gambatte" terus terdengar sepanjang 42.195 km itu tanpa henti. Sisi kanan dan kiri jalur dipenuhi anak-anak hingga lanjut usia. Mereka sangat serius menyemangati dan memberi kami energi. Bahkan ada juga yang menjulurkan tangannya, hingga memberi isyarat meminta high-five. Suami dan teman-teman saya juga tidak mau kalah, mereka naik kereta untuk mengejar saya. Saya bertemu dengan mereka 2 kali, di km-7 dan km-30, saya bisa melihat mereka  di antara puluhan bahkan ratusan ribu orang. Jeli juga mata saya ya!

Sebelum km-25, jari kaki saya perih karena melepuh, tapi untungnya hal itu tidak terlalu parah, dibandingkan beberapa peserta lain yang saya lihat yang mengalami cedera cukup parah sampai menyeret kakinya.

Akhirnya saya finish di 5:17:28! Inilah kali pertama saya bisa menyelesaikan marathon secara penuh! Ternyata ini rasannya melewati garis finish, hati saya penuh dengan rasa kemenangan atas diri sendiri. Terbayang latihan yang panjang, sulitnya berlari di jalur yang berat, dan rintangan lainnya, terbayar sudah setelah berhasil melampaui hal-hal itu.

Keberhasilan ini mengubah hidup saya, saya jadi berkomitmen untuk hidup sehat, termasuk berhenti merokok setelah 17 tahun lamanya melakukan kebiasaan itu.

Running makes me know myself better, so, I run for better me.

tokyo marathon shandra medali(image: Shandra)

 

Saya Ingin Kembali ke Tokyo, dan Berlari Lagi

tokyo marathon akbar

(image: Akbar)

Muhammad Akbar Adil (40) Wiraswasta. Mulai berlari April 2015. Pengalaman berpartisipasi di full marathon luar negeri adalah di Singapura dan Australia. Jepang adalah negara yang ke-3. Finish Tokyo Marathon 2017 5:36:47, urutan ke 27.046.

 

Saya sadar bahwa banyak runner yang lebih baik dari saya, tetapi bukan berarti mereka bisa ikut Tokyo Marathon. Saya beruntung bisa menang undian Tokyo Marathon 2017. Sejak tahu saya menang lotere itu, saya jadi giat berlatih, yaitu sejak November 2016. Selain latihan rutin, saya juga berlatih mengikuti program khusus Tokyo Marathon yang dibuatkan trainer. Namun dengan kesibukan kerja sehari-hari, saya merasa kurang persiapan.

Saya khawatir, bisakah saya mencapai time limit setiap "check point" di sepanjang jalur marathon? Juga dengan dinginnya udara Jepang. Sebelum saya berlari di hari-h, saya mengenakan kelengkapan lari dan melihat jalur yang akan digunakan nanti. Target waktu saya adalah di bawah 5 jam.

Seperti yang saya duga, udara sangat dingin di hari marathon. Suhunya 3℃ saat start. Panitia marathon meminjamkan saya selimut. Kami start pukul 9:10!

Pemandangan di jalur marathon sangat indah dan memuaskan. Saya melihat bangunan-bangunan bersejarah dan orang-orang di pinggir jalan memberi semangat.

Hanya saja, kaki saya terkilir di titik antara km-25 dan km-30. Lutut saya tidak bisa digerakkan sama sekali. Saya baru bisa menggerakkan kaki setelah melepaskan leg support. Akhirnya saya bisa menyelesaikan marathon, tapi badan saya jadi dingin.

5:36:47 bukanlah catatan waktu yang buruk, tapi tetap saja tidak dapat mencapai target waktu saya. Saya ingin kembali ke Tokyo, dan berlari lagi.

 

Sumber:

https://plus62.co.id/archives/10601

http://www.harnas.co/2020/02/17/tokyo-marathon-batal-digelar

 

 

Recommended Articles