24

MAR 20

Tim writer GoodLife

Baik Untuk Usus Kamu, Ini Kelebihan Gula Kelapa

Virus Covid-19 yang kian hari makin meningkat tajam di Indonesia membuat kampanye hidup sehat semakin ramai di media sosial. Berharap dengan kampanye tersebut kita semakin sadar dan mengubah pola hidup kita menjadi lebih sehat.

Nah salah satu tantangan terbesar yaitu mengurangi asupan gula. Apalagi baru-baru ini berdasarkan laporan dari China yang di release oleh The Lancet menyebutkan resiko virus Covid-19 kemungkinan lebih tinggi bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta seperti diabetes melitus (DM), hipertensi dan liver kronis.

Berbicara tentang gula, selain gula pasir atau gula putih yang kita kenal, terdapat berbagai jenis gula seperti gula aren, gula tebu, dan gula kelapa.  Nah, gula kelapa bisa menjadi salah satu alternative untuk pengganti gula biasa dan bisa menjadi lebih sehat.

Kenapa? Kita coba bahas satu-satu yuk:

Kandungan dalam Gula Kelapa

Gula yang berasal dari getah bunga kelapa yang dipanaskan hingga air nira dalam bunga ini menguap dan membentuk kristal. Kristal inilah yang akan menjadi gula kelapa tersebut.

Gula kelapa memiliki kandungan yang bermanfaat untuk kesehatan karena kaya akan mineral seperti zat besi, seng, kalsium, kalium dan juga menjadi sumber vitamin tipe B, B1, B2, B3, B6 dan juga vitamin C. Gula ini memiliki indeks glukosa yang lebih rendah dibandingkan gula lainnya, oleh karena itu gula kelapa menjadi salah satu rekomendasi gula yang baik dikonsumsi oleh penderita diabetes. 

 

Pemanis Sehat

Penggunaan gula kelapa untuk makanan sehari-hari sangat beragam, rasa manis dari gula kelapa cocok untuk dijadikan sebagai makanan penutup seperti kue, smoothie buah dan permen. Selain itu, gula kelapa juga dapat dijadikan sebagai pemanis pada susu, yogurt atau kopi. Kamu tidak perlu khawatir akan kadar gulanya karena gula kelapa merupakan salah satu alternatif pemanis yang sangat sehat.

 

Menyehatkan Usus Besar

Gula kelapa mengandung zat probiotik yang bernama Inulin. Inulin ini bermanfaat sebagai serat makanan larut dalam air dan tidak dapat dicerna enzim-enzim pada sistem pencernaan, karena itu struktur inulin dapat bertahan sampai di usus besar.

Di usus besar inilah inulin akan menjadi makanan bagi bakteri baik seperti Lactobacillus reuteri, Lactobacillus rhamnosus dan Bifidobacterium adolesentis. Pertumbuhan dari bakteri baik tersebut dapat menghambat pertumbuhan E.coli dan Clostridia yang merupakan jenis bakteri penyebab penyakit pencernaan.

Bakteri baik dalam usus besar dapat meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah kanker usus besar, menyeimbangkan gula darah, dan merangsang penyerapan mineral. Jadi secara tidak langsung dengan mengonsumsi inulin dapat menyehatkan usus besar kita.

Nah, meskipun memiliki khasiat yang baik untuk kesehatan, konsumsi berlebihan semua jenis gula dapat merusak kesehatan dan menyebabkan kenaikan tekanan darah. Karena itu kita juga harus bijak ketika mengonsumsi gula kelapa ini ya.

 

Baca Juga: Bedanya Palm Sugar dan Brown Sugar Itu Apa ya?

Recommended Articles