10

APR 20

Tim writer GoodLife

Mengenal Makanan Fermentasi yang Bisa Meningkatkan Imunitas Tubuh

Dalam memilih makanan, selain demi kelezatan serta kandungan nutrisinya, sebaiknya makanan yang kita pilih bisa juga untuk menjaga kesehatan pencernaan agar terhindar dari permasalahan konstipasi. Berbagai penelitian menyebutkan bahwa makanan yang difermentasi merupakan makanan yang paling efektif dalam menjaga kesehatan pencernaan kita dari permasalahan konstipasi.

Masih bingung? Yuk coba kita permudah penjelasannya:

 

Makanan Fermentasi

Makanan fermEntasi adalah makanan-makanan yang mengalami proses sehingga kandungan gula dan protein di dalamnya diuraikan menjadi makanan lainnya. Nah, penguraian ini dilakukan oleh mikroorganisme. Makanan fermentasi kaya akan hal baik. Selain membantu memenuhi asupan enzim yang sangat penting bagi hidup, masa ketahanan makanan yang difermentasi lebih lama daripada makanan yang tidak, serta bisa meningkatkan cita rasa makanan itu sendiri.

Di Jepang, makanan-makanan yang difermentasi seperti kecap, miso, dan natto, sudah menjadi mengakar dalam kehidupan sehari-hari sejak dahulu kala. Ditambah lagi dengan meningkatnya kesadaran akan kesehatan dalam beberapa tahun terakhir ini, semakin banyak orang secara rutin mengkonsumsi makanan ini.

Lalu apa saja sih manfaat makanan fermentasi itu sendiri? 

Mencegah penggunaan enzim berlebih pada tubuh

Makanan fermentasi sudah dicerna sebagian oleh mikroorganisme, karenanya proses pencernaan makanan di dalam tubuh tidak membutuhkan energi dan enzim yang terlalu banyak. Dengan begitu, mengkonsumsi makanan fermentasi dibilang menyehatkan karena kita tidak perlu membuang enzim banyak-banyak.

 

Menjaga kesehatan pencernaan dan memperkuat ketahanan tubuh

Saluran pencernaan dan ketahanan tubuh sangatlah berhubungan, karena sejumlah 60% sel ketahanan tubuh terkonsentrasi dalam bagian usus. Karena itu sel ketahanan tubuh meningkat dan dapat melawan berbagai macam penyakit.

Di dalam tubuh, jumlah bakteri jahat lebih banyak dari pada bakteri baik, sehingga jika muncul zat pembusukan seperti amonia, maka sistem ketahanan tubuh akan terganggu. Baiknya, makanan fermentasi kaya akan bakteri asam laktat dan bakteri baik yang dapat menekan pertumbuhan zat pembusukan. Dengan demikian, maka mengkonsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat mencegah jatuh sakit, sekaligus meningkatkan ketahanan tubuh.

 

Selanjutnya, mikroorganisme dalam fermentasi itu ada apa saja ya?

1. Bakteri asam laktat

Bakteri asam laktat ialah mikroorganisme yang menurunkan pertumbuhan bakteri jahat penyebab konstipasi dan kulit kasar. Nah, asam laktat inilah yang meningkatkan ketahanan usus. Makanan yang mengandung bakteri asam laktat bisa kamu temui di yogurt, natto, asinan, dan keju.

 

2. Jamur koji

Koji kaya akan kandungan asam amino dan vitamin B yang bisa membantu meningkatkan sirkulasi darah dan metabolisme tubuh. Amazake (sejenis sake), yang sering disebut juga dengan “minuman isotonik”, merupakan minuman dengan tingkat penyerapan koji yang tinggi.

 

3. Bakteri asam asetat

Bakteri asam asetat yang sangat diperlukan dalam pembuatan cuka mempunyai kandungan kaya akan kandungan asam sitrat, yang mempunyai manfaat dalam menjaga keseimbangan bakteri dalam usus, menghilangkan konstipasi, meningkatkan nafsu makan, dan memperlancar peredaran darah.

 

4. Ragi

Ragi berperan sebagai bakteri baik dalam usus, menekan bakteri jahat, dan menjaga kesehatan pencernaan. Ragi dapat mengurai gula dan alkohol menjadi gas, sehingga mengurangi penyerapan kalori. Ragi dalam makanan sebenarnya sangat sulit dicerna, namun ada juga ragi yang berperan sebagai bakteri untuk mendukung bakteri baik serta menjaga keseimbangan usus, yaitu ragi natto (ragi yang digunakan dalam pembuatan natto).

 

Kesimpulan

Dapat dikatakan bahwa konsumsi makanan fermentasi secara rutin dapat menjaga kesehatan pencernaan. Sebagai hasilnya, berbagai manfaat bisa dapatkan, seperti misalnya terhindar dari masalah konstipasi serta berbagai penyakit. Kunci dalam mendapat manfaat dari makanan fermentasi adalah bukan mengkonsumsinya dalam jumlah banyak sekali waktu, namun dikonsumsi secara rutin. Nilai nutrisi bisa berubah tergantung efek dan kombinasi makanan, jadi sebaiknya konsumsilah berbagai jenis makanan dengan pola yang seimbang.

 

Source

Baca Juga: 5 Makanan Fermentasi Menyehatkan Ini Wajib Dikonsumsi

 

Recommended Articles