13

APR 20

Tim writer GoodLife

Semua Makanan Itu Bagus Untuk Kesehatan, Asal…

Artikel ini bekerja sama dengan Dr. dr. Dwi Susilowati, Msc, IBCLC, SpGK selaku ahli gizi untuk memberikan pandangannya tentang makanan yang bagus untuk kesehatan itu seperti apa sih? Simak pandangannya disini biar gak salah presepsi.

 

Saya diminta untuk menulis 10 makanan yang bisa memperkuat sistem kekebalan tubuh. Tapi kalau saya bilang bukan kekebalan tubuh tapi mungkin maksudnya makanan yang bagus untuk kesehatan.

Kalau dimintai rekomendasi 10 makanan yang bagus untuk kesehatan, saya rasa semua makanan ya, semua makanan yang dibuat dengan bersih, dimasak semestinya, dan tumbuh atau dipelihara semestinya. That’s it. Kemudian sayuran dan buah juga sangat bagus untuk kesehatan kita.

Yang justru diperhatikan adalah bagaimana kita mengolah bahan-bahan yang sudah disediakan oleh alam tadi dengan baik. Misalnya untuk sayuran, ya harus dicuci dengan bersih dan dimasak dengan baik. Dengan memasak sayuran hingga matang, itu bisa mematikan cacing dan telurnya.

Dalam jumlah tertentu, cacing dan telurnya yang masuk ke dalam tubuh bisa mati oleh asam lambung kita. Tapi mungkin ada 1-2 yang lolos kemudian jadi cacing pita.

Jika kita tidak memperhatikan kebersihan sayuran ketika mencucinya tentu akan meningkatkan potensi jumlah cacing dan telur yang akan masuk ke tubuh kita. Untuk yang suka makan sayuran mentah atau lalapan, tentu butuh treatment khusus saat mencucinya, yaitu dicuci dengan air yang sudah diberi garam.

Masukkan sayuran ke dalam wadah yang sudah berisi air garam tadi lalu diamkan sebentar. Telur cacing kan mengandung banyak lemak, jadi dia akan ngambang. Lalu buang airnya dan ulangi lagi hingga beberapa kali. Risikonya sayuran memang menjadi layu tapi akan lebih sedikit telur cacing yang kita makan.

Tapi kalau yakin pertaniannya bersih, artinya menyiram dengan air bersih bukan air yang tercemar bakteri E. coli ya silahkan makan sayuran mentah.

Untuk mencegah nilai gizinya berkurang, bisa juga memasak sayuran dengan cara direbus atau cukup dengan 3-4 sendok makan air lalu tutup. Jadi sayuran akan matang karena uap air panas dan tetap matang sempurna seperti dikukus.

Lalu bagaimana dengan daging?

Saya juga lebih suka daging yang matang. Mungkin banyak juga yang suka makan daging dengan tingkat kematangan medium rare, karena lebih juicy tapi berisiko cacing masig hidup di dalamnya. Cacing bisa keluar menembus dinding usus kemudia dia ikut aliran darah dan bisa ‘nyantol’ di mana pun juga dalam tubuh. Kadang lebih konyol lagi cacing tumbuh membesar dan menutup aliran darah atau malah bertelur. Ada cacing yang mampu bertelut dan berkembang biak dalam tubuh kita, entah di hati, otak, kan seram.

Jadi lebih baik makan daging matang, termasuk ikan. Ikan juga ada cacingnya loh. Jadi sebaiknya memang semua dimasak sampai matang.

Begitu juga dengan telur. Kalau telur dari ayam yang sehat, it’s okay dimakan mentah atau setengah matang tapi kalau ayamnya kena tifus, sebelum kulit ayam terbentuk, virus masuk ke dalam bakal telur. Kalau kebetulan kita makan telur ayam setengah matang dan ayamnya kena tifus, itu bisa menularkan pada kita. Tapi sekali lagi, kalau ayamnya sehat ya enggak apa-apa. Tapi bagaimana kamu memastikan telur itu dari ayam sehat atau ada penyakit tifusnya? Makannya matang yang mateng wae. Kalau matang, sudah pasti kuman-kuman mati. Kamu bisa mematangkan telur 100 derajat Celcius dengan durasi 4-5 menit.

Kembali bicara soal makanan yang bagus untuk kesehatan, semua makanan yang diolah dengan bersih dan masak dengan matang, bagus untuk kesehatan. Dan juga jangan ditakar juga sesuai dengan kebutuhan kalori harian.

Misalnya minuman kekinian seperti boba, thai tea, atau es kopi susu, semua boleh dimakan asal dengan porsi yang sesuai, tidak berlebihan. Untuk yang suka minuman manis, ya harus diperhitungkan juga kalori yang dikandung di dalamnya. Kalau kamu mau minum boba, thai tea, atau teh manis, maka ketika makan siang, porsi nasi atau karbohidratnya dikurangi separuh karena tadi sudah minum minuman manis yang pasti mengandung tinggi kalori. Karena kalau tidak, pasti akan mengalami kenaikan berat badan.

Intinya, seperti ketika kita datang ke resepsi pernikahan dimana begitu banyak makanan yang dihidangkan. Kamu boleh mencoba semuanya tapi dengan porsi yang sedikit atau kecil.

Recommended Articles