04

MAY 20

Tim writer GoodLife

Perut Bunyi Krucuk-Krucuk Tanda Lapar? Kenali Yuk Bunyi Lain Yang Dikeluarkan Tubuh

Apakah perut kamu sering mengeluarkan bunyi “krucuk-krucuk” saat puasa?

Pasti kamu menyangka bunyi tersebut keluar dikarenakan lapar saat berpuasa. Namun ternyata ada makna dan penjelasan dibalik bunyi krucuk-krucuk dan bunyi lainnya yang dikeluarkan tubuh

Tubuh mempunyai mekanisme alamiahnya sendiri, salah satunya adalah dengan mengeluarkan bunyi tertentu untuk memberi kita informasi. Berikut ini adalah bunyi tubuh yang kerap muncul dan penyebabnya

 

1. Sendawa

Sendawa merupakan proses mengeluarkan gas dari saluran melalui mulut dan biasanya terjadi ketika terlalu banyak gas yang masuk ke tubuh. Akibatnya, perut menggelembung. Sendawa membantu mengeluarkan gas sekaligus mengembalikan ukuran perut. Penyebab masuknya gas antara lain makan terlalu cepat, makan sambil bicara, minuman bersoda, mengunyah permen karet, merokok, dan sebagainya. Kamu harus waspada jika sendawa disertai rasa terbakar di dada dan mulut terasa asam. Bisa jadi ini mengindikasikan GERD alias naiknya asam lambung. Sendawa yang berkepanjangan juga bisa menjadi tanda adanya infeksi atau luka di lambung atau usus halus.

 

2.  Kentut

kentut

Kentut merupakan proses keluarnya udara dan gas yang diproduksi oleh bakteri di dalam usus halus saat mencerna makanan dan melewati rektum (bagia ujung usus halus menuju anus). Aroma kentut bisa sangat menyengat karena konsumsi makanan yang mengandung sulfur seperti kol, brokoli, bawang bombai, atau lobak. Tahukah kamu, kebanyakan orang kentut 13-21 kali sehari, sementara menahan kentut justru bisa membuat bunyi kentut makin keras.

 

3. Perut keroncongan

Bunyinya ‘krucuk-krucuk.’ Banyak orang mengartikan kelaparan. Sebenarnya bunyi seperti ini normal, kok. Ini terjadi ketika makanan dan udara bergerak bersama saat melalui usus halus. Dinding usus halus kemudian berkotraksi untuk mencerna makanan yang masuk. Bunyi akan semakin keras jika saluran usus halus dalam keadaan kosong. Inilah yang menyebabkan bunyi ini dianggap sebagai tanda perut lapar. Konsumsi makanan dan minuman yang manis-manis serta berkarbonasi bisa membuat bunyi bertambah keras, jadi sebaiknya dihindari. Makan dalam porsi kecil setiap 2-3 jam akan membantu mengurangi bunyi. Harus diwaspadai jika bunyi yang keluar dari perut ini disertai nyeri hebat, kram, dan rasa mual.

 

4. Bersin

bersin

Bersin merupakan refleks tubuh ketika benda-benda asing seperti debu, kuman, atau polutan masuk ke lubang  hidung. Biasanya bersin disertai tarikan napas panjang dan suara keras yang keluar dari mulut. 

Sebenarnya, bersin adalah mekanisme tubuh untuk membersihkan rongga hidung. Kuman yang keluar ketika bersin bisa terlempar hingga 1,5 meter lebih, lho. Itu sebabnya penting menutup mulut saat bersin untuk melindungi kuman supaya tidak menempel ke orang lain di sekitar. Bersin terus-terusan bisa juga merupakan gejala flu atau alergi. Sebaiknya jangan menahan bersin karena bisa menimbulkan cedera serius seperti pecahnya gendang telinga, pecahnya pembuluh darah di mata, maupun kerusakan diafragma. 

 

5. Cegukan 

cegukan

Cegukan terjadi saat difragma (lembaran otot di bawah rongga dada) kaku atau kejang sehingga membuat pita suara menutup dan menghentikan tarikan napas secara mendadak. Ini yang menyebabkan keluar bunyi ‘hik’ saat kita cegukan. Perubahan suhu mendadak, rasa cemas atau nervous, menelan udara, atau makan berlebih bisa menyebabkan cegukan. Secara imiah, salah satu cara untuk meredakan cegukan adalah bernapas di dalam kantong. Ini akan meningkatkan karbondioksida di dalam paru-paru sehingga meredakan kontraski diafragma.  Jika cegukan berlangsung lebih dari 48 jam, sebaiknya hubungi dokter karena bisa saja ada masalah pada sistem saraf pusat. 

Dan ternyata tak hanya manusia dewasa yang mengalami cegukan. Janin di dalam kandungan pun mengalaminya juga, lho! 

 

6. Membunyikan ruas jari

Kata orang, membunyikan sendi jari atau leher dengan membuat kita merasa nyaman. Apalagi setelah muncul bunyi ‘krek..krek’. Benarkah? Sendi tubuh dikelilingi oleh semacam cairan sebagai pelumas. Ketika kita menekuk atau membunyikan ruas jari, misalnya, maka ruang di antara dua ruas jari akan melebar. Hasilnya, muncul gelembung kecil pada cairan pelumas yang menghasilkan bunyi ‘krek… krek...” 

Membunyikan ruas atau sendi tidak terbukti memberikan manfaat ataupun membahayakan, meskipun beberapa penelitian menyatakan bahwa kebiasaan ini bisa beresiko memicu artritis atau radang sendi.

Bagaimana dengan bunyi yang keluar saat kita naik tangga, bangun dari posisi duduk, atau membengkokkan tubuh? Ini normal dan tak perlu dicemaskan. Bunyi ini muncul ketika otot tendon berubah dari posisi semulanya. Yang harus kita waspadai adalah jika bunyi disertai rasa sakit, bengkak, atau sendi menjadi terkunci. Bisa jadi otot ligamen atau otot tendon mengalami cedera atau pun gejala radang sendi. 

 

Jadi, jika tubuh kamu sudah mengeluarkan bunyi-bunyi aneh gak ada salahnya kamu lebih memperhatikan tubuh kamu sendiri yaa Goodpeeps. Yuk jaga tubuh tetap sehat saat berpuasa

 

Baca juga : Ketika Kamu Mulai Cemas Dan Stres Dengan Corona Bacalah Ini

Recommended Articles