06

MAY 20

Tim writer GoodLife

Generasi Sekarang Dinilai Kurang Rasa Simpati, Benarkah?

Goodpeeps, akhir-akhir ini kita sering melihat fenomena prank atau sejenisnya yang membuat miris. Contohnya salah satu youtuber  muda yang lagi viral Ferdian Paleka, ia membuat prank memberikan sembako berisi batu dan makanan tidak layak kepada transpuan. Banyaknya fenomena miris yang dibuat oleh generasi muda sekarang membuat orang berpikir apa benar generasi muda jaman sekarang kurang rasa simpati?

Kali ini psikolog Gisella Tani Pratiwi, M.Psi dari IPKI (Ikatan Psikolog Klinis Indonesia) Wilayah Jakarta  memberikan pandangannya terkait generasi muda dan rasa simpati yang berkurang. 

 

Generasi Z dan Milenial adalah generasi yang hidup dalam dunia internet yang serba ada, akses pendidikan dan kesehatan yang cenderung memadai serta perkembangan teknologi yang pesat, juga globalisme. Sehingga para generasi milenial mengalami situasi hidup yang cukup nyaman namun juga sebagian dari mereka menyadari situasi kesenjangan di sekitarnya.

Dengan informasi yang sangat terbuka dari seluruh dunia, baik isu terkini maupun perkembangan pengetahuan, milenial memiliki dorongan untuk melakukan terobosan-terobosan. Maka di masa ini juga terjadi disrupsi besar-besaran di mana misalnya bisnis retail tradisional digerus perlahan oleh inovasi bisnis online yang inovatif.

Generasi ini juga dikondisikan untuk memiliki identitas diri yang unik agar menonjol, lebih terdorong untuk menjadi entrepreneur, memiliki sikap kerja dan tuntutan kerja yang berbeda dari generasi sebelumnya misalnya lebih menyukai kerja dari mana saja dengan waktu yang fleksibel serta lebih menyadari keseimbangan dengan waktu rekreasi.

Di sisi lain mereka juga jadi semakin rentan untuk tenggelam dalam dunia maya dan menjadi jauh dari lingkungan sosial yang sehat. Mereka juga banyak yang rentan mengalami kesehatan mental yang kurang baik mengingat tekanan yang dialami dalam dunia nyata ditambah rekanan dari dunia maya.

ME Generation, Kurang Rasa Simpati?

Sepertinya image generasi milenial adalah ME Generation, berpusat pada dirinya sendiri. Tapi tampaknya tidak bisa dipukul rata seperti itu semua karena ada mereka yag malah sangat peduli dengan lingkungan sekitar dan membuat gerakan-gerakan (causes) untuk mengubah atau sumbangsih pada kondisi yang membuat mereka prihatin.

Namun mungkin karena mereka cenderung asik dengan dunianya sendiri, memang ada yang jadi menjauh dengan teman, keluarga, dan lingkungan sosial.

Jika dilihat dari fenomena penggunaan gadget yang cenderung mengutamakan eksistensi diri dan kurang inisiatif melakukan hal-hal nyata sebagai bukti simpati, misalnya jika ada kejadian kecelakaan di jalan, mungkin para milenial akan memilih untuk memvideokan dan membuat postingan di media sosial daripada langsung menolong atau berbuat sesuatu yang nyata terhadap peristiwa kecelakaan itu. Atau ketika ada korban perkosaan, videonya di-share di medsos tanpa mengindahkan faktor kerahasiaan identitas anak dan perlindungan terhadap ekspos wajah korban.

Kegagapan menggunakan medsos dan gadget juga memprihatinkan dan menyebabkan milenial melakukan tindakan yang berpusat pada intensinya saja.

Dengan berkurangnya rasa simpati, dikhawatirkan para milenial akan kurang memiliki relasi sosial yang berarti. Padahal kebutuhan sosial ini hal yang mendasar dan pada waktunya mereka mungkin akan mencari pemenuhan akan hal ini.

Oleh karena itu, sangat penting untuk mengasah rasa simpati bagi generasi milenial agar lebih banyak pihak yang bekerja sama melakukan implementasi solusi-soluis masalah sosial. Apalagi generasi ini memiliki banyak potensi dan akses untuk dimanfaatkan atau dikaryakan.

Dan untuk melatih rasa simpati, perlu diberikan kesempatan untuk bertemu tatap muka dan berdiskusi dengan beragam individu dan komunitas dari beragam latar belakang.

Generasi milenial memiliki banyak resource daripada generasi sebelumnya, namun juga menghadapi beragam masalah yang mungkin baru berkembang di masa sekarang. Harapannya diperlukan inisiatif dan kepedulian yang ebsar untuk mengarahkan dunia ke hal yang lebih manusiawi dan konstruktif bagi semua.

 

Baca juga : Punya Teman Tukang Bohong Ini Tips Jitu Menghadapinya

 

Recommended Articles