02

MAY 20

Tim writer GoodLife

AC Bisa Menyebarkan Covid-19? Simak Penjelasannya

Di Amerika Serikat beberapa pejabat federal sedang mengekplorasi peran musim panas mendatang pada penyebaran virus Covid-19, beberapa ahli memperdebatkan bahwa kelembaban, suhu dan sinar matahari langsung tidak berdampak langsung pada viralitas Covid-19.

Seperti yang diterbitkan dalam jurnal Emerging Infectious Diseases, yang dibagikan oleh Centers for Disease Control and Prevention, ada yang lebih mengkhawatirkan yaitu peran AC yang menjaga masyarakat tetap tidak kepanasan selama musim panas.

Bahkan ada studi baru yang menemukan bahwa sembilan orang terinfeksi COVID-19 hanya dengan duduk di dekat ventilasi AC di sebuah restoran di Wuhan, Cina, tempat virus pertama kali diidentifikasi. Studi ini meneliti bagaimana satu pengunjung tanpa gejala berhasil menulari pengunjung di sekitar mereka ketika droplets (tetesan) disebarkan oleh sistem pendingin udara. Orang yang dimaksud duduk di meja yang terletak di depan AC. Empat orang di meja orang tersebut kemudian dinyatakan positif COVID-19, serta lima orang di meja sebelah.

Bagaimana kemungkinan itu bisa terjadi?

John Lednicky, PhD, seorang spesialis penelitian mikrobiologi dan virologi Universitas Florida menjelaskan biasanya, banyak orang akan menghasilkan droplets atau tetesan berukuran lebih besar, yang cenderung jatuh di dekat orang atau jatuh sedikit lebih jauh, hingga enam kaki jauhnya. Oleh karena itu Lednicky menekankan pentingnya menjaga jarak dengan orang lain hingga enam kaki jauhnya.

Tetapi, ada juga partikel yang sangat kecil yang tersebar di udara, menyebabkan paparan aerosol inhalasi seperti yang terjadi di restoran di Wuhan.  Pendingin udara berfungsi untuk menjaga ruang tetap dingin dengan menghilangkan kelembaban dari udara, karena uap air dapat menahan panas, tetapi uap air juga berfungsi untuk menurunkan droplets dan partikel virus saat mereka berada di udara.

Jika uap air dikeluarkan untuk mendinginkan udara yang terjadi ketika kamu menyalakan  AC, itu juga memungkinkan droplets infeksi bertahan lebih lama daripada di luar atau di ruang lain di mana kelembabannya lebih tinggi.

 

Lalu bagaimana dengan AC dirumah?

Lednicky mengatakan risiko terbesar adalah dekat dan melakukan kontak dengan orang lain. Jika kamu sudah melakukan social distancing yang aman secara konsisten atau telah mengisolasi diri sendiri atau keluarga kamu tidak perlu khawatir menyalakan AC di rumah.

Namun  jika kamu memiliki saudara atau keluarga yang berkunjung ke rumah saat liburan atau lebaran nanti, para peneliti di University of Oregon dan University of California, Davis, menerbitkan laporan yang menyarankan membuka jendela daripada menggunakan sistem pendingin udara karena dapat mencegah penyebaran terutama jika ada orang sakit dirumah. Penelitian Rule mengatakan  bahwa pada kasus COVID-19 setelah social distancing, ventilasi adalah bagian terpenting kedua dalam mencegah penyebaran infeksi.

Selain itu Qingyan Chen yang mempelajari penyakit menular melalui ventilasi di Purdue University’s James. G. Dwyer Professor of Mechanical Engineering, menambahkan hal yang paling penting dilakukan adalah menghindari berlama-lamau berada di dekat pendingin ruangan, karena disinilah partikel Covid-19 dapat terperangkap dan rutinlah membersihkan serta menggati filter AC kamu.

 

Metode penyebaran virus

Goodpeeps , seperti dilansir forbes.com, Qingyan Chen mengatakan ada tiga metode penyebaran COVID-19: Yang pertama, dan paling umum, adalah kontak langsung atau tidak langsung dengan orang lain. Yang kedua adalah melalui tetesan dari batuk, atau kontak kulit ke kulit. Yang ketiga adalah transmisi oral-fecal, di mana penularan dari fecal secara tidak sengaja tertelan. Namun, belum ada penelitian substansial untuk melacak asal-usul penularan COVID-19 berdasarkan kasus per kasus.

 

baca juga : Lakukan Hal Ini Agar Rumah Bebas Dari Penyakit

Source1, Source2

Recommended Articles