07

MAY 20

Tim writer GoodLife

Deteksi Dini Untuk Bahaya Diabetes yang Mengintai

Penyakit diabetes bukanlah salah satu penyakit yang bisa dianggap remeh, Goodpeeps. Di Indonesia sendiri, grafik statistik dari orang yang terkena penyakit ini semakin meningkat dalam tiap tahunnya. Seperti yang dilansir oleh siloamhospitals.com, Indonesia menempati urutan ke-6 dari sepuluh negara dengan jumlah diabetes tertinggi, yaitu 10,3 juta pasien per thaun 2017. World Health Organization memperkirakan jumlah pasien diabetes di Indonesia, khususnya yang berada pada tipe 2 akan meningkat signifikan hingga 16,7 juta di tahun 2045. Hal yang demikian dapat terjadi apabila masyarakat Indonesia masih bersikap apatis dan tidak ada awareness terhadap kesehatan diri sendiri.

Temuan yang mengejutkan datang dari masalah diabetes, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau CDC, mengeluarkan data statistik yang menunjukkan bahwa lebih dari 30 juta orang di sana menderita diabetes. Dan, 25 persennya bahkan tidak mengetahui jika mereka mengidapnya. Hal ini kemudian menjadi lebih parah ketika 84 juta orang Amerika juga memiliki pra-diabetes.

Bukan hanya satu, ternyata diabetes mempunyao beberapa varian.

Diabetes

Diabetes tipe 1, adalah salah satu jenis yang jarang terjadi. Totalnya yang mengidap hanyalah 5 persen saja. Tipe ini pada umumnya merupakan penyakit autoimun dimana tubuh berhenti membuat insulin. Akibatnya, tubuh menjadi tidak dapat mengatur kadar gula darah.

Selanjutnya yaitu diabetes tipe 2. Ya, jenis ini merupakan yang umum terjadi dan diderita oleh banyak orang. Itu terjadi ketika tubuh tidak menggunakan insulin dengan baik serta tak mampu menjaga gula darahnya agar stabil.

Lalu, jenis terakhir adalah diabetes gestasional yang sering terjadi pada wanita hamil dan akan hilang saat melahirkan. Namun tidak menutup kemungkinan bahwa si ibu akan mengidap diabetes tipe 2 di kemudian hari. 

Ketiga jenis diabetes di atas dapat dengan mudah dideteksi melalui tes darah. Tes tersebut pada dasarnya melakukan pengecekan apakah glukosa darah (gula darah) kita dalam ambang batas yang terlampau tinggi atau normal. Namun, untuk usaha pencegahan, kita juga bisa deteksi diri sedini mungkin. Apalagi pra-diabetes yang tidak begitu terlihat gejalanya.

 

Gejala diabetes yang harus kita sadari

Saat gejala-gejala di bawah ini sudah mulai dirasakan, kita tidak usah ragu lagi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter.

 

1. Intensitas buang air kecil menjadi sering

Ketika tubuh kelebihan gula, secara otomatis akhirnya akan membuangnya melalui urin. Sehingga, kegiatan buang air kecil pun akan menjadi lebih sering. Urin juga biasanya mengikuti kadar gula pada tubuh. Hal tersebut dijelaskan oleh Mary Vouyiouklis Kellis, M.D., seorang ahli endokrinologi di Cleveland Clinic.

 

2. Sering merasakan haus

Haus - DIabetes

Dengan banyaknya buang air kecil, tubuh juga dapat menjadi dehidrasi. Bahayanya adalah saat haus atau dahaga muncul akibat dehidrasi, lalu kita memberikan cairan dalam tubuh dengan minuman manis. Contohnya seperti soda atau jus yang justru semakin menambah kadar gula darah. Dehidrasi juga dapat ditunjukan dengan warna urin yang menjadi lebih gelap.

 

3. Timbul masalah bau mulut

Dehidrasi terkait diabetes dapat menimbulkan mulut kering dan menciptakan bau mulut. Dengan masalah mulut kering, saliva atau air liur menjadi berkurang sehingga tidak dapat membersihkan bakteri dan menyeimbangkan pH di mulut.

Terlebih lagi, diabetes yang tidak terdiagnosis atau tidak terkontrol dapat memicu ketosis. Suatu proses di mana tubuh menggunakan glukosa untuk menciptakan energi. Ketosis melepaskan zat kimia yang disebut keton, yang dapat membuat nafas tidak sedap atau manis. Bahkan berbau seperti aseton, karena itu adalah sejenis zat keton.

 

4. Penglihatan menjadi kabur

Diabetes - penglihatan kabur

Penglihatan kabur adalah gejala diabetes yang umum dan sering diabaikan. Apa hubungannya? Kellis menjelaskan bahwa cairan dapat terbentuk di lensa mata ketika kadar gula meningkat. Penumpukan cairan di mata akan mengaburkan pandangan serta menyebabkan rabun jauh.

 

5. Mati rasa pada bagian tertentu

Neuropati adalah suatu kondisi yang ditandai dengan timbulnya rasa sakit atau bahkan mati rasa pada bagian-bagian tubuh seperti lengan, tangan, dan kaki. Hal ini terjadi karena diabetes akan mengurangi aliran yang merusak pembuluh darah dan saraf pada tubuh kita.

 

6. Saat terjadi luka, proses penyembuhan menjadi lambat

Diabetes - Luka

Orang-orang pengidap diabetes menjadi rentan terkena cedera namun lambat dalam proses penyembuhannya. Gula darah yang tinggi merupakan tempat strategis untuk bakteri berkembang. Karena diabetes sering disertai dengan tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi, berbagai penumpukan yang dihasilkan dapat mempersempit pembuluh darah, mengurangi suplai darah dan menyebabkan penyembuhan lambat.

Diabetes juga dapat melemahkan sel-T yang membentuk sistem kekebalan atau pertahanan tubuh kita terhadap infeksi.

 

7. Penurunan berat badan secara signifikan

Penurunan berat badan dapat terjadi karena banyak alasan, dan diabetes adalah salah satunya. Insulin membantu tubuh dalam pemindahkan gula dari darah ke beberapa sel. Ketika tubuh memiliki resistensi insulin, maka kita tidak mendapatkan cukup energi ke dalam sel-sel tersebut. Karena tidak dapat memperoleh energi yang cukup dari gula, tubuh akan membakar lemak dan otot sendiri untuk menghasilkan energi.

Penurunan berat badan bisa sangat signifikan, bahkan 5 hingga 10 persen dari berat badan semula.

 

8. Tetap merasa lelah walaupun cukup istirahat

Karbohidrat yang tubuh uraikan menjadi glukosa adalah sumber energi utama. Tetapi, bagi penderita diabetes akan kesulitan untuk secara efektif menggunakan sumber energi tersebut. Saat kekurangan energi, tubuh akan gampang lelah ditambah lagi dengan dehidrasi yang kerap muncul pada mereka.

Namun tentu saja, ada banyak faktor lain yang membuat kita merasa lelah, termasuk diet, tingkat stres, dan seberapa banyak waktu tidur atau istirahat.

 

9. Gatal akibat infeksi jamur pada kulit

Gula darah tinggi menimbulkan jamur menjadi lebih mudah hidup dan berkembang biak di kulit. Orang-orang dengan diabetes sering mengalami gatal-gatal karena infeksi jamur tersebut. Masalah lain seperti kulit kering juga bisa sering muncul, menurut American Diabetes Association.

Untuk mengatasinya, kita dapat mencoba untuk membatasi seberapa banyak aktivitas mandi (terutama di daerah beriklim panas), menggunakan sabun dengan pelembab, dan rajin menggunakan lotion sehabis mandi.

 

 

10. Timbulnya bintik hitam pada kulit

Kulit yang gelap di sekitar tengkuk, di bawah bagian ketiak, atau bahkan di daerah pangkal paha adalah tanda awal yang umum dari resistensi insulin. Kondisi ini dinamai dengan acanthosis nigricans (AN).

 

Baca juga :

Siapa Bilang Penderita Diabetes Nggak Boleh Makan Seafood

Recommended Articles