17

MAY 20

Tim writer GoodLife

Cara Menjaga Kesegaran Bahan Makanan di Kulkas

Menjaga kesegaran bahan makanan agar tetap sehat dan bisa dikonsumsi sama artinya dengan menyelamatkan bumi loh, Goodpeeps. Mengapa demikian? Karena jika makanan tidak segar, maka kita pun tidak bisa mengolahnya. Jika tak bisa diolah, maka berakhir dengan membuangnya. Membuang dengan begitu saja tentu akan berdampak pada limbah makanan yang akan mengotori bumi tercinta ini.

Menurut Departemen Pertanian Amerika Serikat, setiap tahunnya disana mereka membuang hampir 40 persen dari limbah makanan. Sedangkan di Indonesia, sampah makanan atau food waste jika dikumpulkan dalam satu tahun jumlahnya mencapai 1,3 juta ton. Jika dirata-rata, satu orang menghasilkan sampah makanan sebanyak 300 kilogram per tahun. Tentu lah hal ini tidak baik jika terus-menerus terjadi.

Untuk menjaga bahan makanan di kulkas tetap terjaga kesegarannya, berikut tips untuk Goodpeeps.

Makanan Sisa Pakai

  • Simpan sisa makanan dalam tempat atau wadah anti bocor. Tempat yang kedap udara, membantu makanan tetap segar.
  • Membuat aturan untuk produk yang masuk pertama, maka itu lah yang harus keluar dahulu atau dikonsumsi segera. Jangan mengkonsumsi produk baru jika produk lama pun masih ada.
  • Dinginkan sisa makanan dalam waktu dua jam setelah dimasak.
  • Saat menempatkan sisa makanan, bagi secara merata pada tiap wadah agar cepat merata dan lebih cepat dingin. Hal ini dikarenakan, makanan yang didiamkan lama di suhu ruangan akan mudah dihinggapi oleh spora bakteri.
  • Untuk makanan kalengan, jika masih tersisa, jangan didinginkan bersamaan dengan kalengnya. Sebuah kaleng apabila sudah terbuka, maka residu logamnya akan terlarut dalam makanan tersebut dan ikut meninggalkan rasa logam.

Aneka Daging Segar

  • Untuk jenis daging, simpan pada tempat terdingin di lemari es. Jika memungkinkan, simpan pada bagian laci yang terpisah sendiri. Suhu dingin yang ideal untuk daging adalah 29 ° F.
  • Simpan semua daging segar, ikan, dan daging unggas tetap di bungkusnya. Pembungkusan ulang dapat meningkatkan risiko terpaparnya makanan dengan bakteri berbahaya.

Dairy Product

  • Untuk susu yang ditempatkan pada botol, putar tutup secara rapat-rapat agar dapat digunakan sebelum tanggal kadaluarsa.
  • Untuk produk seperti keju, yogurt, telur, dan sour cream, pisahkan mereka dengan tempat aslinya. Tempatkan mereka pada tempatnya masing-masing, jangan mengembalikan lagi pada wadah awal.
  • Untuk keju bertekstur keras, simpan di dalam pembungkus asli sampai kita menggunakannya. Kemudian, bungkus dengan  kertas lilin, aluminium foil, atau plastik longgar lainnya.
  • Susu yang berada di dalam botol lebih aman daripada produk susu yang tersimpan dalam box karton. Kardus susu yang terbuat dari karton tersebut berpotensi mengkontaminasi produk susu di dalamnya.
  • Jangan menyimpan produk susu di bagian pintu kulkas. Bagian itu merupakan tempat terpanas di lemari es. Pintu kulkas digunakan hanya untuk minuman dan bumbu yang tidak mudah busuk.

Sayur dan Buah

  • Pisahkan buah dan sayuran secara terpisah dan masing-masing. Contohnya seperti apel dengan apel, wortel dengan wortel. Sayuran dan buah-buahan mengeluarkan gas yang berbeda, sehingga dapat menimbulkan reaksi yang dapat membuat busuk jika bergabung.
  • Simpan sayuran dan buah-buahan tertentu yang harus tetap lembab dengan cara menempatkannya dalam kantong plastik berlubang atau tidak terlalu tertutup. Hal ini agar adanya udara terus bersirkulasi.
  • Jangan mencuci sayur dan buah sebelum mendinginkannya. Kelembaban dapat membuat mereka membusuk lebih cepat.


Source

Recommended Articles