12

MAY 20

Tim writer GoodLife

Cepat Move on Setelah di PHK dan di Rumahkan Kata Psikolog

Dampak dari adanya pandemi virus corona saat ini memang sangat luar biasa berpengaruh di kehidupan kita, terutama pada kondisi perekonomian Indonesia. Banyak perusahaan merespon dampak tersebut dengan berbagai cara, antara lain yaitu mulai dari pemotongan gaji, pemberhentian layanan sementara hingga Pemutusan Hubungan Kerja. Artikel kali ini oleh Dosen Fakultas Psikologi Universitas Tarumanagara dan juga psikolog dari Griya Morposa, Widya Risnawati, M.Psi  yang memberikan pandangannya agar kamu tidak mudah menyerah mesti terkena lay off.

 

Sudah nggak bisa dipungkiri lagi, siapapun kalau terkena lay off alias pemutusan hubungan kerja, pasti akan merasa sedih, bingung, takut, wah campur aduk semua. Sedih dan bingung karena kehilangan pekerjaan yang selama ini jadi rutinitas kita, dan pastinya takut akan nasib keuangan kita. Pasti sudah terbayang-bayang bagaimana harus membayar cicilan dan kebutuhan hidup sehari-hari.

Hal yang sama juga pasti dirasakan oleh para milenial saat terkena layoff. Meski mereka terkenal suka berpindah-pindah pekerjaan, bukan berarti tak merasakan dampak psikologis terkena layoff.

Pasalnya, mudah berpindah-pindah pekerjaan karena niat para millenials ini untuk mencari peluang yang lebih baik untuk pengembangan diri. Atau mereka merasa kurang mendapat mendapat fasilitas yang memadai serta jam kerja yang kurang fleksibel. Namun yang jelas, jika mereka berpindah kantor, tentu hal itu sudah direncanakan dan diniatkan dari jauh-jauh hari.

Layoff

Berbeda jika kita terkena layoff, yang biasanya pengumumannya sangat mendadak. Kita seperti tidak diberi pilihan dan waktu untuk mencari pekerjaan pengganti. Tapi sebagai generasi yang terkenal menyukai perubahan dan cepat menyesuaikan dengan perkembangan teknologi, seharusnya millennials tidak perlu waktu lama untuk segera move on.

Ya boleh lah bersedih dan bingung tapi harus ditetapkan dengan durasi yang cukup singkat, misalnya satu minggu. Setelah satu minggu, kamu harus cepat move on dan berpikir ke depan.

Ingat, bahwa kamu punya kemampuan dan potensi yang bagus. Buktinya selama ini keahlian kamu dibutuhkan oleh perusahaan lama. Sekarang, mungkin ini waktunya berkarir di perusahaan lain. Di luar sana, pasti ada perusahaan yang sedang mencari karyawan dengan kualifikasi seperti kamu. Tidak menutup kemungkinan, justru ini menjadi awal karier kamu semakin berkembang dan cemerlang.

Atau mungkin ini saatnya kamu yang menciptakan sendiri lapangan pekerjaan sehingga kedepannya tidak akan menemui masalah seperti kena lay off atau dikejar target dan deadline.

Buat Rencana dan Skala Prioritas

Oke, setelah waktu yang disediakan bersedih sudah berakhir, ini saatnya kamu bangkit. Pupuk kepercayaan diri bahwa siapa saja bisa terkena layoff. Selama ini kamu sudah bekerja dengan maksimal dan pengalamanmu dalam bidang pekerjaan tersebut adalah ‘modal’ untuk mendapat pekerjaan lainnya.

Lalu hal lain yang harus kamu lakukan adalah buatlah rencana dan skala prioritas untuk mendapat pekerjaan selanjutnya. Mungkin terbesit di pikiran bahwa kamu ingin istirahat lebih lama dan menikmati masa menjadi ‘pengangguran’ ini.

Tapi ingat, kebutuhan kamu harus tetap dipenuhi dan satu-satunya cara adalah dengan bekerja. Jadi yang menjadi prioritas kamu saat ini adalah mencari pekerjaan baru. Buatlah rencana perusahaan mana saja yang akan kamu kirimin CV. Kamu bisa mencari informasi dari berbagai media online, aplikasi lowongan pekerjaan, atau dari link yang selama ini kamu punya.

Kamu hidup di zaman serba digital dan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Semua itu tentu sangat memudahkan kamu untuk mencari pekerjaan. Jangan lupa untuk memperbaharui CV kamu ya agar menarik perhatian calon perusahaan baru tempat kamu akan bekerja.

Di masa ini, sebaiknya jangan mudah menyerah. Misalnya sudah beberapa kali mengirim CV tapi belum ada panggilan wawancara, ya anggap saja bahwa memang belum ada yang ‘berjodoh’ dengan kamu. Sebaiknya tetap semangat untuk mencari informasi lowongan kerja dan kirim CV kamu. Sambil menanti panggilan kerja, sebaiknya kamu juga harus up date dengan hal-hal kekinian yang terjadi di luar sana. Hal ini bisa menjadi modal ketika kamu dipanggil wawancara kerja.

 

Semangat berjuang demi karier yang lebih baik lagi!

Recommended Articles