23

MAY 20

Tim writer GoodLife

Memahami Teknik Memasak yang Baik Bagi Kesehatan

Memilih makanan yang tepat adalah salah satu bagian dari pola makan sehat. Tetapi, bagaimana kita mempersiapkannya juga memainkan peran penting. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa teknik memasak tertentu, dapat berpotensi membahayakan kesehatan jika terjadi kesalahan dalam prosesnya. Hal tersebut dijelaskan oleh Donald Hensrud, seorang direktur medis dari Mayo Clinic Healthy Living Program.

Contoh kasus dari masalah di atas adalah seseorang yang makan terlalu banyak daging dengan suhu tinggi saat memasaknya, dapat meningkatkan risiko kanker pankreas dan usus besar atau kanker kolorektal.

Namun kamu tidak perlu panik, yang harus dilakukan yaitu memahami teknik-teknik tersebut. Goodpeeps bisa mulai mempelajari teknik dibawah ini apalagi sebentar lagi lebaran yang merupakan musim daging. Jangan sampai salah memasaknya yaa.

 

1.  Menumis dan Sautéing

Kedua teknik ini memiliki persamaan yaitu menggunakan minyak dalam memasaknya. Perbedaannya, Sautéing merupakan teknik memasak yang menggunakan sedikit minyak dalam suhu tinggi. Bisa diartikan juga sebagai menumis makanan. Sedangkan Stir-frying merupakan salah satu teknik yang sering dipakai di Asia, khususnya chinese food. Cukup mirip dengan Sautéing, namun dengan persentase minyak yang lebih banyak.

Memasak makanan menggunakan minyak memang kerap mendatangkan masalah kesehatan seperti pemicu kanker. Hal tersebut karena jika minyak dipanaskan, maka akan terjadi proses oksidasi dan melepaskan radikal bebas. Untuk mengatasinya, kita bisa menyikapi dengan cara berikut:

a)  Gunakan olive oil

Olive oil atau minyak zaitun adalah jenis minyak terbaik yang bisa kita gunakan saat membuat makanan yang digoreng. Tipenya merupakan minyak yang lebih stabil pada suhu tinggi dibandingkan dengan jenis lain.

b)  Jaga kebersihan minyak

Penting untuk memastikan bahwa minyak yang digunakan tetap bagus dan bersih. Menggunakan minyak secara berulang berarti bahwa minyak itu mungkin kehilangan nutrisi.

c)  Untuk adonan, gunakan yang gluten free

Saat kita ingin membuat sesuatu yang menggunakan adonan, gunakan tepung yang bebas gluten. Contohnya adalah tepung jagung atau tepung beras. Sedangkan tepung serbaguna yang umumnya mengandung gluten, akan meningkatkan risiko penyerapan minyak yang berlebih dalam makanan.

d)  Gunakan soda kue atau cairan berkarbonasi lain

Cara lainnya untuk membantu meningkatkan kualitas makanan yang digoreng adalah dengan menggunakan cairan berkarbonasi, atau baking soda dalam adonan. Nantinya mereka akan melepaskan gelembung gas, yang akan membantu mengurangi penyerapan minyak dalam makanan.

e)  Memperhatikan suhu panas dalam minyak

Suhu ideal untuk minyak goreng berkisar antara 325 ° F - 400 ° F. Jika minyak goreng tidak cukup panas, makanan tidak akan dimasak secepat yang seharusnya, dan memiliki lebih banyak waktu untuk menyerap lebih banyak minyak. Lalu, jika memasaknya terlalu panas, itu dapat menyebabkan minyak goreng rusak dan mendatangkan berbagai masalah lagi.

Disarankan untuk menggunakan deep fryer, bukan wajan karena lebih bisa mengontrol kondisi minyak. Dan terakhir, jangan lupa meniriskan makanan diatas tisu sebelum dihidangkan. 

 

2.  Poaching

Poaching adalah memasak makanan dalam sedikit cairan dengan panas yang diatur agar jangan sampai mendidih. Bahan makanan yang dapat diproses dengan teknik ini diantaranya adalah daging, unggas, ikan, buah dan telur. Temperatur suhunya sendiri umumnya berada di angka 71 º C - 82 º C. Tetapi Lauren Slayton, seorang pendiri Foodtrainers di New York merekomendasikan bahwa untuk daging ayam harus dipanaskan dalam 165 ° F. Sementara itu, untuk daging sapi dan babi dapat dipanaskan dengan suhu mencapai 145 º C.

 

3.  Roasting

 

Roasting adalah teknik memanggang yang biasanya untuk daging dan sayuran, menggunakan udara yang dipanaskan dari dalam oven. Panas yang digunakan adalah kisaran 49 º C - 260 º C. Sebelum itu, daging dan sayuran dibungkus aluminium foil atau diletakkan di atas piring khusus tahan panas sebelum diproses.

Untuk jenis makanan seperti kentang dan roti tidak disarankan memanggangnya sampai dengan berwarna gelap karena dapat memicu adanya zat karsinogen. Panggang roti sampai dengan berwarna coklat muda dan kentang sendiri sampai berwarna kuning keemasan. Hal tersebut dijelaskan oleh Paolo Boffetta, seorang associate director dari Tisch Cancer Institute.

 

4.  Grilling

Grilling merupakan salah satu teknik yang memanggang di atas arang secara langsung, jadi makanan bersentuhan dengan bara api dan arang. Makanan yang biasanya menggunakan teknik ini adalah barbeque, steak serta makanan Indonesia yaitu sate.

Tetapi daging panggang telah dikaitkan dengan risiko kanker. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurusan Public Health di Minnesota University menunjukan bahwa orang yang makan steak sangat matang, hampir 60% lebih mungkin terkena kanker pankreas. Hal ini sudah dibandingkan dengan mereka yang makan steak dengan tingkat kematangan well-done atau bahkan yang tidak makan steak sama sekali.

 

5.  Broiling

Teknik broiling menggunakan panas tinggi dan langsung mengarah ke makanan. Api atau panas yang dihasilkan berasal dari atas makanan. Jika menggunakan teknik ini, kita harus sering membalikkan makanan agar tidak gosong di satu sisi.

Agar makanan khususnya daging tetap sehat dan terjaga kondisinya, disarankan untuk membumbui dengan cuka, lemon, atau rempah-rempah seperti thyme dan rosemary.

 

6.  Mengukus dan Merebus

Teknik terakhir ini disebut-sebut sebagai cara yang paling aman untuk memasak nih, Goodpeeps. Teknik mengukus dan merebus makanan menjadi aman karena dilakukan pada suhu yang lebih rendah. Ini juga cocok apabila kita sedang diet dan harus menjaga berat badan, karena dapat mengatur kalori makanan secara baik.

Untuk makanan bervitamin B dan C akan mudah larut dalam air jika menggunakan teknik rebusan. Dan untuk teknik mengukus, memang tidak ada masalah disini.

 

Sumber:

Source1Source2Source3

Recommended Articles