08

AUG 19

Tim writer GoodLife

Memilih Baju Olahraga Yang Tepat Agar Olahragamu Jadi Nyaman

Waktunya cek baju olahraga kamu nih

Belakangan ini sedang tren gaya fashion athleisure, yakni gaya fashion yang dipengaruhi unsur-unsur olahraga, kasual sporty namun tetap chic. Tetapi, baju seperti apa sih, yang sebetulnya tepat untuk berolahraga?

Suatu ketika seorang atlet nasional bulutangkis pernah mengeluh soal kostum bertandingnya yang baru. Alih-alih memakai celana pendek seperti sebelum-sebelumnya, kali itu ia harus mengenakan rok, seperti yang dikenakan para atlet tenis lapangan perempuan. Atlet tersebut mengaku tak biasa memakai rok untuk pertandingan dan malah merasa kagok. Dari sisi modis mungkin rok lebih keren, tetapi berakibat prestasi jadi terganggu. 

Ya, pemilihan baju untuk berolahraga memang sangat penting dan sebaiknya tetap harus menyesuaikan dengan baju yang memang sudah dirancang untuk olahraga bersangkutan. Misalnya, seorang pelari yang mengenakan baju yang tak bisa menyerap keringat dan terlalu longgar. Akibatnya, sirkulasi udara di tubuhnya menjadi kurang optimal. Sirkulasi udara yang tak baik ini akan membuat dia lebih mudah mengalami dehidrasi. 

“Ini karena keringat akan terus keluar dan tubuh menjadi panas. Akibatnya, recoverynya pun jadi lebih lambat. Karena itu, meski olahraganya bukan untuk prestasi, sebaiknya kita tetap mengenakan baju olahraga yang sudah ditetapkan untuk jenis olahraganya,” kata dr. Michael Triangto, Sp.KO, dokter spesialis Kedokteran Olahraga. Intinya, baju olahraga harus bisa membantu meningkatkan performa dan mengurangi energi yang dikeluarkan. 

Lantas, bagaimana jika kita berolahraga dengan baju kasual yang tak sesuai dengan baju yang sudah dirancang untuk jenis olahraganya, dan semata hanya demi penampilan? Agar bisa diposting ke media sosial? 

“Tentu saja baju yang seperti ini akan mengurangi manfaat olahraganya,” kata Triangto. Contoh paling mudah adalah memakai sneaker dengan outsole tebal untuk berolahraga. Ini sudah pasti tidak akan mendukung proses berjalan atau bahkan berlari dan melompat, karena proses offnya tidak ada. “Ada sesi dimana pada saat berjalan, tubuh akan menumpukan diri pada ibu jari kaki sebagai titik tolakan sehingga kita bisa pindah atau maju ke depan,” tambah Triangto.

Nah, untuk mengganti fungsi off ini, produsen sepatu biasanya akan membuat sepatu menjadi rocking. “Sehingga berfungsi seperti bakiak. Bagian depan dan belakangnya dipapas dengan tujuan supaya rocking. Seperti kursi goyang lah,” kata Triangto.

Jadi, meski tujuan olahraganya menjadi tak bisa optimal, aspek modisnya masih bisa didapat. “Yang lebih ditekankan adalah sisi modisnya, bisa selfie, foto-foto, masuk sosmed, dan sebagainya,” ujar Triangto. “Boleh-boleh saja pakai baju modis saat berolahraga, tergantung prioritas kita yang mana? Sisi modisnya atau manfaat olahraganya?”

Bagaimanapun, baju tetap menjadi sesuatu yang utama saat berolahraga karena kita akan menyesuaikan dengan lingkungan, kita akan dibantu agar mampu melakukan gerakan-gerakan olahraga dan jika memungkinkan akan meningkatkan prestasi diri kita. 

Recommended Articles