15

JUL 19

Tim writer GoodLife

Perlukah Asuransi Kesehatan Bagi Generasi Milenial ?

yuuk antisipasi kesehatanmu dengan asuransi .

Perlukah asuransi kesehatan bagi generasi milenial? Berapa alokasi dana yang harus dikeluarkan? ini adalah pertanyaan-pertanyaan umum yang sering ditanyakan.

Selain investasi, salah satu rencana keuangan yang juga perlu alokasi adalah untuk mengantisipasi kondisi emergency. Salah satunya dengan mengambil asuransi. “Bagi generasi milenial yang masih lajang, sebaiknya fokus pada asuransi kesehatan. Sementara generasi milenial yang sudah menikah, sebaiknya ditambah dengan asuransi jiwa,” kata Mike Rini Sutikno, CFP, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE). 

Khusus asuransi kesehatan, jelas Mike, ada beberapa pilihan, salah satunya adalah BPJS. BPJS merupakan asuransi kesehatan dari pemerintah yang akan mengcover biaya kesehatan semua warga negara. 

Akan tetapi, BPJS bukanlah satu-satunya asuransi kesehatan. “Kalau ingin fasilitas yang lebih premium, generasi milenial bisa menambah asuransi kesehatan swasta. Saran saya, kalau masih awal-awal karier dan penghasilan belum begitu besar, BPJS cukup bisa menjadi pilihan untuk mengantisipasi biaya kesehatan,” lanjut Mike.

Sejalan dengan bertambahnya usia dan kebutuhan hidup, generasi milenial bisa menambah asuransi kesehatan dari swasta yang memberikan perlindungan terhadap resiko kesehatan lebih banyak. Misalnya berbagai penyakit berat maupun demi alasan kenyamanan. “Mereka boleh menambah dengan asuransi kesehatan swasta supaya lebih nyaman dalam mengantisipasi berbagai resiko kesehatan,” jelasnya.

Intinya, lanjut Mike, tidak ada alasan untuk menunda-nunda memilih dan mengambil  asuransi kesehatan. “Begitu memiliki penghasilan sendiri, langsung ikut BPJS. Kalau punya penghasilan yang sudah cukup, bisa ditambah dengan asuransi kesehatan swasta sesuai kebutuhan.”

Berapa jumlah alokasinya? Menurut Mike, untuk awal-awal, misalnya ketika baru mulai bekerja, generasi milenial bisa mulai dengan jumlah 5% dari total gaji bisa untuk dimasukkan ke asuransi kesehatan. Kalau belum memiliki harta benda, misalnya rumah atau kendaraan, asuransi kesehatan saja sudah cukup. “Tapi kalau udah punya harta benda, bisa ditambah dengan asuransi lain-lain. Nah, kalau sudah menikah, harus punya asuransi jiwa juga,” tambah Mike.

Recommended Articles