08

JUL 19

Tim writer GoodLife

3 Kelemahan Keuangan Generasi Milenial

Apakah kamu juga mengalaminya ?

Generasi milenial memiliki banyak keuntungan, terutama dalam hal perkembangan teknologi, yang membuat banyak hal menjadi lebih mudah. Bagaimana dalam hal keuangan?

Saat ini terjadi banyak perubahan yang disebabkan oleh kemajuan teknologi. “Dalam hal teknologi finansial, ini mengubah pola konsumsi dan perilaku orang, khususnya generasi milenial. Bagaimana pola belanja mereka, bagaimana mereka menggunakan uang, memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, dan sebagainya. Kegiatan ekonomi dan berbagai fasilitas keuangan menjadi sangat variatif, sangat banyak, dan sangat mudah diakses,” kata Mike Rini Sutikno, CFP, perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi (MRE).

 

Ini bisa menjadi sesuatu yang positif dan menjadikan generasi milenial sebagai manusia produktif, tetapi juga bisa menjadi kontraproduktif jika mereka tidak memiliki pola pikir dan mental keuangan yang benar yang berakibat kurang bijak dalam membuat keputusan finansial. 

Karena masih muda, generasi milenial lebih banyak driven (disetir) oleh gaya hidup. Dalam hal keuangan, fokusnya masih pada bagaimana menikmati yang ada saat ini, apalagi didukung perkembangan teknologi finansial tadi. Misalnya mau belanja apapun ada.
Yang tadinya impossible menjadi possible seperti slogan, “I’m possible.” Pokoknya segalanya bisa sekarang. Padahal, hidup tidak hanya soal sekarang. 

Karena itu, salah satu kendala atau masalah yang dihadapi generasi milenial untuk mencapai sukses finansial di masa depan adalah karena terlalu banyak alokasi sumber keuangan mereka hanya untuk kebutuhan saat ini.

 

Padahal kesadaran bahwa hidup bukan hanya saat ini saja perlu dimiliki sehingga sumber-sumber keuangan mereka tidak habis. “Jadi lebih balance, ada yang dinikmati saat ini, tapi ada juga yang dialokasikan untuk masa depan mereka,” ujar Mike. Karena itu, pola pikir keuangan yang tepat dalam menyikapi berbagai fasilitas dan kemudahan, khususnya terhadap teknologi finansial saat ini, sangat penting. 

Nah, 3 kelemahan generasi milenial dalam hal keuangan antara lain adalah:

 

1.  Sulit membedakan antara kebutuhan (needs) dan keinginan (wants).

Ini akan membuat mereka sulit menentukan skala prioritas. Misalnya saat berbelanja ke mal, segalanya pengin dibeli, termasuk saat ada sale alias diskon. “Belum tentu barang yang didiskon memang barang yang dia butuhkan, kan,” kata Mike. 

Memahami kebutuhan dan keinginan ini membutuhkan keterampilan dan pola pikir, serta harus dilatih dalam daily activities sehingga mengarah ke penentuan skala prioritas keuangan. Misalnya merencanakan kebutuhan sehari-hari, bagaimana mengalokasikan aset untuk tabungan dan investasi, produk investasi apa yang cocok untuk tujuan yang mana, memastikan bahwa yang dilakukan sudah sesuai rencana, dan sebagainya. 

 

2.  Monitoring dan evaluasi rencana keuangan yang sudah disusun.

Sebelum ada teknologi finansial, monitoring dilakukan secara manual dalam bentuk catatan, misalnya. Padahal, generasi milenial lebih dimudahkan dengan adanya berbagai aplikasi keuangan. Ini harus dilakukan secara berkala.

 

3.  Antisipasi keuangan untuk hal-hal yang tidak terduga.

Ini seringkali menyabotase apa yang sudah direncanakan. Misalnya ketika terjadi krisis keuangan seperti di-PHK atau sakit keras, sumber-sumber keuangan tersedot untuk itu. 

 

"Beware of little expenses, a small leak will sink a great ship" ~ Benjamin Franklin

Recommended Articles